DILEMA (Menentukan Pilihan)

DILEMA (Menentukan Pilihan)
Bertengkar


__ADS_3

Semua orang sudah duduk di meja makan, tidak lama kemudian datang papi dan Rian. Kemudian datang pula Leo dan Radit, Leo menarik-narik Radit turun. Radit masih merasa kesal pada semua orang, sebab semua orang terus menyalahkannya.


“Mas, adek duduk dekat mbak Vio ya, adek mau minta suap sama mbak Vio” ucap Leo.


“Jangan mengada-ngada deh dek, udah besar kan, bisa makan sendiri” Radit marah.


Leo langsung cemberut dan Viona jadi kesal juga “mas,,, kalau marah pada semua orang nggak usah dilampiaskan sama Leo. Dia masih kecil, nggak tahu apa-apa”.


“Iya mas ini, lagian kan adek udah biasa makan sama mbak Vio kalau mbak disini. Mas kenapa sih, lupa atau pura-pura lupa” sambung Rara.


“Sudah-sudah, nggak baik marah-marah di depan rezeki” mami memberhentikan mereka semua.


“Dek, sini dek, sini mbak Vio suap” Viona memanggil Leo.


Leo senang dan dia langsung duduk di sebelah Viona. Sedangkan Radit menatap Viona dengan kesal sebab dia membentak Radit.


“Mas, kalau menatap aku seperti itu nggak bakalan bikin kenyang loh. Mau aku suap juga” ucap Viona. Semua orang tersenyum melihat Radit sebab dia di ledek oleh Viona.


“No, thanks” Radit kesal.


Setelah selesai makan malam semua orang duduk di ruang keluarga. Sedangkan Leo dan Rian sedang buat tugas sekolahnya yang dibantu oleh Dea sama Luna. Rara menyiapkan minum dan kue di meja makan, sedangkan Radit sibuk main ponselnya.


“Pi, mi, sebenarnya maksud kedatangan Vio kesini ada yang mau Vio katakan sama papi dan mami. Mungkin ini terakhir kali Vio datang, sebab Vio akan pergi” ucap Viona.


Radit mendengarnya sambil duduk dan terkejut “mau pergi kemana Vio?” tanya papi.


“Terus kuliah Vio bagaimana?” tanya mami.


“Begini pi, mi, kemaren orang dari dinas pendidikan dan seorang desaigner terkenal di Paris datang ke kampus. Vio dapat beasiswa melanjutkan kuliah S2 di Paris dan Vio juga di kontrak kerja disana selama 2 tahun. Jadi seminggu setelah wisuda Vio harus berangkat ke Paris” jawab  Viona.


“Alhamdulillah, papi sama mami ikut senang” ucap papi.


“Iya Vio, mami hanya bisa doa yang terbaik saja buat kamu. Walaupun sudah pergi jauh nanti jangan lupain kita semua disini” sambung mami.


“Kalau mbak Vio wisuda, berarti kak Luna juga wisuda?” tanya Rara.


“Akak belum lagi Ra, Vio itu wisuda tanpa ujian akhir loh Ra. Skripsi dia langsung di ACC sama Ms. Floe Criss, Rara tahu siapa dia?” tanya Luna.


“Rara tahu kak, dia kan desaigner terkenal di Paris itu kan” jawab Rara.


“Iya, dia juga yang akan jadi pembimbing Vio selama di Paris dan Vio juga kerja bersama Ms. Floe itu” ucap Luna.


Rara terkejut “mbak, itu benar-benar menakjubkan mbak, Rara salut sama mbak”.


“Oya mi dan semuanya jangan lupa datang wisuda Vio ya” ucap Viona.

__ADS_1


“Akan mami usahain Vio” jawab mami.


                                                                                    ***


Papa dan mama Viona baru selesai sholat Isya “mbak kemana ma, dari sore tadi papa nggak lihat?” tanya papa.


“Mbak kan pergi ke rumah Radit, kalau sudah kesana, mana dibolehin oleh keluarga Radit dia untuk pulang, pasti dia tidur disana” jawab mama.


“Oh iya, tadi mbak juga sudah televon papa, papa lupa. Kalau Vandi kemana?” ucap Papa.


“Vandi mau ketemu sama Vani, katanya mau bicarakan tentang hari pertunangan dan pernikahan mereka” jawab mama.


                                                                                    ***


Vandi dan Vani makan di kafe “apa yang mau mas bicarakan sama aku?” tanya Vani.


“Begini Van, mas sama family udah bicara mengenai pertunangan kita itu, mereka setuju. Jadi kita tunangan minggu depan dan sekitar 3 bulan lagi seminggu menjelang mbak wisudah kita nikah. Bagaimana menurut kamu?” tanya Vandi.


“Mbak wisuda, cepat sekali, berarti dia 3,5 tahun kuliahnya. Kalau tunangan aku setuju tapi kalau nikah kenapa harus seminggu sebelum mbak wisuda?” tanya Vani.


“Sebab mbak dapat beasiswa melanjutkan kuliah S2 di Paris dan dia harus berangkat seminggu setelah wisuda. Mbak juga di kontrak kerja selama 2 tahu disana bersama Ms. Floe Criss, seorang desaigner terkenal di Paris” penjelasan Vandi.


