
Viona sedang malas-malasan di rumah, dia sibuk membuat novel terbarunya. Semua orang sudah pada pergi beraktivitas masing-masing, hanya tinggal Viona dan mamanya di rumah. Selain membuat novel, Viona juga sibuk belajar memasak bersama mama dan pembantu.
Viona sedang duduk di taman belakang rumahnya, Vian datang ke rumahnya. “Assalamualaikum”ucap Vian dari luar.
Keluar mama Viona “waalaikumussalam, eh Delon?”
Delon langsung mencium tangan mama Viona “tante, Vio ada?”.
“Vio ada, di taman belakang. Ayo masuk dulu!” ajak mama. Mereka jalan masuk “Delon langsung saja kebelakang, tante mau keatas dulu” ucap mama.
“Ya tante, makasih ya” ucap Delon. Delon langsung ke taman belakang menemui Viona yang sedang mengetik. Delon pun sudah tahu apa yang dibuat oleh Viona jika sudah dengan letop.
“Assalamualaikum” ucap Delon.
Viona menoleh “waalaikumussalam, kamu!”.
Delon langsung duduk di depan Viona “berangkat sekarang yuk!” ajak Delon.
“Kenapa gak hubungi Vio dulu, lihat, Vio aja belum mandi” ucap Viona.
“HP kamu mana?” tanya Delon.
Viona mencari ponselnya “pasti ketinggalan dikamar” ucap Viona sambil tersenyum.
“Kan! Kebiasaan. Sana, pergi siap-siap. Aku tunggu, kasihan Rian udah nunggu di luar” perintah Delon.
“Asisten Rian ikut juga?” tanya Viona sambil berdiri.
“Iya, bunda kan sudah larang aku buat bawa mobil sendiri”.
“Oh iya, Vio lupa. Tunggu sebentar ya my hubbie” Viona menggoda Delon.
“Tunggu, my hubbie?” Delon tidak paham.
“Itu adalah panggilan spesial Vio untuk kamu” Viona langsung berlari kekamarnya.
“Bagus, Habbie” ucap Delon sambil tersenyum.
Viona langsung ke kamar untuk siap-siap pergi bersama Delon. Rencananya hari ini mereka akan pergi fitting baju ke butik bunda Delon. Sedangkan Delon menunggu Viona bersama Rian di taman depan rumah Viona. Mereka sedang memberikan makanan ikan di kolam ikan papa Viona.
Setengah jam kemudian, Viona selesai siap-siap. Viona keluar dari kamar, mama juga keluar dari kamar dan melihat Viona mau turun.
“Vio....” panggil mama.
“Iya ma” Viona melihat mama.
“Mau kemana? Mau pergi sama Delon?” tanya mama.
“Iya ma, katanya bunda minta fitting baju terakhir. Oya ma, Vio lupa bilang sama mama. Bahwa besok malam kita akan mengadakan pengajian disini, tapi semuanya sudah diurus sama Delon. Besok karyawan Delon akan datang kesini buat mendekor rumah ini” ucap Viona.
“Mama sama papa udah tahu, Delon sudah menghubungi papa kemaren”.
“Ya sudah kalau gitu, Vio pamit dulu, assalamualaikum” Viona bersalaman dengan mamanya.
Viona langsung keluar menemui Delon, Rian melihat Viona keluar “bos, nona sudah keluar” ucap Rian.
Delon langsung menghampiri Viona “udah siap?” tanya Delon.
“Ayo, kita pergi sekarang” ucap Viona.
Mereka langsung masuk mobil dan Rian menjalankan mobil menuju butik bunda Delon. Beberapa menit kemudian, mereka sampai di butik Diana. Mereka jalan masuk dan ketemu sama asisten bunda.
__ADS_1
“Mas Delon, mbak Vio...” Tina menghampiri mereka.
“Bunda ada?” tanya Delon.
“Iya, ada diatas sama kak Dian” jawab Tina.
“Mbak Dian, kapan mbak Dian sampai?” Viona yang bertanya.
“Semalam, katanya datang bersama calonnya juga” ucap Tina.
“Yang benar loe?” Delon tidak percaya.
“Iya, coba aja lihat” ucap Tina.
Mereka berdua langsung masuk ke ruangan Diana, Delon mengetuk pintu lalu terdengar suara dari dalam menyuruh masuk. Mereka langsung masuk “assalamualaikum” ucap Delon dan Viona.
“Waalaikumussalam” jawab semua orang.
“Vio.. Delon...” ucap bunda.
Viona dan Delon langsung menghampiri mereka untuk bersalaman. “Bagaimana, sudah siap?” tanya Bunda.
“Siap dong” jawab Viona.
Delon melihat sama kakaknya “ada yang mau di omongin sama aku” ucap Delon.
Dian salah tingkah “Iya, Delon kenalin ini William. William ini adek aku Delon. Mungkin kalian juga sudah saling kenal. Vio ini William dan William itu Viona, calon istri Delon” Dian memperkenalkan mereka.
“Bro, welcome in Indonesia” ucap Delon sama William sambil berpelukan.
“Thank you, bro” jawab William.
“Loe harus jelaskan sama gue” ucap Delon.
“Bie, kok kenal sama teman mbak Dian?” tanya Viona.
“William ini rekan kerja aku di Paris, dia juga berdarah Indonesia. Aku juga tidak tahu kenapa mereka bisa bertemu” jelas Delon.
“Udah dulu kangen-kangennya. Vio, Delon, ayo ikut bunda” ajak bunda.
