
Indra akan makan malam bersama keluarga Wulan. Indra menjemput Wulan ke kostannya, kemudian mereka berangkat bersama. Sampai disana Wulan mengetuk pintu, dibuka oleh Zein.
Zein diam melihat Wulan datang “ayah sama mama ada?” tanya Wulan.
“Oh, ada. Silakan masuk!” ucap Zein.
“Kak, kenalin ini bang Indra calon suami Wulan” Wulan memperkenalkan Indra sama Zein.
Indra mengulurkan tangannya lalu Zein langsung menyambut tangan Indra. Kemudian mereka masuk menemui mama tiri Wulan dan ayahnya. Wulan langsung memperkenalkan mereka, setelah membicarakan mengenai pernikahan mereka sebentar. Mereka langsung ke meja makan untuk makan malam.
Setelah acara makan malam tersebut, keluarga Viona datang ke rumah mama tiri Wulan. Mereka datang sebagai perwakilan dari keluarga Indra, mereka akan membicarakan mengenai kelanjutan dari pernikahan Indra dan Wulan.
Indra dikamarnya sedang melakukan video call dengan Viona yang masih sedang liburan. “Ada apa bang?” tanya Viona.
“Kapan kalian akan pulang?”.
“Emang kenapa?” Viona.
“Abang sama Wulan akan menikah, tapi kita menunggu kalian pulang”.
Viona dan Delon terkejut “Alhamdulillah, akhirnya bang” Viona.
“Kapan abang akan menikah, rencananya?” Delon.
“Seminggu lagi, kalian kapan pulang?”
“Kita akan pulang waktu abang menikah, tapi maaf bang, kita tidak bisa ikut mempersiapkan” Delon.
“Tidak masalah, yang penting kalian pulang”.
“Kalau abang seminggu lagi, berarti dua minggu setelah abang adalah asisten Rian dan mbak Sera” Viona.
“Apa, Rian akan menikah juga?”
“Iya, bang” Delon.
“Akhirnya juga dia menikah” Indra senang.
“Bie, kita harus beri mereka hadiah istimewa” Viona melihat Delon.
“Iya sayang” Delon membelai kepala Viona.
Sehari menjelang pernikahan Indra, Viona sama Delon tidak juga memberitahu semua orang bahwa mereka akan pulang. Sebenarnya mereka sudah pulang dijemput oleh asisten Rian. Tapi mereka sengaja tidak memberitahu semua orang, sebab mereka akan memberikan kejutan.
__ADS_1
Indra sedang duduk di kamarnya, datang Vandi “kenapa bang?” tanya Vandi.
“Apa mbak belum pulang juga, mas?”
Vandi menggeleng-geleng “mas sudah berusaha menghubunginya, katanya pesawat mereka delay, itu yang membuat mereka telat sampai”.
“Hmz... ya udah mas. Kita langsung ke masjid saja sekarang, kasihan Wulan menunggu lama nanti” Indra berdiri.
Mereka semua langsung ke masjid tempat akad pernikahan Indra dan Wulan. Sampai disana Indra berusaha tersenyum, meskipun dia sedikit kecewa. Setelah selesai akad, mereka semua langsung ke hotel tempat mereka akan mengadakan resepsi. Wulan melihat Indra banyak melamun, dia langsung menghampiri Indra.
“Kenapa bang?” Wulan duduk disebelah Indra.
“Vio benar-benar tidak datang, Lan. Abang berharap dia datang dihari yang spesial buat abang ini” kata Indra.
Wulan mencoba menahan tersenyumnya, sebab dia tahu bahwa Viona sama Delon datang. Mereka ketemu sama Wulan sebelum akad nikah dan diceritakan rencananya sama Wulan. Tapi Wulan akan tetap berusaha menyembunyikan dari Indra.
Malam harinya acara resepsi Indra dan Wulan sudah di mulai. Semua proses sudah dilalui buat mereka, sekarang waktunya buat semua tamu memberi ucapan selamat. Sebelum semua tamu antri, tiba-tiba lampu mati dan mereka
mendengar musik. Kemudian semua orang mendengar orang bernyanyi dan lampu menyoroti orang yang bernyanyi tersebut.
Indra terkejut melihat orang yang bernyanyi itu adalah Delon dan Viona. Mereka langsung jalan menghampiri Indra dan Wulan, semua orang bertepuk tangan.
“Bukannya mereka akan sampai tengah malam” ucap Indra sama Wulan.
“Apa, jadi kamu ikut dengan rencana mereka” Indra sebal.
