
Sampai di rumah, Viona masuk kamar, setelah sholat dia duduk di tepi kolam berenang sambil mengerjakan skripsinya. Tidak lama kemudian handphone-nya berdering, ternyata telepon dari guru SMP-nya.
“Assalamualaikum buk” Viona mengangkat telepon.
“Waalaikumsalam Vio, bagaimana kabarnya?” tanya Buk Indah.
“Alhamdulillah sehat buk, ibuk gimana kabarnya juga?” tanya balik Viona.
“Of course sehat, ibuk sudah lihat loh wawancara kamu tadi” ucap Buk Indah.
Viona jadi malu “ibuk, Vio malu buk”.
“Untuk apa malu, kan masih pakai baju kan!” ledek Buk Indah. “Pasti ada yang mau dikatakan sama ibuk, ibuk dari tadi tunggu telepon dari kamu tapi kamu nggak juga nelepon makanya ibuk yang televon” ucap Buk Indah.
“Iya buk, ada yang ingin Vio katakan. Bagaimana pendapat ibuk tentang wawancara Vio tadi?” tanya Viona.
“Menurut ibuk itu kesempatan bagus loh, kan kamu hanya bercerita. Lagian kan kamu tidak bermaksud untuk menyakiti siapa pun, itu kan your life. Untuk apa merasa malu dan segan, asal yang kamu katakan itu kebenaran, rasa ibuk nggak masalah” pendapat Buk Indah.
“Thanks ya buk, jadi Vio sekarang sudah tahu mau lakukan apa. Assalamualaikum” Viona menutup telepon.
“Sama-sama Vio, waalaikumsalam” jawab Buk Indah sedang duduk menunggu di jemput suami di sekolah.
Selesai sholat maghrib berjamaah Viona masuk kamar dan lihat ada panggilan tak terjawab dari teman SMA-nya. Dia langsung menelepon teman baiknya itu “hallo assalamualaikum Wulan”.
“Waalaikumsalam Vio, ha, kenapa baru telepon. Gue udah lihat loh, yang sekarang sudah jadi artis youtobe” ledek Wulan.
“Loe ini ledek gue aja, loe tahu kan gue sekarang sedang dilema” ucap Viona.
“Dilema kenapa! Gabung ajalah sama mereka, biar mantan-mantan loe itu tahu gimana loe sekarang. Percaya deh sama gue suatu saat mereka pasti menyesal. Gue yakin hobi kamu menulis akan segera terwujud jadi penulis beneran. Sekarang tidak hanya gue yang bisa baca hasil tulisan loe tapi semua orang bisa baca. Yakin deh sama gue, atau loe mau gue yang bilang sama mereka” ucap Wulan.
“Jangan deh, loe sudah banyak bantu gue. Tapi Lan rencana gue akan tulis semua itu tapi mungkin nggak waktu dekat ini saya berikan sama penulis itu” kata Viona.
“Why?” tanya Wulan.
“Yang gue bilang pas wawancara itu benar, sampai gue temukan siapa jodoh gue sebenarnya” jawab Viona.
“Ha, jadi gue harus tunggu 3 tahun lagi untuk baca hasil tulisan loe itu” Wulan kaget.
“Iya” ucap Viona.
“Loe pendekin saja ceritanya, nggak usah sampai dapat jodoh, itu kelamaan, semua orang sudah pada tunggu” ucap Wulan.
“Loe tahu kan sekarang gue lagi sibuk dengan skripsi gue, setelah itu.....” kata Viona.
Langsung disambung oleh Wulan “loe lanjut S2 di Paris, mana sempat loe tulis itu kalau nggak sekarang loe buat”.
“Tapi loe tahu kan kalau waktu gue nulis itu nggak bisa di desak kek gini, gue harus cari waktu yang tepat. Loe mau hasil tulisan gue jelek, nanti orang-orang nggak mau baca lagi” ucap Viona.
“Benar juga, yadeh gue kalah. Tapi loe harus janji sama gue, tulisan loe itu harus selesai sama dengan kuliah S2 loe itu” Wulan mengalah.
“Siap bos, gue janji” jawab Viona.
“Ya udah kalau gitu, gue mau mengaji dulu, assalamualakum” Wulan menutup telepon.
“Waalaikumsalam” jawab Viona.
Setelah televonan dengan Wulan, Viona mencoba menelepon Indra tapi tidak di angkatnya. “Mungkin abang masih kerja” kata hati Viona.
__ADS_1
Venus masuk ke kamar Viona “mbak, ayo makan kata papa dan mama”.
“Iya, adek duluan saja kebawah, bentar lagi mbak turun” jawab Viona.
“Oya mbak jangan lupa pake kerudung, di bawah ada mas Kiki baru datang ingin ketemu sama mbak” sambung Venus.
“Iya” jawab Viona sambil membuka mukennah.
“Dia datang dengan seorang cewek mbak” ucap Venus lagi.
“Siapa?” tanya Viona.
