DILEMA (Menentukan Pilihan)

DILEMA (Menentukan Pilihan)
Doa Syukuran


__ADS_3

Mereka langsung membicarakan mengenai wedding yang mereka inginkan. Viona mencatat di buku catatannya, sedangkan Indra disana ikut memberikan pendapatnya. Kembali pada Jesika dan James, mereka sudah jalan pulang ke rumah. Didalam mobil tiba-tiba James membicarakan tentang Viona.


“Oh ya Jes, pintar juga Viona itu kan, hanya waktu 3,5 tahun dia udah selesai kuliahnya. Dia juga dapat beasiswa di Paris pula dan lulus tanpa ujian akhir. Kasih aku nomornya donk, gue mau kenal lagi sama dia” kata James.


“Jangan bilang aa jatuh cinta pada pandangan pertama, semua itu udah basih aa” ledek Jesika.


“Ini benar-benar Jes, aa nggak bercanda, aa akan coba dekati dia. Pleace bantu aa sekali ini saja” James memohon.


“Nggak percaya, ini bukan minta tolong yang terakhir pasti akan ada minta tolong lagi. Untuk aa akan Jesi bantu, mana HP aa” Jesika memberikan nomor Viona.


Viona sedang membuat konsep pernikahan Vandi dan Kiki, tiba-tiba ponselnya berdering. Ternyata ada panggilan masuk dari nomor tidak dia kenal, jadi dia tidak mengangkatnya. Karena sangat sering nomor itu telepon jadi Viona


mengangkatnya.


“Hallo, asslamualaikum, ini siapa ya?” ucap Viona.


“Waalaikumsalam. Ini gue James” jawab nomor tidak dikenal.


“James, James mana ya?” Viona lupa.


“Gue James, yang kenal sama loe di mall kemaren, sepupunya Jesika” jelas James.


Viona ingat “oh iya, maaf lupa, ada apa ya?”


“Maaf ya, gue pasti ganggu loe kan! Jangan marah sama Jesika ya, sebab gue yang paksa Jesi kasih nomor loe” ucap James.


“Its ok, no problem” jawab Viona.


“Boleh kita ketemuan ngobrol-ngobrol” ajak James.


“Maaf sebelumnya, untuk beberapa hari ini nggak bisa, kapan-kapan saja ya” Viona menolaknya.


“Its ok, promise ya kapan-kapan” ucap James.


“Yes, I’m promise” jawab Viona.


Sewaktu mereka sedang telepon Vandi pulang “assalamualaikum mbak” Vandi mengejutkan Viona.


Viona kaget “waalaikumsalam, mas, kapan pulang?”


“Baru mas sampai rumah, lihat kan mas masih pakai uniform” jawab Vandi.


“Sebentar mas, mbak lagi telepon. Hallo, maaf ya itu kakak gue pulang, udah dulu ya assalamualaikum” Viona menutup telepon.

__ADS_1


“Waalaikumsalam” jawab James sambil tersenyum.


“Siapa yang telepon mbak?” tanya Vandi.


“Teman mbak” jawab Viona.


“Mbak lagi ngapain disini?” tanya Vandi.


“Ini mbak lagi desaign baju akad nikah sama resepsi buat mas sama kak Vani. Coba lihat, cantik nggak?” tanya Viona.


Vandi melihatnya “cantik mbak, mas suka”.


“Ini masih banyak yang kurang mas, setelah pertunangan mas nanti akan mbak lihatkan lagi dan mas sama kak Vina harus pilih. Setelah itu baru mbak antar ke Diana Colectioan untuk di jait” jelas Viona.


“Kenapa nggak mbak saja yang jait?” tanya Vandi.


“Mana sempat mas, mbak sendiri, yang mbak kerjain banyak. Lagian pernikahan Kiki mbak juga yang jadi WO-nya. Jadi mbak kerja sama saja dengan Diana Colectian, lagian unty Diana sudah setuju juga” jawab Viona.


“Iya sorry, ayo kita masuk” ajak Vandi.


Sebelum tidur Viona teringat sama Wulan, dia langsung ambil ponselnya dan telepon Wulan. “Assalamualaikum Lan” ucap Viona.


“Waalaikumsalam, kenapa telepon malam-malam gini?” tanya Wulan.


