
Delon memperhatikan Viona dari jauh sampai Diana datang. Dia tidak berani untuk mendekati Viona sebab dia merasa malu dan tidak sesuai. Tidak lama kemudian Diana datang dan dia memperkenalkan Delon sama Viona.
“Assalamualaikum” ucap Diana.
“Waalaikumsalam” jawab Viona.
“Vio udah datang, udah lama?” tanya Diana.
Viona bersalam “baru aja unty, tadi Vio ketemu sama seorang cowok. Apa dia karyawan baru unty?” tanya Viona.
“Oh itu, bukan. Delon... Delon kesini dulu” panggil Diana.
Delon datang “iya, ada apa?”
“Vio kenalin anak unty Delon yang baru balik kuliah di Italy. Delon kenalin Viona” ucap Diana.
Mereka berjabat tangan “Delon udah tahu kok bunda, tadi dia bilang namanya” ucap Delon.
“Owh gitu, ayo duduk Vio” ucap Diana, sedangkan Delon kembali ke belakang.
Viona mengeluarkan desaign yang sudah dipilih oleh Vandi “unty ini desaign baju akad sama resepsi yang sudah dipilih sama mas Vandi dan kak Vina. Jadi maksud kedatangan Vio kesini mau minta tolong jait sama karyawan unty, boleh unty”.
Diana melihat desaign “cantik desaign-nya Vio, tentu saja boleh. Nanti akan unty suruh karyawan unty jahit tapi suruh Vandi sama Vina fitting kesini dulu”.
“Dua hari lagi mereka datang, soalnya mas Vandi sedang di Korea sekarang” jawab Viona.
“Nggak apa-apa. Bagaimana dengan kainnya, apa Viona yang pilih atau beli?” tanya Diana.
“Unty sajalah, unty kan tahu mana yang bagus buat mas” ucap Viona.
Diana mengangguk-angguk “ok, bisa diatur”.
“Unty, sebenarnya maksud kedatangan Vio nggak itu saja. Sebelum berangkat Vio harus menjadi WO 2 pernikahan sekaligus unty. Jadi Vio mau minta tolong sama unty, unty kan sudah berpengalaman” cerita Viona.
“Pernikahan siapa saja Vio?” tanya Diana.
“Pertama pernikahan mas Vandi dan kak Vina, seminggu menjelang Vio wisuda. Kedua pernikahan sahabat Vio, seminggu setelah Vio wisuda. Jadi Vio di tunjuk menjadi WO mereka dan sekaligus tugas pertama dari Floe Criss. Nanti hasilnya akan ditayangkan di sebuah stasiun televisi secara langsung unty. Vio belum ada pengalaman sedikit pun, jadi Vio ingin kerja sama dengan unty” lanjutcerita Viona.
“Unty paham sekarang, jadi Vio yang merancang semuanya dan bahan serta perlengkapannya dari butik unty” ucap Diana.
“Iya unty. Apa unty bisa bantu Vio?” tanya Viona.
“Iya, akan unty bantu. Sebenarnya Floe sudah bilang juga sama unty, ini memang tugas pertama buat Vio menjelang berangkat. Jadi masalah baju bisa langsung dengan unty tapi masalah WO Vio harus bicara sama Delon. Sekarang semuanya masalah WO sudah unty serahkan sama Delon” jawab Diana.
“Bisa saja unty” ucap Viona.
“Terus, desaign buat sahabat Vio itu mana?” tanya Diana lagi.
“Masih belum selesai unty, tapi rencana Vio sama nantinya dengan waktu mereka fitting” ucap Viona.
__ADS_1
“Ok, jadi masalah WO bisa langsung sama Delon. Apa sekarang mau bicara dengannya?” ucap Diana.
“Belum lagi unty, Vio belum buat rancangannya. Mungkin seminggu lagi baru settle semuanya dan Vio akan datang kesini lagi. Untuk sekarang Vio harus balik unty sebab Vio mau ke rumah sakit lihat paman Vio sakit” kata Viona.
“Baiklah, titip salam sama papa dan mama” ucap Diana.
Ternyata sewaktu Viona dan Diana berbicara, Delon memperhatikan Viona dari jauh saja. Dia merasa mulai menyukai Viona dan dia tidak mau terburu-buru mengatakannya. Dia hanya bisa melihat dan memperhatikannya dari jauh saja. Viona pamit untuk pulang dan langsung menuju rumah sakit melihat pamannya yang sedang dirawat disana.
