DILEMA (Menentukan Pilihan)

DILEMA (Menentukan Pilihan)
Bridal Shower


__ADS_3

Hari ini semua orang sedang bersiap-siap untuk pergi ke puncak. Sebab acara pernikahan Viona dan Delon akan diadakan disana. Keluarga Delon sudah sampai di puncak duluan, mereka sudah menempati tempat yang sudah


disediakan. Kemudian sahabat-sahabat Viona, Luna dan Lala juga datang duluan. Sebab mereka akan mempersiapkan acara bridal shower untuk Viona. Mereka sudah merencanakan semua itu dengan Delon dan asistennya.


Beberapa jam kemudian keluarga Viona sudah sampai juga. Tapi Delon tidak ikut menyambutnya sebab mereka sudah dilarang untuk bertemu. Setelah mereka sudah masuk ke kamar masing-masing, Viona masih menikmati pemandangan disana.


Wulan masuk kamar Viona “Vio, ikut aku yuk”.


“Kemana?”


“Ikut aja” Wulan menarik Viona.


“Sebenarnya kita mau kemana?” Viona bertanya pada Wulan sambil jalan.


Mereka sampai di tengah-tengah perkebunan, disana sudah ada tenda untuk mereka mendakan bridal shower. Sebelum masuk perkebunan mata Viona sudah di tutup oleh Wulan. Wulan dibimbing Viona jalan menuju tenda.


“Oke Vio, aku akan membuka penutup telinga kamu. Aku akan hitung sampai tiga, baru kamu buka ya, 1 2 3...” Wulan membuka penutup mata Viona.


“Surprise.....” teriak semua orang disana.


Viona terkejut “oh my god....”


“Ayo mbak, mbak harus duduk disini” Venus membawa Viona duduk di kursi.


Salsa membawa peralatan yang akan dipakai oleh Viona “ayo, kita mulai”.


“Lets go...” ucap mereka semua.


“Kalian mau pada ngapain” kata Viona.


“Loe harus diam dan tenang, setelah selesai baru loe boleh lihat” kata Jesika.


Mereka langsung memakaikan semua peralatan, beberapa menit kemudian mereka selesai memakaikannya. Luna memberikan kaca besar pada Viona untuk melihat penampilannya.


“Sekarang, kamu boleh lihat” kata Luna.


Viona kaget “why? Kok gue jadi seperti ini sih”.


“Kak, kita foto-foto dulu” Venus mengajak sahabat-sahabat Viona untuk berfoto.


Mereka semua langsung berfoto-foto, setelah berfoto-foto mereka langsung karaoke bareng. Tiba-tiba ponsel Viona berdering, ada panggilan video call dari Delon. Lala melihat nama Delon, dia langsung mengambil dulu ponsel Viona.


“Lala...” ucap Viona.


“No no no, loe gak boleh saling komunikasi” kata Lala.


Viona langsung cemberut, Venus langsung yang mengangkat panggilan itu “assalamualaikum mas” jawab Venus.


“Mbak mana,dek?”


“Ada, tapi mas gak boleh komunikasi sekarang”.


“Why?”


“Bukannya unty sama bunda sudah melarang mas, hanya sehari saja lagi mas”.


“Tapi mas ingin melihat wajah mbak aja”.


“Boleh, tapi sedikit ya” Venus langsung mengganti kamera menjadi kamera belakang.


Delon kaget melihat penampilan Viona “dek, kenapa dengan mbak?” tanya Delon.

__ADS_1


“Mas lupa apa pura-pura lupa, kita kan lagi bridal shower. Mas sendiri yang menyiapkan semua ini mas juga yang lupa” jawab Venus.


“Tapi lucu juga penampilan, mbak kek gitu” Delon tertawa setelah melihat penampilan Viona.


Semua orang disana juga tertawa, Viona jadi ngambek “kenapa kalian juga ikut tertawa”.


“Mas tahu gak, mbak Vio ngambek loh” adu Venus.


“Bilang sama mbak, jangan ngambek, tetap cantik kok” kata Delon sama Venus.


“Mbak dengar tidak...” kata Venus sama Viona.


“Sudahlah, kalian lanjutkan acaranya, happy!” Delon menutup ponsel.


Venus meletakan ponsel diatas meja “sekarang kita lanjut memberikan hadiah buat calon pengantin” kata Salsa.


“Siapa yang mau memberikan dulu” sambung Wulan.


“Venus duluan kak” kata Venus.


Venus langsung memberikan kotak pada Viona “mbak, ini hadiah dari adek. Mbak buka ya dan adek harap mbak suka”.


Viona mengambil hadiahnya “terimakasih adek” Viona langsung memeluk Venus. Setelah itu dia langsung membuka hadiah dari Venus.


”Selanjutnya siapa?” tanya Viona.


“Aku lagi Ven” ucap Salsa. Salsa langsung menghampiri Viona “mbak, ini dari Salsa. Kalau mbak gak suka terima saja ya” Salsa memberikan hadiahnya.