“Nggak tahu, adek belum pernah lihat tuh” jawab Venus.
“Ya nggak apa-apa, adek turun saja dulu” ucap Viona.
Venus keluar dari kamar Viona, sedangkan Viona memakai kerudung. Sewaktu dia mau keluar, tiba-tiba ponselnya berdering, ternyata telepon dari adik Radit.
“Assalamualaikum dek?” jawab Viona.
“Waalaikumsalam mbak, mbak ini mami mau bicara sama mbak” ucap Rara.
“Assalamualaikum Vio” ucap mami.
“Waalaikumsalam mi, bagaimana kabar mami” jawab Viona sambil keluar.
“Alhamdulillah mami sama keluarga sehat, Vio gimana sehat?” tanya mami.
“Sehat mi, ada apa mi?” tanya Viona.
Viona mengangguk dan memberi kode bahwa dia sedang telepon.
“Mami sama keluarga sudah lihat loh video wawancara Vio tadi siang. Mami mau tanya kenapa Vio nggak gabung saja sama mereka, apa Vio masih mikirin Radit?” ucap Mami.
“Bukan itu mi, mami tahu kan Vio sibuk menyusun skripsi sekarang” jawab Viona.
“Terus kenapa? Menurut mami gabung saja sama mereka, nggak usah fikirkan Radit. Kalau dia marah sama Vio, nanti biar mami yang bicara sama dia” kata mami.
“Iya mi, rencananya Vio akan gabung dengan mereka mi” jawab Viona sambil duduk di meja makan.
“Baguslah, Vio sedang apa sekarang?” tanya mami.
“Vio mau makan malam mi” jawab Viona.
“Lanjut aja makan malamnya, titip salam mami sama papa, mama, Venus, dan Vandi” ucap Mami.
“Iya mi, tapi mas Vandi dia ke Amerika mi. Oya mi, Radit di rumah?” tanya Viona.
“Nggak tahu dia kemana Vio, sudah sebulan dia nggak balik ke rumah” jawab mami.
“Kalau gitu besok Vio datang deh ke rumah mami” ucap Viona.
“Iya mami tunggu, assalamualaikum” mami menutup telepon.
“Waalaikumsalam” jawab Viona sambil menutup telepon. “Oya pa, ma, dek, salam dari mami” ucap Viona.
“Waalaikumsalam” jawab mereka semua.
__ADS_1
“So, ada apa Ki? Tumben datang kesini?” tanya Viona sama Kiki.
“Mentang-mentang sudah jadi artis youtobe, gue nggak boleh datang kesini” ledek Kiki.
“Boleh lah, nggak ada yang larang. Terus, itu siapa? Nggak kenalkan sama gue?” ucap Viona sambil mengambil nasi.
“Oh ya gue lupa, Fuji kenalkan ini dia teman kecil aku itu. Orang yang paling nyebelin dan selalu ingin berantem setiap ketemu, Viona” Kiki memperkenalkan mereka.
“Hai gue Viona, panggil Vio saja” Viona mengulurkan tangannya.
“Hai gue Fuji” mereka berjabat tangan.
“So, kalian berdua ini couple?” tanya Viona.
“Menurut loe?” ucap Kiki.
“Buruk, sifat jelek loe itu cukup di depan gue saja, nggak usah depan orang lain. Ntar dia ilfeel sama loe baru tahu!” ucap Viona.
“Sudah-sudah, kalian ini kalau ketemu nggak habis berantem terus” mama memberhentikannya.
“Iya nih mbak sama mas Kiki kalau ketemu berantem melulu, nggak capek bicara terus” sambung Venus.
“Oya mbak, tahu nggak maksud kedatangan Kiki kesini?” tanya papa.
“Nggak tahu pa, emang kenapa?” tanya Viona.
“Mereka akan menikah satu bulan lagi” jawab mama.
Viona kaget “apa, yang benar? Kenapa nggak tunggu gue wisuda dulu!”.
“Nggak usah kaget seperti itu, makanya dengarin dulu” ucap Kiki.
Viona minum “terus, apa?” tanya Viona.
“Sebenarnya emang satu bulan lagi tapi karena tadi mama sama papa bilang kalau loe akan wisuda 3 bulan lagi jadi kita undur dulu. Kita tunggu loe wisuda, setelah loe wisuda baru kita nikah. Lagian loe siap wisuda mau berangkat ke Paris kan!” jelas Kiki.
“Hmz... bagus deh, loe masih ingat sama gue” Viona lanjut makan.
“Mbak happy atau broken hearth!” ledek Venus.
“What do you mean?” tanya Viona.
“Cinta pertamanya mau nikah, siapa yang nggak sakit hati” jawab Venus.
Kiki tertawa “itu betul Ven, jangan-jangan loe sakit hati lagi”.
“Sakit hati, why?” Fuji tidak mengerti.
“Sudah-sudah, makan dulu” mama menghentikannya.
--
--
--
BERSAMBUNG
__ADS_1