
Malam harinya setelah makan malam, Viona keluar dari kamarnya dan menemui keluarganya di ruang keluarga.
“Mas, kapan sampai?” tanya Viona.
“Menjelang maghrib tadi, kenapa nggak sholat?” tanya Vandi.
“Mbak emang lagi nggak sholat mas” jawab Venus.
“Pasti ada yang mau di omongin kan?” ucap mama.
“Hehe.. kok mama tahu sih” jawab Viona.
“Tahulah, tadi kata bibik dan mamang bilang mbak buru-buru ke kampus. Katanya dapat telepon sudah di tunggu di kampus, tanpa sarapan perginya kan!” ucap mama.
“Kenapa mbak?” tanya papa.
“Sebenarnya mbak dapat beasiswa kuliah di Paris” jawab Viona.
Semua orang kaget “apa, alhamdulillah”.
“Bagaimana ceritanya mbak bisa dapat?” tanya Vandi.
“Tadi mbak di suruh datang ke kampus, ternyata mbak sudah di tunggu oleh orang dari dinas dan Miss. Floe Criss. Katanya mbak dapat beasiswa kuliah S2 di Paris dan langsung dibimbing oleh desaigner terkenal di Paris yaitu Miss. Floe Criss. Mbak juga di kontrak kerja selama 2 tahun bersama Floe Criss di Paris. Setelah mbak selesai kuliah mbak bisa buka butik di Jakarta sebagai cabang dari butik Floe Criss. Satu lagi 3 bulan lagi mbak bisa wisuda tanpa ujian akhir. Seminggu setelah wisuda mbak langsung berangkat ke Paris bersama Floe Criss” cerita
Viona.
“Alhamdulillah, jadi mbak kuliah nggak jadi pakai uang papa donk” ucap Vandi.
“Iya nggak jadi, mas puas!” jawab Viona.
“Itu benar-benar berita yang sangat mengembirakan, gimana kita buat acara syukuran?” ajak papa.
“Mama setuju, tapi kapan?” tanya mama.
“Gimana pas pertunangan mas sama Vani ma, pa!” ucap Vandi.
“Mas mau tunangan?” mama terkejut.
“Iya, mas sama Vani sudah putuskan untuk tunangan, setelah itu kita bisa menikah” jawab Vandi.
“Baik, menurut papa lebih cepat lebih bagus. Sebelum mbak berangkat lebih baik lagi mas, sebab kalau mbak sudah berangkat pasti dia susah pulang” sambung papa.
“Iya, mbak fikir juga begitu. Gimana seminggu menjelang mbak wisuda, sebab sesudah mbak wisuda Kiki pun mau nikah” kata Viona.
Vandi kaget “Kiki mau nikah, kenapa nggak bilang sama mas”.
“Semalam Kiki datang dengan tunangannya, katanya dia sebulan lagi nikah tapi mbak minta tunggu sampai dia selesai wisuda. Makanya selesai wisuda jadinya mereka nikah” ucap mama.
“Iya, adek setuju mas, seminggu menjelang mbak wisuda adek libur sebab anak kelas XII mau ujian” sambung Venus.
“Jadi waktu nikah sebelum mbak wisuda, kalau tunangan kapan?” tanya Vandi.
“Menurut mbak minggu depan mas, sebab selesai mbak urus semua surat-surat keberangkatan mbak dan syarat wisuda. Mbak juga mau ke dinas seminggu lagi” jawab Viona.
“Iya nggak apa-apa, minggu depan pas waktu mas cuti libur balik dari London kan” ucap papa.
__ADS_1
“Iya pa” jawab Vandi.
“Tapi mas harus kasih tahu sama Vani, bagaimana pendapat dia dan keluarga dia. Kalau masalah itu nggak bisa kita saja yang tentukan” pendapat mama.
“Iya betul itu mas, mas harus tanya sama Vani dulu” papa setuju dengan mama.
“Iya pa, ma. Besok mas bicarakan sama Vani” jawab Vandi.
Sebelum pergi ke kampus, di jalan Viona teringat kalau dia kemarin janji mau ke rumah Radit. Jadi dia pergi ke kampus menngurus semua surat-surat keberangkatannya dan syarat dia wisuda. Setelah semuanya selesai dia langsung buru-buru pergi, ternyata sahabatnya melihatnya terburu-buru, mereka menghampiri Viona.
“Vio, mau kemana?” tanya Lala.
