
Dian memanggil Viona yang sedang menggambar di ruangannya, Dian mengetuk pintu “yeah...” ucap Viona dari dalam.
Dian membuka pintu “sibuk Vio?” tanya Dian sambil masuk.
“Mbak Dian, nggak terlalu mbak, kenapa?” tanya Viona.
“Dipanggil momy, eh maksudnya Ms. Floe” jawab Dian.
Viona berdiri “ayo mbak” mereka berjalan ke ruangan Ms. Floe.
Sewaktu sampai disana sudah ada Delon yang sedang bicara sama Ms. Floe. “Hai Delon!” sapa Viona.
“Hai Vio” ucap Delon dengan senyum.
“Okay Vio, you two already know. I called you here to discuss our cooperation in Indonesia which I once talked about. I will appoint Delon as my representative, because I can’t always be there. How about Vio?” ucap Ms. Floe.
Viona melihat Delon “no problem miss. I’ve been working with Delon. So I’m not too difficult later to make acquaintances again” jawab Viona.
“Fine then, you can continue whatever you want to discuss. I’ve talked to Delon and later if you have anything to ask, please contact me or Dian. I have to say goodbye, because I have to go to America for a meeting” Ms. Floe.
“Thank you miss” Viona bersalaman dengan Ms. Floe.
“Be careful mom” lanjut Delon.
Ms. Floe dan Dian pergi meninggalkan kantor, mereka menuju bandara. Kemudian Dian kembali lagi menemui Delon “Delon...” Dian membuka pintu.
Delon dan Viona melihat Dian “kenapa kak?”.
Dian mengambil kunci mobil di dalam tasnya “ini kunci mobil kamu. Mobilnya sudah ada di rumah kamu dan jangan ugal-ugalan lagi bawa mobilnya, pesan momy saama bunda. Kalau masih seperti itu daddy akan datang menjual mobil kamu”.
“Iya kak, nggak lagi kok” Delon mengambil kunci mobil.
“Vio, hati-hati kalau pergi sama Delon nanti ya” Dian langsung pergi lagi.
Viona melihat sama Delon “jangan dengarin, itu sudah tiga tahun yang lalu” ucap Delon.
“Why? Must be because of a girl” gumam Viona sambil melangkah keluar.
“Wait, what do you mean?” Delon menahan pintu yang mau dibuka Viona.
“Selow bro, ikut gue” Viona langsung membuka pintu.
Viona mengajak Delon ke ruangannya “ini ruangan siapa?” tanya Delon.
“Silakan duduk. Ini ruangan gue, gue minta maaf ajak loe kesini. Gue merasa segan aja diruangan Ms. Floe yang orangnya tidak ada” kata Viona sambil duduk.
“So, buat apa kita disini?” tanya Delon.
“Buat masak... haha lucu.. ya buat bahas yang dikatakan Ms. Floe tadi lah” jawab Viona sebal.
“Loe bisa bercanda juga ya. Oke, kita mulai dari mana?” tanya Delon lagi.
“Dari tadi.. ya mana gue tahu, kan loe udah bicara sama miss” Viona sambil main ponsel.
__ADS_1
“Gue sudah bicara sama momy, sebelum loe balik ke Indonesia, loe harus ada tempat untuk loe buka butik. Jadi apakah loe sudah ada tempat bangunannya?”.
“Gue sudah ada tanah untuk membangun butik itu. Tapi yang bikin gue dilema apakah butik itu akan siap menjelang gue kembali ke Indonesia”.
“Kalau itu gue bisa mengurusnya, apakah loe ada orang kepercayaan loe untuk membantu gue disana?”
“Ada, abang angkat gue. Tapi bagaimana dengan desainnya?”
“Gue ada desain butik yang bagus, tapi apakah loe suka apa nggak, itu terserah loe”?
“Mana desainnya, coba gue lihat” pinta Vione.
“Di rumah gue, gue nggak ada bawa”.
“Nanti aja kita ketemu atau besok, soalnya gue mau ke kampus” ucap Viona.
“Loe berapa lama lagi menjelang wisudah?” tanya Delon.
“Empat bulan lagi, why?”
“Nanti aja lah kita bahas, ayo gue antar loe ke kampus. Loe nggak bawa mobil kan?”ajak Delon.
“Gratis kan!” ledek Viona.
“Ya nggak lah, bayar donk” Viona menatap Delon kesal “gue bercanda, lagian gue sekalian mau pulang” Delon berdiri.
“Tunggu, bukannya mobil loe di rumah tadi mbak.......”
Belum selesai Viona bicara langsung disambar Delon “tadi gue bawa mobil momy, jadi gue mau antar mobil ke rumah momy. Nanti gue pulang ke rumah diantar sopir momy, ayo tunggu apa lagi” Delon jalan keluar.
