
James langsung pulang sedangkan Jesika melanjutkan kerjanya membantu Viona. Viona sedang mencari-cari keluarga Radit, dia tidak melihat seorang pun disana. Lalu dia pergi menemui Venus yang sedang makan bersama
teman-temannya.
“Dek, kesini sebentar” panggil Viona.
Venus menghampiri kakaknya “ada apa kak?” tanyanya.
“Adek lihat keluarga Radit nggak, mbak nggak lihat seorang pun, kemana mereka?” tanya Viona gelisah.
“Tadi adek lihat waktu pengajian papi dapat telepon, setelah pengajian mereka langsung pergi. Adek nggak tahu kemana, coba tanya abang, tadi abang kan bicara sama mereka” jawab Venus.
“Abang mana?” tanya Viona lagi.
“Abang tadi dikerjain sama mas Kiki makan sambal terasi, jadi mungkin abang di belakang kalau nggak di kamarnya” jawab Venus.
“Oh gitu, lanjutkan” Viona langsung pergi mencari Indra.
Viona melihat Kiki sedang makan dengan Fuji, dia langsung menghampirinya. “Buruk, lihat abang nggak?” ucap Viona.
“Kamu tahu nggak, tadi aku kerjain abang, dia nggak tahu itu sambal terasi aku bilang sambal biasa saja. Jadi setelah dia makan, dia langsung pergi ke belakang” ucap Kiki sambil tertawa.
“Kiki, aku serius nih! Mana abang?” bentak Viona.
“Abang di kamarnya, kamu kenapa sih!” Kiki jadi bingung.
Viona langsung meninggalkan Kiki dan Fuji, sedangkan dari jauh Dandi melihat Viona seperti ada masalah.
“Sayang, pegang ini dulu, aku harus temui Vio” ucap Kiki dan langsung menyusul Viona.
“Sari, kamu tahu, kenapa Vio?” tanya Dandi.
“Nggak tahu, emang kenapa bos?” tanya Sari balik.
“Nggak, gue lihat dia seperti gelisah gitu. Kamu tahu siapa cowok itu?” tanya Dandi lagi.
“Itu Kiki dan tunangnya, sahabat waktu kecil Vio. Bos nggak tahu ya, bukannya junior bos juga dulu waktu SMP” jawab Sari.
“Oh Kiki, gue lupa. Soalnya udah lama nggak ketemu” Dandi ingat.
Viona sedang mengetuk kamar Indra “bang... abang...” teriak Viona.
Datang Kiki “ada apa Vio? Sepertinya ada masalah?” tanya Kiki.
__ADS_1
“Kamu bisa diam dulu nggak. Abang.. bang..” Viona memanggil Indra.
Indra membuka pintu dan melihat Kiki “ini karena kamu” Indra memukul Kiki tapi langsung Kiki menghindar.
“Bang, ada yang mau Vio tanyain” teriak Viona mulai kesal melihat tingkah mereka.
Indra kaget dengan sifat Viona “iya, kenapa Vio?”.
“Tadi abang bicara sama papi Radit kan! Apa kata mereka? Kemana mereka? Vio nggak lihat mereka semua” pertanyaan Viona tanpa berhenti.
Indra langsung menarik Viona ke dekat blakon disusul sama Kiki “iya, akan abang jawab satu-satu. Tadi papi Radit bilang sama abang kalau dia dapat telepon bahwa Radit kecelakaan di Bali waktu dia dari Bandara. Jadi mereka mau kesana, tadi mereka mau bilang sama Vio tapi mereka tidak mau merusak kenahagiaan Vio”.
“Kapan dia ke Bali, sedangkan dia tadi kesini. Nggak mungkin dia di Bali, butuh banyak waktu dia kalau kesana bang” Viona tidak percaya.
“Abang juga nggak tahu, tadi waktu abang datang, abang ketemu dengan dia di depan. Abang mau panggil dia, dia langsung masuk mobil, di dalam mobil itu ada tiga orang kalau nggak salah. Mungkin setelah dari sini dia langsung berangkat ke Bali” pendapat Indra.
“Mungkin juga itu Vio, abang tadi datang sekitar jam 10. Sekitar satu jam dari sini ke bandara dan dari bandara ke Bali sekitar 2-3 jam. Penerbangan ke Bali jam 12, sekarang sudah jam 5 sore. Otomatis dia bisa berada di Bali saat ini Vio” sambung Kiki.
Viona langsung mencoba menghubungi keluarga Radit tapi tidak dapat. “Percuma saja Vio, mereka pasti sudah di dalam pesawat sekarang” ucap Indra.
