DILEMA (Menentukan Pilihan)

DILEMA (Menentukan Pilihan)
Pandangan Pertama


__ADS_3

Besok harinya Viona bersiap-siap mau pergi ketemu dengan Indra “ma... mama...” teriak Viona sambil turun.


Terdengar oleh pembantunya “ibuk tidak di rumah non”.


“Mama kemana bik?” tanya Viona.


“Tadi pergi sama sopir, katanya mau ketemu sama temannya” jawab pembantu.


“Kalau mama atau papa tanya kemana mbak, bilang mbak mau ketemu sama bang Indra dan Kiki ya bik” ucap Viona.


“Ya non” ucap pembantu.


Viona langsung pergi menjemput Indra ke rumah sakit. Viona turun dari mobilnya dan di gantikan sama Indra untuk bawa mobilnya. Ternyata Dandi ada di dalam rumah sakit dan melihat mereka. Dandi melihat mereka sangat senang dan saling tersenyum. Dia juga berfikiran mereka berdua ada hubungan, sebab dia tidak tahu kalau Indra adalah abang angkatnya.


Viona dan Indra sampai di sebuah kafe di mall “Vio pesan makanan apa?” tanya Indra.


“Vio udah sarapan tadi bang, Vio mau pesan kue saja” jawab Viona.


Indra memanggil pelayan lalu mereka pesan makanan “apa yang mau Vio cerita sama abang?” tanya Indra.


“Kemaren Vio ke rumah Radit, dia sekarang sudah berubah bang. Dia suka balapan liar, clubing, minum-minum, dan mainin perempuan, dia juga nggak kerja sekarang bang” jawab Viona.


Indra terkejut “kok bisa? Diakan orangnya nggak seperti itu dulu”.


“Itu yang membuat Vio nggak ngerti bang, kata Rara dia udah 6 bulan nggak balik ke rumah dan baru kemaren dia balik. Yang buat Vio nggak ngerti, semua itu terjadi setelah putus sama Vio. Dia juga maksa Vio untuk tidak berangkat ke Paris bang” cerita Viona.


Makanan pun datang “kenapa dia melarang Vio?” tanya Indra.


“Vio tanya tapi nggak ada jawabannya, jadi gimana bang? Vio dilema sekarang bang, mana yang akan Vio lakukan?” Viona bingung.


“Kalau menurut abang berangkat saja, lagian itu mimpi Vio kan! Semuanya kan sudah selesai di urus, apalagi?” jawab Indra sambil makan.


“Iya juga sih bang, terus Radit gimana bang?” tanya Viona.


“Menurut abang itu bukan masalah Vio, lagian dia lakuin itu kansudah tidak ada hubungannya lagi sama Vio. Coba Vio biarkan saja, jika dia benar-benar sayang sama Vio, dia pasti akan berubah dan berusaha dapatkan Vio lagi. Vio pergi saja, jalani saja apa yang ingin Vio lakukan, nggak usah fiirkan itu” saran Indra.


“Iya bang, sekarang Vio sudah tahu mau lakukan apa, makasih ya bang” ucap Viona.


“Makan, nggak usah fikirkan Radit terus. Setelah ini Vio mau kemana?” tanya Indra.


“Mau ketemu sama Kiki bang, mau bicara soal wedding dia. Soalnya Vio mau fokus setelah ini jadi WO dia dan mas Vandi” jawab Viona.


“Kalau gitu abang ikut, abang mau kenal sama tunangan Kiki” ucap Indra.


“Makanya Vio jemput abang tadi, Vio emang mau ajak abang juga” ucap Viona.


Setelah makan mereka langsung pergi menemui Kiki dan Fuji di kafe lain. Mereka sudah menunggu Viona disana. Sewaktu mereka keluar dari kafe, mereka bertemu dengan Jesika bersama cowok jalan berdua.


“Vio...” ucap Jesika.


“Eh Jesika, miss you...” ucap Viona.


“Mau kemana? Sama siapa tuh?” tanya Jesika.

__ADS_1


“Oh iya, bang kenalkan sahabat Vio, Jesika. Jes kenalkan abang angkat gue, Indra” Viona memperkenalkan mereka.


“Hai bang, Jesika” Jesika mengulurkan tangannya.


Indra menjabat tangan Jesika “hai juga, Indra”.


“Aghm... lepasin kalik, loe sama siapa kesini?” ucap Viona.


“Oh iya” Jesika melepaskan tangan Indra “gue sama, mana dia” Jesika mencari sepupunya.


Sepupunya datang “Jes, maaf, ada telvon, siapa?” ucap sepupunya melihat Viona.


“Oh iya, kenalkan ini sepupu gue yang baru balik dari Amerika, James. Aa kenalkan sahabat aku Viona dan abangnya Indra” Jesika memperkenalkan sepupunya.