“Gue mau nanya, undangan sudah sampai?” tanya Viona.


“Mana sempat gue kesana, gue sibuk sekali akhir-akhir ini. Gue akan siapkan 2 pernikahan sekaligus dalam 3 bulan ini. Loe free nggak! Help me?” jawab Viona.


“Untuk sekarang nggak bisa Vio, tapi 1 bulan menjelang pernikahan mas Vandi gue tolong. Gue janji sama loe, untuk datang ke acara besok saja gue usahain juga untuk datang. Kalau bukan karena loe gue nggak akan datang” ucap Wulan.


“Loe gitu, pokoknya loe harus datang. Sebenarnya gue kangen sama loe, datang ya!” Viona memohon.


“Iya gue juga kangen, udah malam, tidur lagi” kata Wulan.


“Ok, assalamualaikum” Viona menutup telepon.


“Waalaikumsalam” jawab Wulan.


***


Hari ini Viona sedang sibuk untuk mempersiapkan untuk acara pertunangan Vandi dan acara syukuran besok harinya. Acara tersebut akan diadakan di rumahnya, semua saudara-saudaranya sudah pada nyampe di rumah. Semua orang sudah pada sibuk, sedangkan di dalam kamar ponsel Viona tiada hentinya berdering.


Waktu yang di tunggu pun sudah tiba, para tamu sudah berdatangan termasuk anak yatim dan pak ustadz pun sudah datang. Sebelum acara pertunangan Vandi dengan Vani, akan diadakan acara syukuran yaitu pengajin bersama anak yatim. Setelah pengajian baru pertunangan Vandi dan Vani, setelah itu baru acara makan-makan.

__ADS_1


Keluarga Radit datang tapi Raditnya tidak datang “Venus, Vio mana?” tanya mami.


“Mbak masih di kamar mi, dia telat bangun sebab dari kemaren dia yang ngurusin semua ini” jawab Venus.


“Bisa kamu panggilkan sebentar, ada yang ingin mami bicarakan sama Vio” ucap mami.


“Itu mbak turun mi” Venus melihat Viona turun.


Viona langsung menghampiri keluarga Radit “mi, ada apa?”.


“Bisa bicara dengan mami sebentar, di luar” ucap mami.


Mereka langsung pergi ke luar “ada apa mi?” tanya Viona.


“Ada Radit telepon kamu akhir-akhir ini?” mami gelisah.


“Nggak ada mi, terakhir ketemu di mall, dan disana Vio hanya titip undangan buat mami itu saja. Emang kenapa dengan mas?” Viona penasaran.


“Sewaktu dia kasih undangan itu dia balik tapi malam harinya dia keluar sampai hari ini belum pulang. Mami coba hubungi teman-temannya dan keluarga lain nggak tahu dia dimana” cerita mami.


Tiba-tiba Rara datang “mi, mas datang”.


“Mana dia?” tanya mami.


Radit datang “assalamualaikum mi, Vio”.


“Kamu kemana saja, tahu nggak mami risau, udah bilang kalau keluar itu kasih kabar” Viona kesal.


“Mi, Ra, bisa tinggalin mas sama Vio sebentar” ucap Radit.


“Ayo Ra” mami ajak Rara pergi.


“Aku minta maaf, gue disini hanya sebentar. Aku hanya ingin kasih tahu, aku sudah rela kamu untuk pergi. Lagian aku akan pergi ke Inggris, aku dapat kerjaan disana dan nggak tahu juga kapan baliknya. Kamu nggak usah


fikirkan aku lagi, aku nggak akan melarang kamu untuk berhubungan dengan keluarga aku. Tapi aku mohon jangan kasih tahu sama mami ataupun papi kalau aku akan ke Inggris” ucap Radit.


“Kenapa? Mereka harus tahu kemana kamu pergi” Viona tidak mengerti.


“Aku mohon sekali, kalau mereka tahu aku tidak akan diizinkan. Sebab pekerjaan aku ini tidak akan pernah disetujui oleh mereka. Aku akan berangkat seminggu lagi, sebelum aku berangkat, aku akan temui kamu lagi. Sebab ada yang ingin aku kasihkan sama kamu, thanks ya, assalamualaikum” Radit langsung pergi.


--


--

__ADS_1


--


BERSAMBUNG


__ADS_2