DILEMA (Menentukan Pilihan)

DILEMA (Menentukan Pilihan)
Pengajian


__ADS_3

Semua karyawan Delon sudah datang ke rumah Viona. Mereka sudah mendapatkan izin untuk mendekorasi rumah Viona. Sedangkan Viona seharian hanya menghabiskan waktu dikamar membuat novel. Kalau Delon seperti biasa masih pergi ke kantor untuk bekerja.


Vigo datang membuka pintu kamar Viona “unty.....” Delon langsung memelu Viona.


Viona membalasnya “sama siapa datang?” tanya Delon.


“Sama bunda, ayah lagi di bengkel. Nanti sore baru ayah kesini” ucap Vigo.


“Hm... ada apa datang ke kamar unty?” Viona meletakan Vigo diatas kasur.


“Mau main sama unty” Vigo meliha Viona.


Sewaktu mereka sedang sibuk main, ponsel Viona berdering. Ternyata video call dari Delon, Vigo langsung mengangkat panggilan itu.


“Assalamualaikum uncle!” Vigo tersenyum.


“Waalaikumussalam Vigo. Kok Vigo bisa pegang ponsel unty?” tanya Delon.


“Vigo lagi sama unty, nemani unty di kamar” Vigo.


“Oh... untynya mana?” tanya Delon.


“Kenapa nanya-nanya, udah kangen?” ledek Viona muncul dibelakang Vigo.


“Percaya diri amat, buk. Tapi iya juga sih!” Delon tersenyum.


“Vio juga, tapi bercanda” kata Viona.


Delon tertawa “kamu ini, bikin gemes aja. Vigo bisa tolong uncle gak!”.


“Apa uncle?” kata Vigo.


“Cubit pipi unty”.


Vigo langsung mencubit Viona “Vigo... udah, udah..” kata Viona sambil tertawa.


“Sudah Vigo, kasihan unty. Kasih ponsel unty sama unty” ucap Delon.


“Apa!” Viona ngambek.


“Jangan ngambek dong, nanti cantiknya hilang loh” hibur Delon.


“Biasa aja gombalnya. Sekarang Vio serius, ada apa Bie?”


“Gak ada, hanya ingin tahu aja lagi apa” ucap Delon.


“Tadi lagi buat novel seperti biasa dan mendesaign, terus datang Vigo ajak main. Katanya bosan main sama Venus mulu, makanya dia datang kesini” jawab Viona.


“Ya udah, aku mau pulang dulu. Mau siap-siap juga” Delon mematikan panggilannya.


***


Maghrib sudah hampir lewat, semua tamu sudah pada datang. Mereka hanya menunggu keluarga Delon yang belum datang. Acara diadakan hanya sederhana, yang di undang hanya orang-orang terdekat saja. Kecuali anak yatim sama jemaah masjid dan orang-orang kompleks. Tidak lama kemudian keluarga Delon berdatangan. Mereka semua menyambut kedatangan mereka, setelah itu acara pun dimulai.


Setelah acara pengajian, Viona dan Delon memberikan amplop pada setiap anak yatim. Anak yatim antri dan bersalaman sama Viona dan Delon. Setelah itu semua orang melanjutkan memakan semua hidangan yang sudah ada.

__ADS_1


Wulan pergi meninggalkan acara, Wulan duduk sendirian di tepi kolam berenang. Viona melihat Wulan pergi, kemudian dia mau menyamparin Wulan. Tapi Indra langsung menghentikan Viona, sebab tidak sepantasnya dia pergi karena ini adalah acaranya.


“Vio, tetap disini, biar abang yang temui” kata Indra.


“Iya bang, sepertinya Wulan ada masalah lagi” ucap Viona.


“Iya, abang tahu” Indra langsung menghampiri Wulan.


***


“Ngapain duduk sendirian disini?” tanya Indra.


“Hanya bosan aja didalam, lagian acara udah selesai” jawab Wulan sambil membersihkan air matanya.


Indra tersenyum dan duduk di sebelah Wulan “kamu gak usah bohong sama abang. Abang udah tahu bahwa kamu kesini pasti ada masalah lagi, kan?”.


Wulan tidak menjawab “kalau kamu tidak mau curhat sama abang ya sudah” Indra berdiri mau pergi.


“Tunggu bang. Bisa temani Wulan disini sebentar” Wulan menghentikan Indra.


Indra kembali duduk “abang tahu kamu tidak siap untuk berbagi selain sama Vio. Sebenarnya Vio tadi yang mau datang kesini tapi abang melarangnya. Sebab Vio sudah menceritakan sama abang semuanya mengenai masalah


kamu”.