“Hai, I’m James and you?” James langsung mengulurkan tangannya.


“Gue Viona” Viona langsung melepaskan tangannya.


James langsung bersalaman dengan Indra “Indra..” ucap Indra.


“Kita duluan ya Jes, soalnya teman gue udah nunggu dari tadi” ucap Viona.


“Ok, sampai ketemu lagi ya” ucap Jesika.


Viona dan Indra langsung pergi menemui Kiki sedangkan Jesika dan James masuk kafe untuk makan.


“Jes cantik sahabat kamu tadi, boleh aa minta nomornya” ucap James.


Mereka langsung duduk “iya, aa suka sama dia. Dari pertama aa lihat dia, dia itu sepertinya berbeda dari cewek-cewek lain” jawab James.


“Aa nggak bakalan dapat dia, sebab dia itu emang berbeda dengan yang lain. Mana HP aa” Jesika mengambil HP James “coba aa lihat video ini”.


James mengambil HP-nya “ini Viona tadi kan” ucap James.


“Iya, setelah Video itu lihat selanjutnya, nanti aa akan tahu siapa Viona tersebut” kata Jesika sambil memanggil pelayan.


Sedangkan Kiki sama Fuji sudah menunggu Viona “sayang, kok lama kali Vio datang. Bukannya dia sudah di mall ini juga dari tadi” ucap Fuji pada Kiki.


“Dia bilang tadi sudah” Kiki melihat Viona dan Indra “itu mereka datang”.


“Maaf kita telat, tadi Vio ketemu sama sahabat Vio di depan” ucap Vio sambil duduk.


“Assalamualaikum bang” ucap Kiki pada Indra mengabaikan Viona.


“Waalaikumsalam buruk” jawab Indra.


“Gitu, kalau ada abang, aku di cuekin saja” Viona ngambek.


“Udah jelek, ngambek semakin jelek tuh” ucap Kiki.


“Abang, lihat tuh, Kiki” Viona mengaduh pada Indra.


“Sudah Ki, nanti dia nggak mau jadi WO kamu gimana?” Indra menghentikan mereka.

__ADS_1


“Iya, aku malas, aku ingin pulang saja” Viona semakin kesal.


“Idih idih,, mengada-ngadanya lagi, kalau ada abang disini berani gituin aku. Ok fine, aku minta maaf ya Vio jelek” ucap Kiki.


“Terpaksa aku maafkan” jawab Viona.


“Mana tunangan kamu Ki, nggak kenalin sama abang” ucap Indra.


“Oh iya jadi lupa, maaf ya sayang, kenalin ini abang Indra abang angkat Viona. Abang kenalkan ini tunangan aku, Fuji” Kiki memperkenalkan Fuji.


Mereka saling jabat tangan “kamu yang sabar ya Fuji kalau sama mereka berdua ini. Mereka memang seperti itu kalau ketemu, jangan cemburu ya sama Vio. Mereka tidak lebih dari teman kecil, mereka seperti itu karena besar


bersama-sama” pesan Indra pada Fuji.


“Iya bang, nggak apa-apa kok. Fuji udah tahu, mereka sudah explain kemaren sama Fuji. Lucu juga ya bang, lihat mereka berantem terus” jawab Fuji.


“Iya, abang heran kalau suatu saat kalian sudah menikah dan ketemu, apa akan tetap seperti ini apa nggak” ucap Indra.


“Kita akan tetap sama kan jelek” Kiki menghadapkan tinju pada Viona, sebab itu tanda persahabatan mereka.


Viona membalasnya “Iya buruk”.


“What ever lah” Indra memanggil pelayan.


“Abang pesan lagi?” Viona terkejut.


“Nggak, abang mau minum saja, Vio nggak?” tanya Indra.


“Vio juga deh, 2 ya mbak” ucap Viona pada pelayan.


“So, apa yang mau kamu omongkan sama kita berdua?” tanya Kiki pada Viona.


“Sebelum itu ini buat kalian berdua” Viona mengasih undangan sama Kiki dan Fuji.


“Apaan ini Vio?” tanya Kiki.


“Gitu, abang dari tadi ketemu nggak dikasih” Indra ngambek pula.


“Abang kan udah langsung dari orangnya yang bilang, untuk apa lagi undangan. Itu undangan pertunangan mas Vandi dan syukuran bahwa aku akan berangkat ke Paris beberapa bulan lagi” jawab Viona.


“Owh, jadi mas akan nikah juga!” ucap Kiki.


“Iya, gue juga akan jadi WO mas. Makanya gue ajak ketemu sama kalian sebab gue mau fokus ngerjainnya sebab hasilnya nanti akan di tayangkan di TV” kata Viona.


“Owh, baguslah, ayo kita mulai” kata Kiki.


--


--


--


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2