
Pagi harinya semua orang sudah berkumpul dimeja makan untuk sarapan pagi. Viona dan Delon keluar kamar dengan tersenyum walaupun mereka sangat capek. Semua orang melihat Viona dan Delon langsung mengejek mereka.
“Udah dong jangan ejek mbak terus” ucap Viona.
“Kita gak mengejek, tapi kita hanya ingin tahu aja perkembangannya” kata Indra.
“Kenapa harus mbak, seharusnya abang pikirkan apa jawaban Wulan nantinya” Viona mengejek Indra.
“Jawaban apa, bang?” tanya mama.
“Tunggu aja ma, sebentar lagi mama akan tahu juga” Delon ikut mengejek Indra.
“Oke, mentang-mentang sudah ada yang bantu membela, abang di ejek terus” Indra ngampek.
“Udah dewasa kali bang, gak usah cemberut gitu” Venus ikut nimbrung.
Semua orang langsung menertawain Indra “lebih baik diam daripada abang terus yang kena” kata Indra.
Setelah sarapan mereka semua langsung kembali ke kamar masing-masing buat pulang ke rumah masing-masing. Sebelum mereka kembali, mereka akan melihat kepergian Viona dan Delon pergi honeymoon ke mekah sekalian
pergi umroh. Sebab itu semua adalah keinginan Viona, tidak hanya umroh, mereka akan pergi mengelilingi negara Eropa.
Viona dan Delon turun dari kamar mereka, menuju pintu keluar. Sebab diluar sudah di tunggu oleh sema orang. Mereka tidak akan di antar oleh semua keluarga, sebab mereka tahu semua orang pasti capek. Jadi yang mengantar mereka adalah asisten Rian, untuk sekarang asisten Rian tidak akan ikut kemana bosnya pergi.
Viona dan Delon langsung minta izin sama semua orang. Mereka langsung melepas kepergian Viona dan Delon dengan perasaan sedih. Sebab mereka tidak akan tahu kapan mereka akan kembali kesini lagi, sebab mereka akan butuh waktu yang lama untuk kembali. Viona dan Delon sudah didalam mobil menuju bandara yang dikendarai mobilnya oleh asisten Rian.
“Yan, gue harap setelah kami kembali loe sudah memutuskan buat menikah dengan Sera. Jangan tunggu lama-lama lagi, buktikan sama keluarga Sera kalau loe itu bisa. Gue serahkan semua urusan perusahaan sama loe. Jika ada yang gak loe pahami, loe bisa hubungi gue kapanpun” kara Delon dalam mobil.
“Baik bos, makasih banyak buat semua” jawab Rian.
Tidak lama kemudian mereka sampai di bandara, Viona dan Delon turun dari mobil. Rian mengambil barang-barang mereka, kemudian Rian mengikuti mereka yang jalan duluan. Viona dan Delon duduk di kursi tunggu, seperti biasa
Rian menyelesaikan masalah check in mereka. Setelah semua selesai, mereka langsung masuk dan Rian pergi meninggalkan bandara.
Rian mengendarai mobil menuju apartemennya untuk istirahat. Sebab dia sangat lelah dengan pernikahan bosnya, sebab semua urusan diserahkan sama Rian. Esokan paginya Rian datang ke kantor menemui semua karyawan. Mengatakan bahwa dia yang akan menggantikan Delon selama dia pergi honeymoon.
Setelah Rian mengadakan meeting, Rian kembali ke ruangannya. Sewaktu dia sibuk dengan pekerjaannya, dia ingat dengan perkataan Delon menjelang dia pergi kemaren.
“Iya, aku harus bilang sama Sera” gumam Rian.
Rian langsung mengambil ponselnya dan menghubungi Sera “assalamualakum” jawab Sera yang sedang bekerja di kantornya.
“Dimana?”
“Dikantor, kenapa mas?”
__ADS_1
“Udah waktunya makan siang, kita makan siang bareng yuk! Ada yang mau mas omongin sama kamu”.
“Iya, boleh”.
“Setengah jam lagi mas sampai” Rian mengucap salam dan menutup panggilannya.
Rian langsung siap-siap meninggalkan kantor, dia langsung jalan keluar kantor. “Pak.. mau kemana?” tanya sekretaris Rian.
“Saya mau keluar makan siang, jika ada yang membutuhkan saya, setelah makan siang ya” jawab Rian.
“Iya pak”
Rian langsung menuju parkiran, kemudian Rian melajukan mobilnya ke kantor Sera. Setengah jam kemudian dia sampai di kantor Sera, Sera sudah menunggu Rian di depan lobi. Sera melihat mobil Rian berhenti di depannya, dia
pun langsung masuk mobil.
