DILEMA (Menentukan Pilihan)

DILEMA (Menentukan Pilihan)
Kesalahanku 1


__ADS_3

Setelah Viona pergi Rara masuk ke kamar Radit “mas...”.


“iya, ada apa Ra?” tanya Radit.


Rara duduk ditepi kasur sedangkan Radit duduk di sofa “mas sebunyi tadi kan. Mas sudah dengar semua apa yang mereka bicarakan kan?” ucap Rara.


Radit mengangguk “iya kenapa?”


“Sampai kapan mas akan seperti ini, ini kesalahan mas kan. Kenapa mas tidak pernah jujur sama mbak Vio?”.


“Apa yang kamu maksud, Ra?”.


“Rara udah tahu semuanya mas, Bima sudah menceritakan sama Rara semuanya”.


Radit terkejut “Bima? Dimana kamu ketemu sama dia?”.


“Mas tidak usah kaget seperti itu, sebab Rara yang maksa dia buat jujur sama Rara”.


Kemudiaan Rara mulai menceritakan semenjak dia ketemu sama Bima. “Waktu itu sewaktu Rara datang ke tempat penelitian Rara, ternyata Bima yang jadi pembimbing Rara. Semenjak itu kami dekat dan dia cerita sama Rara mengenai dia suka sama Rara. Tapi Rara tidak mau menerimanya sebelum dia menceritakan semuanya masalah mas sama Rara”.


***


Radit teringat kejadian beberapa tahun yang lalu sewaktu dia mau menjemput Viona ke kampus. “Tolong... tolong...” teriak seseorang wanita.


Radit keluar dari mobil, dia melihat seseorang wanita yang menarik tasnya dari beberapa orang preman. Radit langsung membantu wanita itu tapi preman tersebut langsung mendorong wanita itu sampai jatuh. Radit mengejar preman itu dan mengajar habis preman tersebut. Setelah Radit mendapatkan kembali tas wanita itu, dia langsung menghampiri wanita yang terjatuh tadi.


Radit langsung membantu wanita itu berdiri “loe gak apa-apa, kan?”


“Tidak, tapi aw.....” wanita itu kesakitan.


Radit kaget “Sarah...”


“Radit.. maaf ya, gue udah menyusahkan loe” kata Sarah dengan kesakitan.


“Tidak apa-apa, ayo gue bawa loe ke rumah sakit” Radit langsung mengangkat Sarah ke dalam mobilnya.


Mereka langsung menuju rumah sakit, setelah pengobatan mereka jalan keluar rumah sakit. “Loe bisa pulang sendiri kan?” tanya Radit.


“Bisa, aw....” Sarah pura-pura sakit.


“Kalau gitu ayo gue antar” Radit membantu Sarah jalan ke mobilnya.

__ADS_1


Didalam mobil tiba-tiba ponsel Radit berdering, ternyata panggilan dari Viona “iya sayang” jawab Radit.


“Mas, udah dimana?”


“Sorry ya sayang, kita gak jadi pergi sebab mas sekarang ada kerjaan mendadak”.


 “Ya udah gak apa-apa, lain kali saja” Viona langsung menutup ponselnya.


“Maaf ya, Dit. Gara-gara gue loe jadi gagal acara loe sama pacar loe” Sarah minta maaf.


“Gak masalah kok. By the way loe tinggal dimana sekarang?” tanya Radit.


“Di apartemen gue”.


Radit langsung mengendarai mobil ke apartemen Sarah. Setelah sampai Sarah masih akting “Dit, boleh gak loe antar gue kedalam” Sarah masih meringis kesakitan.


Radit menarik napas, sebenarnya dia malas buat mengantar Sarah “ayo” Radit kembali membantu Sarah.


Sampai di depan pintu apartemen, tiba-tiba ponsel Radit kembali berdering “loe bisa masuk sendiri kan. Soalnya gue harus pergi sekarang, karena ada yang mau gue urus” ucap Radit.


“Iya, makasih ya” ucap Sarah.


Radit langsung mengangkat ponselnya sambil jalan turun menuju mobilnya. Setelah pertemuan itu mereka sering bangat bertemu tanpa sengaja, mereka bertemu selalu sewaktu Radit sendiri. Sarah pun sering juga menghubungi Radit, katanya hanya ingin membalas kebaikan Radit yang sudah membantunya. Tapi Radit selalu menolaknya, sebab dia memang sudah tidak menyukai Sarah.


“Ada apa, Sar?” tanya Radit to the point.


“Gue bukan bermaksud buat merusak hubungan loe sama pacar loe. Tapi gue hanya ingin melihatkan ini sama loe” Sarah memberikan ponselnya.


Isi ponsel itu adalah video Viona pergi dengan teman masa kecilnya. Mereka juga sempat berpacaran tapi hanya sebentar, sebab mereka tidak ingin merusak persahabatan mereka  jika nanti mereka putus. Radit juga tahu kalau cowok itu adalah teman masa kecilnya. Tapi Sarah menambah-nambahkan dengan hal yang membuat Radit kecewa sama Viona.