Vani kaget “apa, mbak di kontrak kerja bersam Ms. Floe Criss selama 2 tahun?”.


“Iya. Kalau mbak udah pergi pasti dia akan sulit untuk balik lagi kesini. Jadi papa ingin semua keluarga ada pas kita nikah itu. Bagaimana menurut kamu, kata mama kalau kamu nggak setuju nggak apa-apa juga” ucap Vandi.


“Apa?” Vandi happy.


“Aku mau kita pergi honeymoon ke Paris dan kita berangkat sama dengan mbak. Kita juga bisa temani mbak disana sampai dia bisa beradabtasi sama orang-orang disana. Bagaimana mas?” tanya Vani.


“Ok, fine. Mas setuju, tapi kita harus sembunyikan honeymoon kita ini sama mbak. Dia pasti nantinya akan terkejut kalau dia sempat tahu kita akan pergi sama dia” jawab Vandi.


“Aku juga setuju kalau gitu mas” ucap Vani.


                                                                                    ***


Viona sedang ke dapur mengambil minum, Radit melihat Viona. Sewaktu Viona mau balik ke kamarnya, Radit langsung menarik Viona ke tepi kolam renang.


“Eh, kenapa nih!” ucap Viona.


“Apa benar kamu akan pergi dan nggak bakalan balik?” tanya Radit.


“Iya, emang kenapa?” ucap Viona sambil melepaskan tangannya.


“Kenapa kamu harus pergi, apa karena kamu dengar perkataan aku sama papi tadi” tanya Radit.

__ADS_1


“Nggak, sebab aku emang akan pergi juga. Kamu lupa, mimpi aku kan ingin melanjutkan kuliah aku di Paris. Walaupun aku tidak dapat beasiswa, aku juga akan tetap pergi. Sebab itu kan kamu putuskan aku, sebab kamu ingin cepat-cepat nikah tapi aku masih belum mau” Viona kesal.


“Aku minta maaf, kamu jangan pergi ya, pleace!” Radit memohon.


Viona tertawa “kamu memang lucu ya. Dulu kamu yang putuskan aku, sekarang kamu larang aku pergi. Kamu ingin apa sih! Aku bingung kenapa kamu lakukan semua ini? Apa kamu nggak kasihan sama papi sama mami, tidak perlu kasihan sama mereka, setidaknya kasihan pada diri kamu sendiri”.


“Maksud kamu?” Radit tidak mengerti.


“Aku sudah tahu semuanya, jangan hanya kamu benci sama aku, kamu melampiaskan pada semua orang. Jaga diri kamu sendiri, apa kamu fikir dengan apa yang kamu buat sekarang akan buat kamu puas. Aku tidak pernah benci sama kamu, kamu yang ingin kita tidak ada komunikasi. Sekarang kamu marah-marah sama aku dan keluarga kamu. Jangan karena aku, kamu merusak semua gadis di bumi ini, ingat tuhan” Viona langsung pergi.


“Kalau bukan karena kamu, aku tidak akan seperti ini. Walaupun kamu tetap pergi, kamu tidak akan pernah lihat aku seperti dulu” teriak Radit.


“What ever and I don’t care” Viona tetap jalan.


Pagi harinya, Radit bangun dari tidur dan langsung menemui mami di dapur. “Mi, mana semua orang?” tanya Radit.


“Papi udah pergi kerja, Rara udah ke kampus, Dea, Rian, dan Leo udah ke sekolah” jawab mami.


“Kalau Vio sama temannya?” tanya Radit sambil duduk.


“Dia udah balik sambil antar Leo dan Rian ke sekolah, katanya dia nggak mau ketemu sama kamu. Emang ada apa semalam?” tanya mami.


“Nggak ada apa-apa” jawab Radit.


Mami duduk di depan Radit “jujur sama mami, semalam mami dengar ada orang yang berantem di luar. Papi juga lihat kamu semalam menarik Viona ke tepi kolam, ada apa?” desak mami.


“Mas hanya ingin bicara sama Vio saja mi, tapi dia langsung saja marah-marah sama mas” jawab Radit.


“Kamu bohong, kenapa dia marah coba?” mami tidak percaya.


“Sebab mas tarik dia keluar” Radit berusaha menyembunyikannya.


“Oh itu, pantasan dia marah, kamu seenaknya saja tarik dia. Kalau mami pun pasti marah juga. Terus apa yang mau kamu lakukan sekarang, nggak ingin cari kerja?” ucap mami sambil masak.


“Untuk hari ini nggak tapi kalau besok-besok belum tentu juga. Oya mi thanks breakfast, mas pergi dulu” Radit langsung pergi.


“Ingat, kamu nggak boleh keluar rumah sebelum kamu dapatkan mobil kamu itu” teriak mami.


“Ok mi” jawab Radit.


Radit masuk ke ruang musik, disana dia hanya melihat kenangan dia bersama Viona. Di tempat itu mereka selalu habis waktu berdua. Disana juga terdapat tempat barang-barang yang dikasih oleh Viona pada Radit.


--


--

__ADS_1


--


BERSAMBUNG


__ADS_2