“Kenapa gue harus tinggal di rumah orang lain selagi gue ada rumah. Gue nggak bakalan bisa bebas di rumah orang lain, kalau di rumah gue gue bisa sesuka hati gue mau lakukan apa saja. Coba loe fikir, gue seorang arsitek
punya rumah impian. Jadi untuk apa rumah itu gue bangun kalau gue tetap akan tinggal di rumah orang lain” penjelasan Delon.
“Meskipun itu rumah Ms. Floe ataupun rumah unty Diana?”
Delon tersenyum “jadi loe gak tahu juga kalau gue di Indonesia tinggal sendiri?” Delon melihat Viona.
“Nggak, mana gue tahu” ucap Viona.
“Begini ceritanya, gue kuliah di Italy selama 5 tahun mengambil jurusan arsitek. Semenjak gue lulus S1 gue dikontrak kerja disana sambil gue kuliah mengambil S2. Kemudian semenjak gue kerja disana gue bisa mendirikan
perusahaan arsitek sendiri di Indonesia. Waktu gue balik ke Indonesia kemaren itu adalah peresmian perusahaan gue. Loe ketemu sama gue di butik bunda, karena waktu itu gue sedang ada projek sama bunda. Nyatanya projek itu membantu loe dari tugasnya momy. Sampai sekarang gue juga harus membantu loe dalam projek butik loe. Tapi selama gue kerja sama dengan loe gue merasa kita cocok dan satu ide makanya waktu momy menawarkan kerjasama itu gue setuju” lanjut penjelasan Delon.
Mereka sampai di kampus dan Delon menghentikan mobilnya “ini kan kampus loe?” tanya Delon.
Viona melihat sekeliling “iya, makasih ya. Lain kali kita cerita-cerita lagi ya, seru bicara sama loe” Viona membuka seat belt dan pintu mobil.
“Vio...” Delon memberhentikan Vioan yang mau membuka pintu mobil.
Kemudian Viona melihat Delon “iya, kenapa?”
“Kalau gue jemput lagi nantinya, gimana?” ucap Delon.
__ADS_1
“Nggak usah, dari sini ke apartemen gue dekat kok hanya 5 menit doang jalan kaki” Viona menolaknya.
“Owh... ya udah kalau gitu” Delon sedikit kecewa.
Viona tersenyum dan keluar dari mobil, setelah itu Viona jalan masuk menuju kampus. Sedangkan Delon memperhatikan Viona jalan masuk sampai dia menghilang tidak kelihatan lagi oleh Delon. Setelah itu Delon menjalankan mobilnya menuju rumah Ms. Floe.
***
Keesokan harinya Viona masih tidur di apartemen, tiba-tiba ponselnya berdering. Viona terbangun dan melihat ponselnya siapa yang sedang meneleponnya. “Delon, ngapain dia telepon pagi-pagi gini” gumam Viona sambil mengangkat telepon tersebut.
“Assalamulaikum Delon” ucap Viona dengan suara serak bangun tidur.
“Waalaikumussalam. Belum bangun juga?” tanya Delon.
“Iya, tadi siap subuh gue tidur lagi. Kenapa?”
“Bentar lagi gue kesana jemput loe, ada yang mau gue omongin mengenai projek kita di Indonesia”.
“Iya gue siap-siap dulu, emang loe tahu apartemen gue?”
“Tahulah, itu apartemen milik daddy”.
“Daddy?” Viona tidak mengerti.
“Mantan suami Ms. Floe Criss” ucap Delon.
Viona kaget “jadi Ms. Floe pernah nikah?”
“Iya, kenapa? Emang loe tidak tahu?” Delon bingung.
“Gue beneran tidak tahu sama sekali, kenapa mereka pisah?” Viona kepo.
“Karena Ms. Floe tidak bisa memberikan keturunan buat daddy, jadi Ms. Floe bercerai dengan daddy. Tunggu, kenapa kita bahas momy sih, cepat gih siap-siap” perintah Delon.
“Ya udah, nanti loe jelaskan sama gue ya mengenai Ms. Floe” ucap Viona.
“Nggak ah, malas” Delon menolaknya.
“Kalau gitu gue gak jadi pergi, kapan-kapan aja” ancam Viona.
“Apa-apaan Vio,, jangan aneh-aneh deh, gue udah di jalan kesana” Delon sebal.
“Kalau loe tidak mau cerita sama gue, ya gue gak jadi pergi sama loe” ancam balik Viona.
“Iya.. ya.. Viona sayang, nanti gue ceritain semuanya sama loe. Jadi sekarang siap-siap, puas.....” kata Delon dengan lembutnya.
Viona tertawa “hahaha.... loe lucu, oke Delon sayang... assalamualaikum” Viona langsung mematikan ponselnya.
“Waalaikumussalam. Dasar cewek gila” ucap Delon setelah mematikan ponselnya.
--
--
__ADS_1
--
BERSAMBUNG