Viona menerimanya “apapun hadiahnya, mbak terimah kok. Terimakasih ya!” Viona memeluk Salsa.


Selanjutnya adalah Wulan, Wulan langsung memberikannya “ini sebenarnya bukan aku saja yang kasih. Tapi disini ada dua hadiah, dari aku sama bang Indra. Tapi hadiahnya sepasang buat kamu sama Delon” kata Wulan.


Viona mengambil hadiah “keputusan! Keputusan apa?” tanya Jesika.


“Kalian belum tahu ya, kalau abang sudah melamar Wulan” kata Viona.


“Really!” kata Luna, Lala, dan Jesika.


“Iya, tapi masalahnya belum jawab” sambung Viona sambil membuka hadiahnya.


“Kenapa Lan, kok belum jawab?” tanya Luna.


Wulan hanya menggeleng “gue harus tanya bokap gue dulu” ucap Wulan sambil duduk.


“Its oke. Kita semua akan mendukung apapun keputusan loe” kata Lala.


Mereka semua langsung memeluk Wulan “terimakasih guys” ucap Wulan.


Setelah mereka membicarakan mengenai Wulan, selanjutnya yang memberi hadiah adalah Jesika, Lala, dan Luna. Mereka memberikan hadiahnya satu, tapi lumayan besar. Semua orang kaget melihat hadiah besar dari mereka semua.


“Wow... besarnya lagi. Apa ini?” Viona kaget.


“Ini bukannya hadiah waktu kita pergi shopping kan?” tanya Wulan.


“Ya bukan lah, kalau kita fikir-fikir itu yang mau kita kasih Vio pasti sudah punya semuanya” jawab Jesika.


“Jadi ini apa?” Viona penasaran.


“Ya kalau mau tahu, ya loe buka dong!” kata Luna.


Viona langsung membuka hadiah tersebut, waktu membuka pertama Viona kaget karena masih ada kotak lagi. Kemudian Viona buka lagi, masih ada kotak lagi. Sudah kelima kalinya Viona buka tapi tetap sama, Viona semakin

__ADS_1


sebal.


“Malas ah gue bukanya, dari tadi kotak aja isinya” Viona kesal.


“Please, sekali lagi buka, ini beneran” kata Lala.


“Iya Vio, sekali lagi” sambung Luna.


“Iya Vio, ini serius” lanjut Jesika.


“Buka saja Vio, terakhir doang” kata Wulan.


“Oke..” Viona akhirnya membuka hadiah tersebut.


Setelah semuanya terbuka, Viona kaget melihat hadiah dari sahabat-sahabatnya. Viona langsung memeriksa hadiah dari sahabatnya, kemudian dia kaget dengan melihat hadiahnya.


“Kalian benar-benar” Viona tersenyum setelah melihat hadiahnya “untuk apa ini semua?”.


“Ya untuk loe lah, loe nanti pasti membutuhkan ini” kata Jesika.


“Iya, gue tahu. Tapi kalian membelinya sepaket gini” kata Viona sambil tersenyum menahan tertawanya.


“Loe pakai ya” kata Luna.


“Iya, ya. Makasih banyak sebelumnya” ucap Viona.


“Kalau semuanya sudah selesai kita makan dulu sebelum balik ke villa. Mubazir kan makanan semua ini, sudah susah asisten Rian mempersiapkan ini semua” ucap Lala.


“Iya, kita harus habisin ini semua dulu” sambung Viona.


Mereka semua langsung makan makanan semua itu sambil bercanda-canda. Kemudian mereka siap-siap untuk kembali ke villa.


“So, kita jalan kaki balik ke villa?” tanya Viona.


“Ya gak lah Vio, sebentar lagi yang jemput kita datang” kata Jesika.


Tidak lama kemudian asisten Rian datang menjemput mereka, asisten Rian keluar dari mobil, lalu menghampiri Viona dan teman-temannya.


“Udah siap, nona?” tanya Rian.


“Udah, loe bawa semua itu. Tunggu, satu mobil aja, Yan?” tanya Viona.


“Nggak nona, masih ada dibelakang. Sekarang nona harus cepat sampai di villa, sebab di tunggu sama yang lain” jawab Rian.


“Baiklah. Guys, gue duluan ya. Dek sama Salsa ikut mbak ya, nanti kalau mobil satu lagi pasti gak muat” ajak Viona.


“Tidak masalah ini mbak?” tanya Venus.


“Tidak apa-apa, kalian duluan saja. Benar kata Viona, nanti kalau pakai mobil satu lagi kita pasti gak muat” ucap Jesika.


“Kita duluan ya, kak” kata Salsa.


Viona, Salsa, dan Venus pulang duluan bersama Rian sedangkan yang lain sedang menunggu mobil satu lagi. Tidak lama kemudian mobil itu datang, mereka pun langsung pulang juga ke villa.


--


--


--


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2