
Delon dan Rian sedang menemui semua karyawan yang bekerja di perusahaannya. Dia juga menemui anak buahnya yang di bentuknya selama berada di Italy. Dia ingin orang-orangnya menjaga Viona dari jauh sewaktu dia pergi.
Viona sendirian di rumah, dia merasa sunyi disana. Akhirnya Viona masuk kedalam ruang kerja Delon, dia melihat sekeliling. Kemudian dia melihat letop Delon diatas meja, dia langsung duduk dan membukanya. Viona melihat isi
letop Delon, disana dia berfikiran pasti banyak kenangan Delon bersama Celin. Tapi ternyata dugaannya salah, didalam sana banyak terdapat foto-foto Viona dari semenjak awal mereka ketemu sampai sekarang.
“Aku kira isinya tentang Celin ternyata aku salah, gak sangka Delon sudah lama menyukai aku” gumam Viona.
Karena bosan Viona langsung mencoba menulis novel keduanya. Sudah beberapa hari Delon tidak juga pulang ke rumah. Viona sibuk dengan menulis novel terbarunya, kadang dia juga mendesaign buat koleksi terbarunya. Viona
juga sekali-kali pergi keluar buat beli bahan masakan dan snak buat dia nulis dan gambar. Waktu Viona sedang keluar dari super market, dia melihat Delon bersama Celin keluar dari mobil.
Viona mengikutinya “Delon...” ucap Viona.
Delon dan Celin berhenti “Vio, ngapain disini?” tanya Delon.
“Apa maksud ini semua?” Viona sedikit kesal.
“Ini tidak seperti yang kamu fikirkan, kamu salah paham” ucap Delon.
Viona tersenyum “yakin! Itu apaan?” Viona melihat Delon pegangan tangan sama Celin.
Delon langsung melepaskan tangannya “kamu....”
“Stop, gue akan tunggu sehari lagi untuk membuktikan sama gue. Tapi kalau besok loe tidak kembali dan membuktikan sama gue, kita bye...” Viona langsung pergi.
“Sayang...” Delon ingin memegang tangan Viona tapi tidak dapat “Vio... Vio...” Delon memanggil Viona tapi Viona sudah pergi.
Viona menangis di mobil “aku fikir kamu akan membuktikan sama aku, tapi kamu menipu aku. Kamu sama saja Delon....”.
Delon langsung menghubungi Rian “Rian, pastiin Viona pulang dengan selamat. Sebab dia melihat gue sama Celin, dia pasti salah paham. Kita harus cepat selesaikan ini semua, Vio hanya memberikan aku waktu sehari” ucap Delon.
“Baik bos, semua video sudah hampir selesai. Hanya menunggu bos ketemu sama Celin dan daddynya itu” ucap Rian.
“Oke, cepat laksanakan” perintah Delon.
***
Delon masuk kafe menyusul Celin yang sudah masuk duluan menemui daddy-nya didalam.
__ADS_1
“Okay, I won’t mince words. I just want to give this, this is proof that your daugther has tricked me. I’ve warned him before but she still annoys my fiance. I will withdraw all of my shares in the master company. I will also make the career of the lord’s daughter fall. From now on we have nothing to do with anything. Remember, I can destroy the master company” Delon meletakan semua bukti mengenai kejahatan anaknya dan dia langsung pergi.
“Wait, can we please talk first about this matter?” daddy-nya Celin memberhentikan Delon.
“No. I have to go and think about what I said” Delon bicara tanpa melihat orangnya, kemudian dia langsung pergi.
Daddy Celin melihatnya dengan marah “what have you done?”.
“I am sorry, dad” Celin menunduk.
“Now do what you want to do. Your career has been ruined, I can’t help anymore” daddy langsung pergi dengan marah.
***
Viona sampai di rumah dengan selamat, dia turun dari mobil menuju kamarnya. Sampai didalam kamar dia menangis sejadi-jadinya, dia masih terfikir dengan perkataan serta apa yang dia lihat mengenai Celin dan Delon. Viona sampai tertidur didalam kamar tanpa makan sedikitpun.
Pagi harinya Viona terbangun, dia langsung sholat. Setelah selesai sholat dia merasa kepalanya pusing, dia tertidur lagi. Siang harinya Viona terbangun, dia merasa lapar tapi dia tidak nafsu buat makan apapun. Viona melihat jam ditangannya, dia melihat Delon apa sudah balik apa belum. Tapi Delon belum juga balik, Viona langsung masuk kamar dan mengambil ponselnya buat memesan tiket pulang secepatnya.
