DILEMA (Menentukan Pilihan)

DILEMA (Menentukan Pilihan)
Persiapan Pertunangan


__ADS_3

Keluarga Viona sedang duduk di ruang keluarga, mereka akan membicarakan mengenai acara pertunangan dan nikah Vandi.


Vandi bicara sama orang tuanya “bagaimana mas?” tanya mama.


“Vani setuju ma” jawab Vandi.


“Good, jadi kapan kita datang ke rumah Vani?” tanya papa.


“Besok pa, tapi papa sama mama saja yang kesana sebab mas besok mau berangkat ke London. Boleh kan pa?” ucap Vandi.


“Tentu saja boleh. Nanti biar papa, mama, mbak, dan adek yang kesana” kata papa.


“Mbak kemana pa? Dari semalam mas nggak lihatnya?” tanya Vandi.


“Mbak belum pulang juga dari rumah Radit, ma?” tanya papa.


“Tadi pagi mbak pulang, sampai di rumah mbak dapat telepon dari kampus. Katanya ada data-datambak yang salah, jadi mbak ke kampus tadi” jawab mama.


Viona pulang dan langsung masuk ke kamarnya, Vandi langsung melihatnya “mbak... kesini dulu” panggil Vandi.


“Iya mas” Viona langsung menghampiri mereka.


“Bagaimana mbak, ada masalah lagi?” tanya papa.


“Udah selesai semuanya pa, dua hari lagi mbak mau ke kantor dinas” jawab Viona.


“Baguslah, nanti mbak bisa fokus pada acara pertunangan dan nikah mas” sambung mama.


Viona kaget “apa, mas jadi nikah”.


“Iya mbak, sesuai dengan rencana kita kemaren. Tapi mas ada yang ingin minta tolong sama mbak?” jawab Vandi.


“Apa mas, nanti mbak bantu” ucap Viona.


“Mbak temani kak Vani pergi beli cincin ya, terus tolong desaign baju nikah kita donk” jawab Vandi.


“Baik, untuk mas akan mbak buatkan. Jadi double job mbak mulai hari ini” Viona mengeluh.


“Emang kenapa?” tanya Vandi.


“Sebab mbak udah janji juga sama Kiki untuk jadi WO pernikahan mereka. Tapi mbak akan bicara sama kak Vina, pernikahan seperti apa yang dia inginkan dan juga sama Kiki” ucap Viona.

__ADS_1


“Fighting mbak, uji coba dulu sebelum berangkat” ledek papa.


“Benar yang di bilang papa, mbak, mama juga setuju” sambung mama.


“Besok malam mbak ikut papa sama mama ke rumah kak Vina ya!” kata Vandi.


“Siap boss, mbak naik dulu” Viona langsung pergi.


                                                                                ***


Besok malamnya mereka pergi sekeluarga ke rumah Vani untuk membicarakan tentang pernikahan mereka. Keluarga Vani menyambut kedatangan mereka dengan sangat baik. Semua orang sudah pada berkumpul, Vani sibuk di dapur membuat minum dan mengantarnya.


“Kak Vani, bisa bicara dengan mbak sebentar?” tanya Viona.


“Bisa mbak, ayo ikut kakak di luar saja” ajak Vani.


Mereka berdua keluar dan duduk di luar “mau bicara apa mbak?” tanya Vani.


“Mas Vandi kan berangkat ke London tadi pagi, mas bilang sama mbak untuk temani akak beli cincin tunangan nanti” jawab Viona.


“Oh iya, mas udah bilang juga sama akak. Jadi besok kita pergi, jam berapa?” tanya Vani.


“Kalau gitu besok siap dzuhur akak jemput mbak” kata Vani.


“Mbak ajalah yang jemput akak, sebab orang yang mau tunangan ini rawan betul, kata orang-orang” ledek Viona.


“Mbak bisa saja” ucap Vani.


                                                                                    ***


Besok paginya mereka berdua pergi ke mall untuk mencari cincin tunangan. Viona melihat Radit bersama seorang cewek pegang tangan shopping di mall. Mereka bertemu di depan toko emas, mereka saling berpandangan dan Radit langsung melepaskan tangan cewek itu.


“Hei Vio, hai kak Vani, ngapain disini?” tanya Radit salah tingkah.


“Mbak, akak masuk dulu ya lihat-lihat, hai juga Radit” Vani langsung masuk toko emas.


“Hai, aku datang sama calon kak ipar aku, mau beli cincin tunangan. Oya aku lupa kasih tahu sama kamu, tolong kasih undangan ini sama papi dan mami. Datang ya ke acara pertunangan mas Vandi dan disana juga acara syukuran buat aku. Sebab aku akan berangkat ke Paris beberapa bulan lagi” Viona mengasih undangan sama


Radit.


Radit mengambilnya “iya akan aku sampaikan. By the way kamu jadi juga pergi?” tanya Radit.

__ADS_1


“Iya, nggak ada yang bisa buat aku nggak jadi pergi, apa lagi setelah aku melihat semua ini” jawab Viona.


“Sayang, siapa dia” ucap cewek itu sambil mengandeng tangan Radit.


Radit terus melepaskan tangan cewek itu “dia....”


Langsung dijawab oleh Viona “kenalin gue Viona Verdinand ex girlfriend Radit” sambil mengulurkan tangannya.


Cewek itu menjabat tangan Viona “gue Diandra pacar Radit”.


Datang Vani menghampiri mereka “mbak ayo, akak sudah ketemu”.


“Iya kak. Coba tanya sama pacar loe itu, loe pacar ke berapa dia” bisik Viona pada Diandra, lalu dia langsung masuk.


“What happen honey? Apa maksud dia?” tanya Diandra sama Radit.


“Don’t worry, ayo” ajak Radit meninggalkan tempat itu.


Sewaktu makan Viona hanya diam “mbak, sepertinya kesal setelah ketemu sama Radit?” ucap Vina.


“Mbak nggak suka saja lihat sifat Radit sekarang kak, dia suka mainkan perempuan” jawab Viona.


“Mbak udah move on kan?” tanya Vina.


“Sudah kak. Terserahlah apa yang terjadi, I don’t care” jawab Viona.


“Gitu donk, itu baru adik akak” ucap Vina.


“Oya kak, mas kata, mbak di suruh mendesaign baju buat nikah akak sama mas dan mbak di suruh jadi WO pernikahan kalian. Apa betul kak?” tanya Viona.


“Iya, itu permintaan akak” jawab Vani.


Mereka langsung membicarakan pernikahan seperti apa yang di impikan oleh Vani. Sebab itu akan mempermudah Viona untuk menjadi WO pernikahan mereka. Dia juga bisa mendesaign seperti apa nantinya akan diberikannnya untuk kakak tercintanya itu.


--


--


--


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2