DILEMA (Menentukan Pilihan)

DILEMA (Menentukan Pilihan)
Novel Best Seller


__ADS_3

Viona sudah selesai wisudah, beberapa hari lagi dia akan balik ke Indonesia. Viona sedang mempacking semua barang-barang dia yang akan dikirim terlebih dahulu ke Indonesia. Sewaktu Viona sedang asyik merapikan


barang-barangnya, suara bel apartemennya berbunyi. Viona melihat siapa yang datang, ternyata Dian yang datang.


“Masuk mbak” Viona membuka pintu.


“Kamu sudah packing, Vio?” tanya Dian jalan masuk melihat banyak kardus berserakan.


“Iya mbak, persiapan aja. Mau minum apa mbak?” Viona jalan kedapur.


“Nggak usah Vio, nanti mbak saja yang ambil” tolak Dian.


Viona jalan lagi ke ruang tamu “ada apa mbak datang kesini?” tanya Viona.


“Mbak mau jemput kamu, disuruh sama momy, katanya mau ada yang dibicarakan sama kamu sebelum kamu balik. Sebab besok momy sudah berangkat lagi ke Italy, proyek bersama Delon disana ada masalah sedikit. Karena Delon sibuk mengurus butik kamu di Indonesia jadi momy yang harus datang kesana. Tapi kita hari ini tidak akan ke kantor tapi ke rumah daddy, kamu mau ketemu sama daddy kan!” ucap Dian.


“Iya mbak, tapi apa Ms. Floe tidak masalah ketemu sama Mr” Viona sedikit segan.


Viona tersenyum “kamu lupa, momy sama daddy kan cerai baik-baik. Sampai sekarang mereka masih saling komunikasi, mereka juga ada perusahaan bersama. Untuk apa mereka harus saling bermusuhan kalau masih ada perasaan satu sama lain” kata Dian.


Viona terkejut mendengar apa yang dikatakan Dian “maksud mbak, perasaan satu sama lain!”.


“Mereka masih saling mencintai tapi mereka sama-sama tidak mau jujur, mereka gengsian. Tapi saran mbak kamu bawa novel kamu itu ya, yang sudah kamu translate dalam bahasa Inggris” ucap Dian.


“Iya, ini udah Vio siapkan untuk Ms. Floe dan untuk mbak yang dalam bahasa Inggris” Viona menunjukkan novelnya.


“Mbak udah ada” Dian mengeluarkan novel itu dari dalam tasnya.


“Kok bisa?” Viona menggaruk-garuk kepalanya.


“Mbak dikirim sama Delon, dia ceritain sama mbak jadi mbak minta beliin. Yang dua itu kamu kasih sama momy dan daddy saja, mbak yang bahasa Indonesia aja” saran Dian.


“Oke lah mbak, Vio siap-siap dulu” Viona masuk ke kamarnya.


***

__ADS_1


Indra datang ke rumah orang tua angkatnya, semua orang berkumpul di ruang keluarga. “Assalamualaikum” ucap Indra.


“Waalaikumussalam” jawab semua orang.


“Uncle...” Vigo berlari memeluk Indra.


Indra menyambut Vigo dan mengangkatnya “mas, kak, kapan datang?” tanya Indra sambil jalan.


“Tadi sore, abang sering balik kesini?” tanya Vandi.


“Mana ada mas, semenjak mengurus butik mbak, dia udah sibuk dan jarang datang kesini” ucap mama.


“Gak apa-apa ma, kan sebentar lagi mbak pulang, nanti kita lihat siapa yang lebih sibuk lagi” sambung papa.


Semua orang tertawa, datang Venus “bang...bang...” teriak Venus.


“Iya kenapa dek?” tanya Indra.


“Abang, ini novel mbak kan?” Venus melihatkan novelnya.


“Teman adek yang kasih lihat, katanya ini best seller bulan ini” Venus duduk.


Semua orang hanya tersenyum melihat Venus “kenapa gak ada yang kaget?” Venus heran.


“Kita udah tahu dek, ini kak Vani kamu kalau belum selesai membacanya dia pasti marah sama mas kalau di ganggu” jawab Vandi.


“Jadi semua orang di rumah sudah pada tahu, hanya adek yang gak tahu sendiri” Venus ngambek.


“Kamu kan sibuk UN dek, jadi kita rahasiakan sama adek. Itupun permintaan mbak kamu loh, kalau kamu marah ya marah sama mbak kamu” ucap mama.


“Sama aja, nanti adek telepon dan minta beliin oleh-oleh” ucap Venus.


***


Di rumah Radit, keluarganya sedang ngumpul di ruang tamu. Rara sedang membaca novel Viona, datang Radit menghampiri mereka.

__ADS_1


“Ra, kamu lihat charger ponsel mas?” tanya Radit.


“Ada, diatas lemari dekat kamar mas” jawab Rara sambil membaca.


“Ra, mas sedang bicara, lihat dong, gak sopan” Radit kesal melihat Rara tanpa memperdulikan Radit.


“Kan udah Rara jawab, apalagi!” Rara kesal dan berlalu pergi.


“Kamu kenapa, sibuk aja dengan novel kamu itu” Radit mengambil novelnya.


“Bawa sini mas, Rara belum selesai membacanya”.


“Nggak mau, semenjak kapan kamu hobi baca novel” bentak Radit.


“Semenjak aku tahu bahwa ini adalah novel mbak Vio” Rara mengambil paksa novel tersebut. Karena kuatnya Radit memegangnya, novel itu langsung robek “mas... mas Radit nyebelin” Rara langsung berlalu pergi ke tepi kolam berenang dengan melemparkan robekan novel tersebut.


Radit mengambil robekan novel tersebut, maminya langsung menghampiri Rara duduk sendirian di tepi kolam. Radit juga mengikuti maminya yang sedang menyusul Rara di tepi kolam berenang.


“Kenapa kamu segitu marah sama mas kamu?” tanya mami.


“Mami tahu gak, itu novel mbak Viona, novel itu sekarang best seller. Kita juga susah mendapatkannya, karena semuanya sudah habis mi. Aku belum selesai membacanya, aku mau tahu bagaimana bisa mas menyakiti mbak Vio. Disana mbak Vio menjelaskan semuanya, suapaya suatu saat aku tidak disakiti sama cowok seperti mas. Mungkin mami tahu selama ini mana ada orang yang mau sama aku, setiap cowok yang dekat sama aku pasti sebentar. Mami pernah gak berfikir kalau aku dapat karma dari perbuatan mas sama mantan-mantan pacarnya, apalagi sama mbak Vio dan kak Diandra” kata Rara sambil menangis.


“Mami gak tahu kalau itu novelnya Viona, ternyata Vio jadi mengeluarkan tulisannya itu. Mami juga minta maaf karena mas kamu, kamu yang menanggung semuanya” ucap mami.


“Kenapa mami yang minta maaf, anak mami itu yang seharusnya minta maaf sama mantan-mantannya. Mami tidak pernah keras sama mas, mami selalu menuruti keinginan mas. Papi sudah tidak mau mengurusi semua masalah mas tapi mami masih aja memberi mas uang. Mami seharusnya biarkan dia merasakan susahnya hidup dan bisa menghargai orang” Rara langsung pergi meninggalkan maminya.


Radit yang melihatnya langsung sembunyi melihat Rara mau masuk rumah “ternyata ini punya Viona. Kenapa


dia tidak menuliskan namanya disini, kenapa dia harus sembunyikan pada semua orang. Benar juga apa yang dikatakan Rara, aku harus minta maaf sama Vio” kata hati Radit.


--


--


--

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2