***
Beberapa hari kemudian Viona datang lagi ke butik Diana Colection bersama Vandi, Vina, Kiki, dan Fuji. Sampai disana langsung di sambut oleh Diana. Viona langsung memperkenalkan mereka masing-masing pada Diana. Sewaktu mereka sedang bincang-bincang datang Delon dengan membawa banyak kain.
“Bunda, itu kain yang bunda pesan udah sampe” ucap Delon.
“Iya, suruh Adi dan Beni mengangkatnya kedalam” ucap bunda.
“Siapa dia unty, nggak pernah Vandi melihatnya selama ini?” tanya Vandi.
“Itu anak unty yang kuliah di Italy Vand, baru seminggu dia sampai disini. Jadi sekarang dia bisa bantu unty disini” jawab Diana.
“Jadi itu Delon unty, mbak pernah bilang sama Vandi kalau dia juga seorang desaigner. Dia juga yang akan bantu mbak nantinya” ucap Vandi.
“Iya Vand” Delon berjalan melewati mereka “Delon sini dulu” Diana memanggilnya.
Delon menghampiri mereka “Delon kenalin ini Vandi, Vina, Fuji, dan Kiki. Mereka inilah jop yang bunda katakan semalam” Diana memperkenalkan mereka.
Delon bersalam dengan mereka semua “kalau gitu saya lanjut kerja ya” Delon minta izin keluar.
“Mas saja duluan kan itu berat” ucap Viona.
“Fine, thank you” jawab Delon, Viona hanya membalasnya dengan senyuman.
Viona masuk dalam sebuah resto dan langsung mencari tempat duduk. Sewaktu Viona datang James melihatnya, ada seorang pelayan yang mau menyamparin Viona. James langsung memanggil pelayan tersebut, biar dia yang menghampirinya. James langsung mengambil menu makanan dan menghampiri Viona.
“Siang mbak, mau pesan apa” kata James.
“Sebentar ya mas” Viona melihat James dan kaget “loe...”.
James tersenyum “iya gue, sehat?”.
“Alhamdulillah gue sehat, jadi loe....” jawab Viona.
“Ini resto gue, silakan pesan apa?” tanya James.
“Ooo.. pantasan Jesika suruh gue datang kesini. Sebenarnya gue ada janji sama Jesika, Luna dan Lala, Jesika bilang suruh gue datang kesini. Jadi karena ini dia menyuruh gue kesini” Viona tersenyum juga.
“Gue nggak nyangka loe datang kesini” James duduk “tadi gue lihat loe, makanya gue samparin loe” ucap James.
“Gue nggak tahu makanan apa yang enak disini, sebelum mereka datang gue pesan minum dulu” Viona melihat menu.
__ADS_1
James memanggil pelayan “mbak ini mau pesan” ucap James.
“Iya mbak mau pesan apa?” tanya pelayan.
“Gue pesan ini saja” Viona menunjuk menu “terimakasih”.
Pelayan mengambil menu dan pergi “So, sejak kapan loe buka resto ini?” tanya Viona.
“Sudah satu tahun, semenjak gue lulus, gue langsung buka” jawab Viona.
Sewaktu mereka sedang bercakap-cakap, Jesika, Luna, dan Lala datang. Mereka turun dari mobil “resto siapa ini Jes?” tanya Lala.
“Ada deh” Jesika bicara pada seorang pelayan “aa mana?”
“Ada di dalam mbak” jawab pelayan itu.
Luna melihat Viona bersama seorang laki-laki “siapa cowok dengan Viona itu” ucap Luna.
“Ayo kita masuk” ajak Jesika.
Mereka langsung masuk, Viona pun melihat mereka “itu mereka sudah datang”.
“Eh sorry telat” ucap Jesika.
“Its ok, ada James temani gue” jawab Viona.
Mereka duduk “Jadi James ada disini juga, kok bisa kalian ketemu?” tanya Luna.
“Kalian nggak tahu juga, kan dia yang punya resto ini” jawab Viona.
“Pantasan Jesika kenal dengan pelayan di depan tadi” sambung Lala.
“Sorry, gue nggak bermaksud bohongi kalian” Jesika minta maaf.
“Gue tinggal ya, silakan pesan makanan apa saja, ini semua free buat kalian” ucap James.
“Thank you” jawab mereka bersama.
“You welcome” James langsung pergi dan memanggil pelayan.
“Sebab loe udah sering makan disini, apa makanan yang spesial disini, Jes?” tanya Viona.
“Semuanya enak disini, silakan kalian pesan apapun. Gue mau kebelakang sebentar” Jesika langsung pergi.
--
--
--
__ADS_1
BERSAMBUNG