Viona mendapatkan tiket sore hari, Viona langsung mengambil koper dan memasukan bajunya disana. Delon sudah pulang, dia langsung menuju kamar Viona. Rian melihat ruang keluarga sangat berantakan “bos, lihat” Rian menunjuk tumpukan kertas.
Mereka langsung jalan menuju ruangan tersebut “Yan, apa selama kita pergi Viona memakai kartu itu buat belanja?” tanya Delon.
“Berarti selama ini dia sibuk menggambar dan lihat dia juga sedang menulis novel terbarunya” ucap Delon sambil melihat gambar berserakan dan letop diatas meja.
“Iya bos, mungkin nona bosan sendirian. Bos janji bawa nona kesini buat liburan tapi kita malah memberi masalah sama nona” ungkap Rian.
“Iya Yan, gue yang salah” Delon menyesal.
Rian melihat Viona keluar dari lift dengan membawa koper “bos, nona sepertinya mau pergi”.
Delon langsung berdiri dan melihat Viona “mau kemana dia bawa koper”. Delon langsung menghampiri Viona “Vio, mau kemana?”.
“Gue mau pulang, buat apa lagi gue disini. Tidak ada gunanya, gue kasih loe waktu tapi loe menipu gue” jawab Viona.
“Iya aku akui aku salah, aku sudah pulang dan sesuai dengan waktu yang kamu bilang. Aku sudah menyelesaikan semuanya, ini buktinya ada disini. Kamu jangan pergi ya, kita kan mau pergi jalan-jalan. Aku akan bawa kemana saja ke tempat yang kamu mau, aku akan tepati janji aku” ucap Delon beruntun.
“Stop. Semuanya sudah selesai, ternyata loe sama saja. Minggir, gue mau pulang” ucap Viona jalan terus.
Sewaktu Viona jalan dia langsung pinsan “Vio...” Delon langsung menyambut Viona. “Vio.. bangun Vio.. bangun..” Delon mencoba membangunkannya. “Rian, telepon dokter peribadi gue” Delon langsung mengangkat Viona kekamarnya.
__ADS_1
“Vio.. maafin aku, aku memang salah. Vio, ayo bangun. Jangan seperti ini, kamu boleh marahi aku sepuasnya tapi jangan seperti ini” Delon cemas sambil meneteskan air matanya.
Viona terasa tangannya basah, kemudian dia mencoba membuka matanya dan kaget melihat Delon menangis. “Kamu kenapa nangis, aku kan masih disini?” tanya Viona.
“Kamu sudah sadar” Delon menghapus air matanya. “Maaf... maafin aku, Vio” ucap Delon.
Rian datang dengan seorang dokter “bos...” ucap Rian.
“Doctor, please check Viona” Delon berdiri.
“Fine, you don’t have to worry” ucap dokter. Dokter mendekati Viona dan memeriksa keadaannya, kemudian dokter berdiri.
“Why,doc?” ucap Delon.
“There’s nothing to worry about, she doesn’t seem to be eating from yesterday. That’s what makes him pinch. I’ll add vitamins, give him this medicine before meals and this after meals. Ok, I go first, get well soon” ucap dokter sambil memberikan obat dan pamit pergi.
“Thank you very much, doc” ucap Delon.
Rian mengantar dokter keluar sambil mengambilkan makanan buat Viona. Delon mendekati Viona “kenapa kamu gak makan?” tanya Delon.
“Aku gak nafsu saja makan semenjak kamu pergi, aku menunggu kamu sendirian disini. Tapi kamu tidak juga datang, aku bosan, aku hanya butuh kamu” ucap Viona sambil meneteskan air mata.
Delon menghapus air matanya “maaf, semua salah aku. Sekarang semua sudah selesai, yang kamu lihat kemaren salah paham. Aku datang kemaren ingin bertemu daddy Celin, aku memegang tangan Celin karena dia tidak mau ikut sama aku. Makanya aku memaksanya untuk datang dengan menariknya, aku bersumpah tidak bohong” Ucap Delon.
“Oke, aku maafin. Mulai dari sekarang jangan bohongi aku lagi” Viona memaafkan Delon.
“Iya, aku janji” Delon berjanji. “Sekarang minum obat ini dulu sebelum Rian datang bawa makanan” Delon mengambilkan obat dan minum.
Delon memantu Viona untuk meminum obat “makasih ya” ucap Viona,
“Iya sayang” Delon mengusap kepala Viona sambil tersenyum.
--
--
--
BERSAMBUNG
__ADS_1