
Viona sedang duduk makan di kafe bersama Indra, datang Dandi sama Sari dengan bergandeng tangan. “Vio...” ucap Sari.
Viona tersedak dan Indra memberikan minum “sorry, Vio” ucap Sari.
“Bukan karena kakak kok. Vio kaget karena kakak bergandengan dengan Dandi, sejak kapan ini?” Viona sedikit meledek.
“Vio...” Indra menghentikannya.
“Maaf, Vio serius, sejak kapan mas?” tanya Viona lagi.
“Semenjak gue tahu sia-sia saja menunggu loe dan semenjak gue baca novel loe” ucap Dandi.
“Siapa yang beritahu mas?” Viona sedikit sebal.
“Vio, maaf. Kakak yang beritahu Dandi, kakak dikasih tahu sama Vani tapi kamu tenang saja kakak tidak ada memberitakan mengenai novel itu kok” Sari merasa bersalah.
“Lupakan saja, selamat ya kak, mas, semoga langgeng” Viona sedikit bete.
Dandi melihat perubahan sama Viona “sepertinya dia semakin kesal sama gue, meskipun gue bilang sudah ada pacar” kata hati Dandi. “Kita pamit ya, sekali lagi selamat dan terimakasih” ucap Dandi.
“Sama-sama terimakasih sudah datang, Vio juga minta maaf” Viona mengulurkan tangannya.
Mereka saling berjabat tangan, sebenarnya Dandi memang tidak bisa melupakan Viona. Dia memang sangat mencintai Viona, tapi sering kali Viona menolaknya untuk apa lagi dia bertahan. Dandi dan Sari pergi dengan perasaan yang tidak mengenakan karena mereka merasa Viona kecewa sama dia.
***
Semua tamu sudah banyak yang pulang, yang tinggal hanya Indra, Wulan, Jesika, Lala, Luna dan karyawan butik. Viona sedang duduk di sofa sambil menghubungi Rian asisten pribadi Delon, tapi tidak juga di angkatnya.
Datang Indra “Vio, sudah semakin larut nih, apa kita gak pulang saja” ucap Indra.
“Tunggu sebentar bang, Vio mau bicara sama asisten Rian. Semenjak selesai pembukaan tadi, Vio tidak ada melihatnya lagi” ucap Viona.
“Abang juga gak ada melihatnya lagi” sambung Indra.
__ADS_1
“Guys, apa kalian ada melihat asisten Rian?” Viona bertanya pada sahabatnya.
“Gak ada” jawab mereka semua.
Tiba-tiba masuk notifikasi pesan pada ponsel Viona dari asisten Rian “nona, saya minta maaf pergi gak bilang sama nona. Tapi bisakah nona datang ke rooftop sekarang, ada seseorang yang mau ketemu sama nona” isi pesan Rian.
“Bang, tunggu sebentar ya, Vio mau ke rooftop sebentar” Viona langsung masuk lift.
Semua orang disana saling pandang, mereka tidak tahu ngapain Viona ke rooftop. Tapi Indra tahu, sebab ini semua sudah direncanakan olehnya dengan Delon sama Rian. Sahabat-sahabat Viona khawatir sama Viona, mereka saling pandang dan menyuruh salah satu dari mereka bicara sama Indra yang sibuk dengan ponselnya. Akhirnya Wulan yang akan bicara sama Indra.
“Bang, apa bang nggak risau sama Vio?” tanya Wulan.
“Risau ngapain?” Indra tanya balik.
“Vio pergi ke rooftop sendirian bang”.
“Kalian tenang saja, sebentar lagi kita kesana juga” Indra melihat jam tangan “tinggal 15 menit lagi” ucap Indra.
Mereka baru ingat “Oh iya, besok Vio ulang tahun” ucap Luna.
“Jadia siapa yang mau ditemui Vio diatas, bang?” tanya Lala.
“Kalian akan tahu juga nanti” ucap Indra.
***
Viona sudah sampai di lantai 3, dia harus naik tangga baru sampai di rooftop. Viona membuka pintu dan melihat sekeliling gelap gulita. Viona berjalan beberapa langkah, kemudian hidup lampu disana. Disana sangat cantik sekali pemandangannya, Vio takjup melihat semua itu. Kemudian Viona melihat seseorang berdiri di depan melihat kebawah, dia tidak tahu orang itu siapa.
Viona berjalan perlahan-lahan, lampu disebelahnya menyala dengan mengikuti langkahnya. Viona semakin penasaran sama sosok yang memakai hodie sambil menunduk. Viona sudah dekat dengan orang itu, Viona mencoba menyentuh orang itu, kemudian orang itu membalikan badannya.
Viona terkejut “Delon....” Viona kesal.
Delon hanya tersenyum “kamu nyebelin, apa kamu setega gitu ninggalin aku mengurus butik ini. Kamu sudah janji sama Ms. Floe akan membantu aku, tapi mana, kamu ninggalin aku” Viona marah sambil memukul Delon dan meneteskan air mata.
__ADS_1
Delon langsung memeluk Viona “tidak pernah gue ninggalin loe, apa yang loe kerjakan sama Rian gue selalu ada dibelakang loe. Gue memang sakit hati dan kecewa karena sikap loe tapi itu dulu setelah gue tahu sebenarnya. Apa
loe mau maafin gue?” ucap Delon sambil melepaskan pelukannya.
Viona mengangguk dan tiba-tiba lampu di belakang Delon hidup. Disana tertulis tulisan ‘Happy Brithday Viona’, kemudian datang semua orang dengan membawa kue sambil menyanyikan lagu selamat ulang tahun. Viona melihat sama Delon, ternyata Delon sudah memungkuk dengan memberikan cincin.
“Will you marry me” ucap Delon.
Viona dan sahabatnya terkejut, kecuali Indra dan Rey yang sedang membuat videonya. Viona melihat sama Indra, kemudian sama Delon “aku tahu kamu tidak mau pacaran lagi. Daripada aku menunggu lama lagi dan banyak lagi
kendala, aku mau nikah sama kamu. Maukah kamu jadi istri aku?” ucap Delon.
Viona meneteskan air matanya “Yes I will” jawab Viona.
Delon langsung memasangkan cincin sama Viona kemudian Viona langsung memeluknya. “Terimakasih sudah mau menerima aku dengan ikhlas” ucap Viona.
“Ayo tiup lilinnya dulu, keburu padam” ucap Delon.
Viona melepaskan pelukannya dan langsung meniup lilin yang dibawa Wulan. Setelah tiup lilin Viona menyuapkan Delon lalu Indra, selanjutnya pada semua orang yang ada disana.
“Selamat mbak, akhirnya mbak sudah menemukan orang itu. Tugas abang pun selesai, abang sayang mbak” Indra memeluk Viona sambil mencium kepala Viona.
“Makasih banyak bang, bang sudah sabar sama mbak selama ini. Vio sayang abang juga” ucap Viona.
Semua orang memberikan ucapan sama Viona dan Delon. Kemudian hari semakin larut, mereka langsung pulang ke rumah masing-masing di antar Indra dan Rian. Mereka tidak jadi tidur di rumah Viona, sebab Viona tidak akan pulang ke rumahnya. Viona dibawa Delon pulang ke rumah Delon, sebab besok pagi mereka akan pergi liburan berdua ke Italy. Viona akan menemani Delon kesana beberapa hari, karena Delon ada pekerjaan disana. Mereka tidak hanya berdua pergi tapi asisten Rian akan selalu mendampingi mereka.
--
--
--
BERSAMBUNG
__ADS_1