Delon dan Viona langsung mengikuti Diana, mereka langsung melakukan fitting baju terakhir. Mereka saling masuk ruang ganti, tidak lama kemudian mereka keluar. Tina dan bunda mencek apakah masih ada yang kurang atau kelonggaran. Setelah semua selesai mereka kembali lagi ke ruangan Diana.
Sampai disana Dian dan William masih ada, mereka langsung duduk. “Bagaimana persiapannya, Delon?” tanya Bunda.
“Sudah hampir selesai bunda, jadi kapan karyawan bunda akan datang ke puncak?” tanya Delon juga.
“Mereka besok akan ke puncak dan mulai mendekor, kalau persiapan pengajian gimana?” bunda.
“Mereka besok pagi menjelang pengajian akan melakukan dekorasi di rumah Vio. Setelah itu mereka akan langsung ke puncak membantu karyawan bunda” Delon.
“Alhamdulillah, semoga acaranya lancar dan kita tidak mendapat kendala” ucap Dian.
“Oya mbak, Ms. Floe gak datang pernikahan kita nanti?” tanya Viona.
“Dia akan datang, tapi waktu kalian resepsi. Vio, kamu mau tahu informasi bagus gak?” Dian.
“Apa mbak?” Viona penasaran.
“Mami sama daddy sudah rujuk loh” ucap Dian.
Viona gembira “yang benar, mbak?”.
__ADS_1
“Iya, itu semua berkat kamu. Karena novel kam kemaren itu” kata Dian.
“Alhamdulillah, Vio sangat senang mendengarnya mbak” Viona senang.
“Kok bisa sih kak, terus masalah anak itu bagaimana?” Delon merasa tidak percaya juga.
“Sebab bunda bilang sama Floe, ada pengobatan untuk mereka. Jadi bunda suruh mereka datang kesana berobat, ya kata orang itu akan ada peluang meskipun kecil” ucap bunda.
“Syukur lah, semoga daddy tidak ikut dengar perkataan orang-orang disekitarnya lagi” Delon bersyukur.
Diana melihat jam tangannya sudah menunjukkan waktu makan siang “bagaimana kita makan siang bareng?” ajak bunda.
“Boleh juga, tapi dimana bunda?” Dian.
“Bagaimana kita makanan tradisiona Indonesia saja, sebab Delon yakin William pasti udah kangen makan masakan Indonesia” saran Delon.
“Bro, loe memang tahu apa yang gue inginkan” ucap William.
“Of course, bro” kata Delon.
“Kalau gitu gimana kita makan di restoran mama teman Vio saja, Vio rasa disana masakannya enak-enak” sambung Viona.
“Siapa sayang?” tanya Delon melihat sama Viona.
“Wulan, Bie” Viona.
“Wulan, tapi kenapa dia tinggal di kost-kostsan?” Delon heran.
“Karena itu adalah mama tirinya Bie, dia tidak ingin orang-orang menganggap dia mengambil kesempatan dengan kekayaan mama tirinya. Lagian saudara tirinya sangat membenci Wulan, itulah sebabnya dia tinggal dikostsan” jelas Viona.
“Owh,,, kasihan juga. Ayo kita kesana” kata Delon.
Mereka langsung menuju restoran mama tiri Wulan, mereka langsung mencari tempat duduk. Mama tiri Wulan melihat Viona datang, kemudian dia langsung menghampiri Viona.
“Vio... datang sama siapa?” tanya mama tiri Wulan.
“Vio datang sama keluarga calon suami Vio, tante. Apakah masih ada tempat yang kosong, tante?” tanya Viona.
“Ada, dibelakang, mari ikut tante” ucap mama tiri Wulan.
Mereka semua langsung mengikuti mama tiri Wulan, kemudian mereka langsung duduk. Mama tiri Wulan memanggil pelayan untuk mengambil pesanan mereka. Sewaktu mereka menyampaikan pesanan mereka, datang saudara tiri Wulan memanggil mamanya. Mama tiri Wulan langsung menghampiri anaknya itu, karena dia merasa malu dengan kelakuannya.
“Kamu mau ngapain kesini? Mama menarik anaknya.
“Mama tahu, anak tiri kesayangan mama datang kerumah. Dia bilang, dia tidak akan datang lagi kerumah” ucap anak itu.
“Zein, itu semua karena kamu. Dia tidak betah tinggal bersama kita, mama malu sama ayahnya” ucap mamanya.
Viona melihat mereka bertengkar dari jauh, Delon mendekati Viona “sayang, siapa itu?” bisik Delon.
“Itu saudara tiri Wulan yang Vio bilang tadi. Dia sangat egois dan mementingkan dirinya sendiri. Dia tidak pernah memikirkan perasaan mamanya, sebab dia selalu dimanja sama papanya” jawab Viona.
“Kasihan mamanya dan keluarga Wulan, aku rasa ada yang salah sama itu anak” kata Delon lagi.
“Biarkan saja, Bie. Kita gak usah ikut campur, Wulan juga melarang Vio ikut campur selama ini” kata Viona.
Mereka langsung makan pesanan mereka, mereka sangat menikmati semuanya. Sebab masakan memang sangat enak dan William sangat memuji masakan itu. Setelah mereka selesai makan, mereka kembali ke tempat mereka masing-masing. Viona dan Delon kembali ke rumah Viona, sedangkan Diana kembali ke butik bersama Dian dan William.
--
--
__ADS_1
--
BERSAMBUNG