“Vio harus tahu keadaan Radit sekarang bang, ayo kita ke Bali bang” Viona khawatir.
“Vio dengarin abang, tamu masih ada di luar, lagian kita nggak tahu di Balinya dimana kan! Ingat Vio nggak ada hubungan apa-apa sama Radit. Kalau ingin tahu keadaannya cukup tanya sama keluarganya atau tunggu dia dibawa kesini” Indra menenangkan Viona.
Mereka bertiga turun, Dandi melihat mereka turun dan penasaran ada hubungan apa mereka bertiga. Dia berusaha mencari tahu dan bertanya pada Sari tapi Sari pun tidak tahu. Jadi Dandi bertekad untuk menghampiri mereka.
“Hai Vio” ucpa Dandi.
“Hai, ada apa?” tanya Viona.
“Siapa dia?” bisik Kiki pada Viona.
“Hai Kiki, nggak kenal sama gue, ini gue Dandi senior loe waktu SMP” ucap Dandi.
Kiki ingat “oh iya, Dandi. Udah berubah loe sekarang, semakin rapi. Tunggu, bagaimana bisa loe bisa datang kesini? Apa loe masih niat buat mendapatkan Vio lagi?”.
“Ssstt.. kamu bisa diam nggak. Aku yang undang dia kesini, sebab dia punya TV tempat aku wawancara kemaren. Jadi nggak boleh aku undang dia” Viona memberhentikan Kiki.
“Boleh sih, tapi apa benar dia datang kesini hanya untuk itu saja. Benar kan bang?” ucap Kiki pada Indra.
Indra hanya tersenyum “ kenalin gue Indra a ....” Indra maumemperkenalkan dirinya.
Tapi Kiki langsung menyambarnya “dia pacar Vio, iya kan bang!” Kiki melirik Indra.
__ADS_1
Indra tersenyum dan mengangguk melihat tanda dari Kiki “iya, pacar Vio”.
Sedangkan Viona tersenyum lihat tingkah mereka “sudah, kalian berdua bisa pergi dulu” Viona mengusir Kiki dan Indra.
Dandi bingung “apa benar Vio?”.
“Apanya yang benar, ada apa loe kesini?” Vio mengalihkan pembicaraan.
“Gue mau pamit pulang, sebab sudah sore, soalnya nanti malam gue ada acara juga” jawab Dandi.
“Owh gitu, uda ketemu sama mas Vandi dan kak Vina?” tanya Viona.
“Sudah, sama om dan tante juga sudah” jawab Dandi.
Mereka berjalan mau keluar “thanks ya udah datang” ucap Viona.
“Iya, sama-sama” jawab Dandi.
Indra menarik Kiki “apa maksud kamu bicara gitu tadi” ucap Indra.
“Abang tahu nggak kalau cowok itu tergila-gila pada Vio, dia selalu mengganggu Vio. Jadi udah lama dia nggak hubungi Vio sebab dia tahu Vio dulunya pacaran sama Radit. Mungkin sekarang dia tahu kalau Vio udah putus sama Radit makanya dia mau dekat lagi” cerita Kiki.
“Biasa kalau itu, kalau udah suka makanya dia berjuang untuk mendapatkannya” ucap Indra.
“Kalau orangnya baik dan tanggung jawab nggak apa-apa. Aku pokoknya nggak setuju kalau Vio sama Dandi” Kiki tidak suka sama Dandi.
“Emang kenapa sayang?” tanya Fuji.
“Sebab dia suka merokok, main judi, dan terus-terusan bohongi Vio” jawab Kiki.
“Vio tahu mana yang baik buat dia, kita nggak boleh melarang dia untuk berteman sama cowok itu. Lagian dia punya TV tempat Vio kerja kan! Kamu jangan lupa, kalau kalian akan sering ketemu. Sebab TV dia yang akan menayangkan secara langsung pernikahan kamu sama mas Vandi” nasehat Indra.
Datang Viona “Iya Ki, aku tahu maksud kamu itu ingin jaga aku. Aku sebenarnya juga nggak mau berurusan sama dia, tapi benar yang dikatakan abang. Kita punya kerjaan sama dia, jadi udah jangan lanjutkan lagi” ucap Viona.
“Itu tidak bisa Vio, selagi dia tahu kalau kamu jomblo dia akan terusan berharab sama kamu. Misi aku akan tetap bohongi dia, jadi abang sama Vio jangan berani buat mengaku sama dia” Kiki tetap keras kepala.
“What ever, lagian abang tidak akan ikut campur sama kalian berdua” Indra langsung pergi.
--
--
--
__ADS_1
BERSAMBUNG