“Kemaren gue janji mau ke rumah Radit, gue lupa, makanya gue mau kesana. Kalian mau ikut, siapa yang nggak bimbingan?” ajak Viona.
“Gue ikut Vio, Jesika sama Lala mereka bimbingan” ucap Luna.
“Kalau gitu, ayo!” ucap Viona.
“Kita pergi ya, dah...” ucap Luna.
“Hati-hati...” teriak Jesika.
***
Adik-adik Radit sedang menonton televisi, tidak lama kemudian mereka terdengar seseorang mengetuk rumahnya. Mereka semua tidak ada yang mau pergi membuka pintu. Sebab mereka pada asyik dengan mainan mereka masing-masing.
“Adek buka pintu, siapa yang datang” teriak papi dari dalam kamar.
Leo langsung pergi membuka pintu “assalamualaikum” ucap Viona.
“Siapa dek?” teriak Rian yang sedang main playstation.
“Abang, mbak Vio datang” jawab Leo.
Rian langsung berlari menghampiri mereka semua “mbak..” teriak Rian sambil bersalaman.
“Mbak, duduk mbak” ajak Rian.
“Sama siapa kalian di rumah?” tanya Viona.
“Sama papi mbak” jawab Leo.
“Papi, udah pulang papi kerja?” tanya Viona.
“Udah mbak. Oya mbak, siapa itu mbak?” tanya Rian.
“Kenalin teman mbak, kak Luna” ucap Viona.
“Hai,,” ucap Luna.
Leo dan Rian tersenyum “mami, Rara, sama Dea mana bang?” tanya Viona.
Tidak lama kemudian keluar papi dari kamar “siapa yang datang dek?” tanya papi. Papi kaget lihat Viona “Vio yang datang”.
Viona langsung bersalaman “iya pi, pi kenalkan teman Vio, Luna” ucap Viona.
__ADS_1
Luna juga bersalaman “siang om” ucap Luna.
“Iya, kenapa baru datang hari ini, kemaren mami udah tunggu loh” tanya papi.
“Vio kemaren ada tugas kuliah sampai sore pi, jadi Vio lupa. Mami sama yang lain mana pi?” tanya Viona.
“Tadi di perumahan belakang ada yang meninggal, jadi mami disana. Kalau Rara sama Dea pergi ke super market, sedangkan Radit masih belum pulang” jawab papi.
“Oya mbak lupa, ini ada oleh-oleh buat Leo dan Rian” Viona kasih mainan buat adik-adik Radit.
Rian mengambilnya “makasih mbak”.
“Vio nggak usah manjain mereka terus, setiap kesini pasti bawa mainan buat mereka. Dek telepon mami, suruh pulang, bilang mbak Vio datang” ucap papi.
“Iya pi” Leo langsung pergi.
Kemudian datang Rara dan Dea “assalamualaikum”.
“Waalaikumsalam” jawab semua orang.
“Itu Rara sama Dea pulang” ucap Papi.
“Adek, abang, itu bukannya mobil...” belum selesai Rara bicara dia sudah happy melihat Viona. Dia dan Dea langsung pergi bersalam dengan Viona dan temannya. Mereka juga saling di perkenalkan oleh Viona pada Luna sahabatnya.
“Tapi kalian dari super market belanjaan mana?” tanya Viona.
“Di angkat sama pak Yaya ke dapur mbak. Pi, mami udah pulang?” ucap Rara.
“Belum, tapi udah di telepon oleh adek tadi. Kak buat minum untuk Vio dan temannya ya” papi menyuruh Dea buat minum.
“Iya pi” Dea langsung pergi ke dapur.
“Leo, Rian, udah sore, bersihkan mainan kalian tadi dan mandi lagi” perintah Rara sama adiknya.
“Iya mbak” ucap mereka sambil pergi.
“Lucu-lucu mereka ya, berapa tahun beda umur mereka?” tanya Luna.
“Jauh sekali kak, tapi mereka memang sering berdua, mungkin kelihatan sebaya. Leo itu baru kelas 3 SD, sedangkan Rian kelas VII SMP” jawab Rara.
“Kalau Dea sama Rara?” tanya Luna lagi.
“Dea itu kelas X SMA, sedangkan Rara kuliah di IPB semester 4, Lun” jawab Viona.
“Jadi jurusan apa Ra?” tanya Luna.
“Agroteknologi kak, akak sama dengan mbak Vio?” tanya Rara.
“Iya, sama masuk dan sekelas” jawab Luna.
--
--
--
__ADS_1
BERSAMBUNG