“Mau omongin apa, mas?” tanya Sera di dalam mobil.
“Nanti aja setelah kita selesai makan” jawab Rian.
“Emangnya kita mau makan dimana?”
“Kamu inginnya dimana?”
“Terserah mas aja”.
Rian langsung mengendarai mobilnya menuju sebuah restoran private. Sebenarnya tempat itu sudah dipesan sama Rian sebelum dia mau kesana. Tidak lama mereka sampai di restoran tersebut, Sera sedikit kaget setelah tahu dia
akan makan siang disana.
“Mas, kenapa kita makan disini?”
“Kalau disini kita bisa bicara serius dan tidak ada yang akan mengganggu. Tadi mas tanya terserah mas, makanya mas bawa kesini” Rian langsung jalan masuk.
Sera dengan terpakasa mengikuti Rian masuk, sebenarnya dia masih bertanya-tanya. Apa yang ingin di bicarakan Rian, sehingga dia membawanya makan ditempat seperti ini. Setahu Sera tempat ini adalah tempat orang membicarakan masalah bisnis secara pribadi.
“Mr. Criss” ucap Rian pada pelayan yang sudah berdiri di depan pintu. Seperti biasa, jika ada orang yang mau masuk pasti ditanya apakah sudah memesan tempat apa belum.
“Mari ikut saya, pak” pelayan itu langsung menuju tempatnya.
Mereka sampai di ruangannya “oya mbak, makanannya seperti biasa dan langsung bawa kesini” perintah Rian.
“Baik pak” pelayan langsung meninggalkan mereka.
Rian dan Sera langsung duduk di tempat masing-masing. “Mas, kenapa memakai nama Delon?” tanya Sera.
__ADS_1
“Kalau gak pakai nama dia, pasti kita tidak akan langsung dapat tempat ini”.
“Emang mas mau bicara apa sih, dari tadi buat aku penasaran saja” Sera mulai sebal.
Pelayan masuk membawa makanan “setelah kita makan, baru mas katakan” Rian tidka mau juga menjawabnya.
Setelah makanan sudah sampai, mereka langsung makan. Hanya butuh waktu setengah jam mereka selesai makan. Rian langsung memanggil pelayan buat membawa pergi sisa makanan mereka. Kemudian datang makanan penutup buat mereka, baru Rian bicarakan sama Sera.
“Oke, mas yakin kamu sudah sabaran dari tadi. Mas mau menbicarakan mengenai hubungan kita selanjutnya?” ucap Rian.
“Hubungan kita, maksudnya?” Sera tidak paham.
“Mas mau kita menikah dan menjalani hubungan lebih serius lagi. Apakah kamu setuju?”
Sera terkejut “mas, mas tahu kan masalahnya apa?”.
“Iya mas tahu, sekarang mas hanya ingin tanya apakah kamu setuju apa tidak?”.
Sera diam “jika kamu setuju, mas akan meminta keluarga mas datang ke rumah kamu” lanjut Rian.
“Orang tua aku gimana, mas?”
“Mas hanya butuh jawaban, apapun permintaan orang tua kamu akan mas turuti. Mas hanya ingin kamu pergi dari kehidupan mereka, mas tidak ingin lagi kamu menderita karena mereka”.
“Baiklah, aku terima” jawab Sera.
“Alhamdulillah, setelah Delon pulang honeymoon gimana?”
“Terserah mas saja”.
“Oke” Rian tersenyum sama Sera. Kemudian mereka menghabiskan makanannya, setelah itu mereka kembali ke kantor.
Viona dan Delon sudah sampai di mekah, mereka langsung ke hotel. Sampai di hotel mereka langsung istirahat. Viona langsung tepar diatas kasur, Delon melihat Viona yang kecapekan dengan tersenyum.
“Bie, lapar!” kata Viona.
“Ya udah, aku pesan makanan dulu” Delon langsung mengambil telepon di kamar tersebut. Dia langsung memesan makanannya “sebentar lagi sampai. Tapi lebih bagusnya kamu mandi dulu, biar lebih segar”.
Viona akhirnya menurut, dia langsung masuk kamar mandi. Setelah dia selesai mandi makanan sudah sampai. Viona sedang memakai baju, lalu Delon juga mandi. Setelah selesai mereka langsung makan bersama. Esokan paginya mereka langsung siap-siap untuk menjalankan umroh dengan seorang ustadz yang akan mendampingi mereka selama mereka disana.
--
--
--
__ADS_1
BERSAMBUNG