Wulan melihat Indra “untuk apa?”.


“Mau abang jawab jujur apa bohong?” kata Indra.


“Gak ada orang yang mau dibohongi, bang. Meskipun jujur itu menyakitkan tapi lebih baik, ya tidak masalah. Dari pada bohong, apalagi terus-terusan, itu lebih sakit bang” kata Wulan.


“Oke kalau gitu. Kalau abang peduli sama kamu boleh?”


“Kalau abang mau jadikan kamu istri abnag, mau?”


“Apa!” Wulan kaget.


“Jawab dong?”


“Wulan masih bingung, maksudnya apa, bang?”.


“Abang tahu, kalau kamu tidak pernah mau pacaran. Makanya abang langsung ingin melamar kamu, apakah kamu mau?” ungkap Indra.


“Bang, abang gak kenal sama aku sepenuhnya”.


“Abang tahu semuanya, Viona sudah menceritakan sama abang semuanya. Vio juga tahu kalau abang suka sama kamu tapi waktu itu abang belum siap saja. Karena abang sudah janji sama diri abang sendiri, sebelum Vio mendapatkan kebahagiaannya, maka abang belum mau nikah. Kemaren Vio sudah menyuruh abang untuk mengatakan sama kamu, tapi sekarang baru abang berani. Abang hanya ingin membawa kamu keluar dari rumah itu dan tidak tinggal lagi di kostsan” kata Indra.


Wulan terharu mendengar pernyataan Indra “Wulan belum bisa jawabnya, bang. Bolehkah abang beri Wulan waktu dulu, sebab Wulan mau bicara sama ayah”.


“Oke, abang tunggu. Sekarang cerita sama abang, ada masalah apa?”.


Wulan melihat Indra “aku memang sudah tidak sanggup menghadapi kelakuan saudara tiri aku. Dia semakin seenaknya pada mama, sampai sekarang aku masih tidak tahu apa salah aku”.


“Kamu jangan takut lagi, mulai dari sekarang hubungi aku kalau kamu butuh bantuan” ucap Indra.


“Makasih bang” mereka saling tersenyum.

__ADS_1


***


Kembali pada acara pengajian, tamu sudah pada pulang, yang tinggal hanya keluarga masing-masing. Tidak lama juga keluarga Delon sudah minta izin pulang. Delon sama Rian belum pulang, sebab masih bicara sama Indra dan Vandi. Luna, Lala, dan Jesika sudah izin pulang.


Viona menghampiri Wulan sedang membantu pembantu beres-beres “Lan..” Viona memegang bahu Wulan.


Wulan menoleh “iya, Vio”.


“Kamu tidur disini kan! Berangkat bareng kita besok pagi juga, kan?”.


“Iya, Vio. Lagian aku untuk apalagi balik ke kost. Aku sudah minta cuti di kantor dan kalau pulang ke rumah, kamu tahu juga kan apa yang terjadi”.


“Iya, aku paham. Oya, tadi bicara apa saja sama abang?”.


“Kamu bohongi aku ya, kamu sudah tahu selama ini bang Indra suka sama aku”.


Viona tersenyum “alhamdulillah, akhirnya abang mengatakan juga. Terus kamu jawab apa?”.


Wulan menggeleng-geleng “apa kamu menolaknya?” tanya Viona.


Wulan juga menggeleng “So?” Viona penasaran.


“Aku butuh waktu untuk menjawab, aku juga harus tanya sama ayah” kata Wulan.


“Oh.. baguslah. Aku harap kamu menerima abang” harapan Viona.


Indra, Rian dan Delon datang “Vio...” panggil Indra.


“Iya bang” Viona menoleh.


“Mereka mau pulang” kata Indra.


“Iya, bentar. Lan, kalau mau ke kamar, pergi aja, nanti aku nyusul” Viona menghampiri Delon dan Rian.


Mereka bertiga jalan menuju pintu keluar, Wulan langsung ke kamar Viona sedangkan Indra melihat Wulan sampai menghilang.


“Besok mau pergi bareng?” tanya Delon sama Viona.


“Mana boleh. Besok kita udah gak boleh ketemu, Bie” ucap Viona.


“Oh iya, kalau nelvon sama video call boleh?”.


“Gak juga, kita gak boleh saling hubungi sampai kita akad”.


“Hmz... kita usahain besok ya” Delon menarik napas.


“Iya, lihat aja nanti. Tuh Rian udah tunggu!” ucap Viona.


“Iya. Aku pamit ya, asslamualaikum” Delon jalan masuk mobil.


“Waalaikumussalam” jawab Viona.


--


--

__ADS_1


--


BERSAMBUNG


__ADS_2