“Sorry, terpaksa” Wulan minta maaf.
Viona dan Delon menghampiri mereka “abang...” ucap Viona.
Indra ngambek “gak ah.. kesal abang sama kamu”.
“Jangan gitu, yang penting Vio datang kan!” Viona ingin memeluk Indra.
“Hati-hati sayang” Delon mengingatkan Viona.
“Oh iyaa, maaf. Bang gak kasihan sama ibu hamil ini” Viona ikut cemberut.
Wulan dan Indra kaget “apa, hamil!” ucap Indra.
Viona mengangguk, Indra langsung memeluk Viona “adik abang ini. Abang kangen, jadi ini hadiah spesial kata kalian waktu itu?”.
“Iya bang, tapi tidak hanya itu. Nanti sampai di rumah kami kasih tahu hadiah yang lain” ucap Delon.
__ADS_1
“Ya sudah. Istirahat sana, kasihan abang lihat. Itu papa sama mama sudah kangen juga sama kalian” ucap Indra.
“Selamat ya, Vio” Wulan memeluk Viona.
Kemudian mereka langsung menghampiri orang tua mereka dan memberitahu mereka bahwa Viona sedang hamil. Semenjak mereka menikah, mereka menghabiskan waktu hanya pergi honeymoon dan liburan. Setelah kembali mereka datang dengan membawa berita bahwa Viona sedang hamil.
Setelah acara pernikahan Indra dan Wulan, dua minggu kemudian asisten Rian yang akan menikah. Mereka juga datang menghadiri pernikahan mereka, Delon memberikan hadiah buat mereka. Delon membayar lunas rumah yang direncanakan Rian utnuk Sera. Kemudian Delon juga membelikan mobil untuk Rian, sebab selama ini dia pergi menggunakan mobil Delon. Viona memberikan tiket honeymoon buat mereka ke Paris, sebab itu yang diimpikan oleh Sera.
Kehamilan Viona sudah menginjak 7 bulan, dia akan mengadakan 7 bulanan di rumah mereka. Disana mereka kembali mengundang anak yatim dan beberapa keluarga. Viona disana dikejutkan dengan kedatangan Radit bersama Jesika. Sebab Jesika menghilang setelah pernikahan asisten Rian, karena dia sempat menaruh hati sama asisten Rian.
“Vio...” ucap Radit.
“Mas, datang sama siapa? Mami, papi, Rara, dan adik yang lain mana?” Viona melihat sekitaran.
“Mereka tidak datang, sebab mereka sedang liburan ke London. Jadi mas disuruh datang sama mami, mas baru tadi pagi sampai disini. Selamat ya, semoga lahirannya lancar” ucap Radit.
“Makasih banyak mas, udah datang” Viona melihat seseorang dibelakang Radit. Dia seperti kenal dengan orang itu, dia kaget “Jesika!”.
Jesika keluar “loe kemana aja, gue kangen loh” Viona langsung memeluk Jesika.
“Maaf!” Jesika menunduk.
“Kok menunduk gitu, loe gak salah apa-apa kok” Viona menarik dagu Jesika.
Jesika melihat Radit “kenapa harus malu, gue udah tahu semuanya kok. Gue udah tahu kalian ada hubungan kan?” ucap Viona.
Radit tersenyum “gue udah kasih tahusama Viona semuanya. Setelah kita ketemu waktu itu, gue hanya ingin tahu kenapa loe ingin bunuh diri. Jadi Viona memberitahu gue semuanya, sejak itu juga gue sering curhat sama Vio”
cerita Radit.
“Gue doain, kalian secepatnya. Emang loe gak kangen sama anak-anak lain” ucap Viona.
“Kangen banget, Vio” Jesika meneteskan air mata.
Viona langsung memanggil sahabat-sahabatnya, kemudian mereka saling berpelukan melepas rindu. Sedangkan Radit menemui keluarga Viona yang lain, dia juga saling cerita dengan Delon.
Pertemuan Jesika dengan Radit adalah ketika Jesika sedang ingin terjun dari jembatan. Radit sedang melewati jembatan tersebut pulang dari kantor, disana dia melihat seorang cewek yang ingin bunuh diri. Lalau Radit membantu cewek itu agar tidak terjun, ternyata Radit kenal dengan orang itu. Akhirnya setelah pertemuan itu mereka saling bertemu, mereka juga saling tukar kabar. Mereka sama-sama nyaman sebab mereka saling curhat, jadi mereka memutuskan untuk berpacaran.
--
--
--
__ADS_1
BERSAMBUNG