Setelah Radit menemui Sarah, Radit langsung menghubungi Viona minta bertemu. Lalu mereka bertemu di taman dan Radit melihatkan video itu pada Viona.


Viona tersenyum “aku sudah sering bilang bahwa dia adalah sahabat masa kecil aku. Kamu kan udah kenal sama dia dan kita juga sering pergi bareng kan”.


“Coba kamu lihat apa yang kalian lakukan?” Radit sebal.


“Ini tidak seperti yang kamu fikirkan, kita memang selalu bercanda. Lagian aku tidak sendiri, disana ada Venus sama Salsa”.


“Aku gak percaya, kamu harus putuskan hubungan pertemanan sama dia”.


“Oke fine” Viona langsung menghapus semua foto tentang dia dengan sahabat masa kecilnya. Viona juga memblok semua apapun yang berhubungan dengan sahabatnya itu.

__ADS_1


Setelah kejadian itu hubungan mereka selalu ada saja masalahnya. Sebab Sarah selalu memberikan bukti mengenai Viona sama sahabat masa kecilnya itu. Sarah dan Radit juga sering bertemu dan kembali dekat. Radit jadi selalu curhat mengenai Viona pada Sarah, meskipun ada juga yang membuat perasaan Sarah sakit hati.


Pada suatu malam Sarah minta tolong sama Radit, karena di apartemennya mati lampu. Karena Sarah punya trauma pada saat mati lampu, jadi Radit datang ke apartemen Sarah. Radit membantu Sarah memperbaiki lampu dan disana tiba-tiba kepanasan. Sehingga Radit terpaksa membuka bajunya sebab dia sudah tidak tahan dengan panasnya udara disana.


Kemudian tiba-tiba saja ada yang memukul kepala Radit sampai pinsan. Lampu kembali menyala, Sarah dan temannya mengangkat Radit ke kamar Sarah. Sebelum Radit sadar Sarah dan temannya itu membuat Video yang seolah-olah mereka sudah melakukan sesuatu. Radit sudah mulai sadar, temannya Sarah langsung pergi dan Sarah langsung merobek bajunya sambil duduk dibawah kasur sambil nangis.


Radit mendengar suara seseorang menangis dan dia kaget melihat Sarah menunduk sambil nangis. “Apa yang terjadi?” Radit berdiri.


Sarah masih saja menangis “Sar, apa yang terjadi. Jangan loe bilang bahwa kita sudah......”


Tiba-tiba beberapa orang masuk kedalam kamar Sarah bersama teman Sarah tadi “apa yang sudah kalian lakukan?” tanya orang itu.


“Kami tidak ada melakukan apa-apa, pak” ucap Radit tapi Sarah masih saja menangis.


“Kalau memang kalian tidak melakukan sesuatu, kenapa nona itu menangis dan penampilannya seperti itu” tanya salah satu bapak tersebut.


“Saya..... saya.....” Radit menjawab dengan terbata-bata.


“Nona cepat ganti baju anda dan kamu cepat pakai baju” perintah bapak itu.


Setelah itu mereka langsung bicara di ruang tamu “sekarang keputusan ada pada kalian. Mau kami nikahkan atau kalian nikah dimana pun, nanti datang kesini dan buktikan sama kami. Sebab kami tidak ingin kelakukan kalian ini menjadi tersebar sama penghuni apartemen lain” ucap bapak-bapak itu.


Radit sedikit kesal sebab dia tidak tahu apa yang terjadi, sedangkan Sarah hanya diam dan menangis. “Nanti kita akan menghubungi bapak-bapak kembali” ucap Radit.


“Baik, kami semua pamit dan ingat hanya seminggu waktunya” bapak-bapak itu langsung pergi meninggalkan apartemen.


“Ahhh............” teriak Radit. “Sarah, apa yang terjadi sebenarnya?” bentak Radit.


“Gue gak tahu, gue hanya ingat ada orang yang memukul gue. Kemudian orang itu membaw gue kedalam kamar dan melakukan itu sama aku. Aku hanya melihat loe yang melakukan itu ketika lampu hidup” ucap Sarah sambil


menangis.


“Tidak mungkin, gue ingat....” Radit membayangkan saat dia membuka bajunya karena kepanasan dan dia langsung menarik Sarah supaya dekat dengannya. Sebab Sarah ada trauma kegelapan, makanya mereka dekat. Kemudian Radit tidak ingat lagi sebab dia sudah jatuh pinsan. “Tidak mungkin.....” teriak Radit.


Radit frustasi, sebab dia berfikir dia yang melakukan itu semua. “Gue mau pulang, besok gue akan kabarin loe lagi” Radit pergi dari apartemen itu.


Setelah Radit pergi Sarah tersenyum “loe akan jadi milik gue lagi, Dit. Gue akan balas dendam gue karena loe memutuskan gue karena cewek sialan itu” gumam Sarah.


--


--

__ADS_1


--


BERSAMBUNG


__ADS_2