
Esok harinya semua siaran televisi, internet, youtube, dan media sosial lainnya membicarakan tentang Viona. Semua orang selesai sarapan langsung melihat acara TV di ruang keluarga.
Viona turun mau sarapan, Indra melihat Viona turun “Vio, sini dulu” panggil Indra.
Viona menghampiri mereka semua “ada apa nih?” tanya Viona.
“Lihat mbak, siaran TV semua beritanya tentang pernikahan mas semalam sama mbak” ucap Vandi.
“Di youtube pun semua tentang mbak” ucap Vani.
“Tidak hanya itu mbak, di semua media sosial juga” sambung Venus.
Tiba-tiba Viona merasa pusing dan langsung pinsan ke Indra “mbak...” teriak semua orang.
Indra langsung mengangkat Viona ke sofa dan memeriksa keadaan Viona “badan Vio sangan panas. Kita harus bawa dia ke rumah sakit” ucap Indra.
“Ayo bang, angkat mbak dan bawa ke rumah sakit” mama cemas.
Indra langsung mengangkat Viona ke mobil dan langsung membawanya ke rumah sakit. Diikuti dengan keluarga yang lain dengan mobil lainnya. Semua sangat risau dengan keadaan Viona. Sampai di rumah sakit semua orang langsung heboh melihat Viona di bawa ke rumah sakit.
Tiba-tiba seseorang membuat video kedatangan Viona dan menguploadnya ke media sosial. Jadi dengan tiba-tiba wartawan datang ke rumah sakit, mereka ingin meliput keadaan Viona. Keluarganya sampai di rumah sakit, mereka langsung diserbu pertanyaan oleh wartawan. Mereka semua tidak mau menanggapi semua itu, mereka langsung masuk ke rumah sakit. Security langsung melarang mereka untuk tidak masuk. Sedangkan Viona sedang periksa di UGD dan dibawa ke ruang rawatan
“Kenapa wartawan bisa datang ke rumah sakit, dimana mereka tahu kalau mbak dibawa ke rumah sakit?” tanya Vandi.
Venus dapat pesan video dari Salsa dan langsung melihatnya “mas, mungkin karena ini mas. Ada seseorang yang mengambil foto mbak waktu dia datang dan langsung di masukkan ke sosmed makanya wartawan tahu”.
“Sudahlah, untuk sekarang kita belum tahu keadaan mbak. Jadi jangan ada yang menjawab pertanyaan dari wartawan” saran papa.
Mereka sampai di ruang rawat Viona “apa kata dokter bang?” tanya Vandi.
“Mbak demam panas, kata dokter dia kecapekan. Mungkin karena dia sibuk mengurus pernikahan mas Vandi, pa” jawab Indra.
“Sampai kapan mbak akan dirawat, sabtu besok mbak kan mau wisudah” ucap mama.
“Dia sebenarnya butuh waktu istirahat seminggu ini ma, tapi kalau mbak mau wisuda nanti abang bilang sama dokter untuk beri mbak vitamin” ucap Indra.
“Menurut papa sekarang, lebih baik mas sama abang temui wartawan di depan. Sebab kasihan orang-orang yang di rawat disini terganggu dengan mereka semua” saran papa.
“Iya mas itu ide yang bagus, mas bisa jelaskan keadaan mbak” sambung Vina.
“Ayo bang, kita kedepan” ajak Vandi pada Indra.
James melihat karyawan sedang melihat berita tentang Viona drop “kasihan dia ya, mungkin dia kecapekan” ucap salah seorang karyawan.
“Apa yang kalian lihat?” tanya James.
“Ini bos berita mengenai teman Jesika yang seorang desaigner muda yang baru terkenal itu bos” jawab salah satu karyawan.
“Viona, kenapa dia?” James kaget.
__ADS_1
“Dia baru saja dilariakan ke rumah sakit bos, kita masih belum tahu penyebabnya” ucap karyawannya itu.
James langsung menelepon Jesika “hallo jesi, dimana?”.
“Di rumah aa, ada apa aa?” tanya Jesika.
“Coba lihat youtube, ada berita mengenai Viona dibawa ke rumah sakit” jawab James.
Jesika kaget “apa! Kenapa sama Vio?”.
“Aa nggak tahu, coba kamu datang ke rumah sakit dan cari tahu” saran James.
“Ok aa, assalamualaikum” Jesika menutup telepon.
Jesika langsung whatshap digrup persahabatan mereka “guys coba lihat youtube atau berita lainnya. Ada berita tentang Viona dibawa ke rumah sakit, gue tunggu kalian di rumah sakit”.
Vandi dan Indra keluar dari rumah sakit, mereka akan bicara dengan wartawan. “Mas, bisa kita bicara sebentar?” ucap seorang wartawan.
“Iya, ya, sabar. Kita akan jawab pertanyaan mas mas semua tapi dengan syarat, setelah kita jawab mas mas bisa pergi disini. Sebab takut terganggu dengan pesakit lainnya dan orang yang ingin berobat disini” ucap Indra.
“Kita semua setuju” teriak seorang wartawan.
“Jadi, siapa yang akan bertanya duluan” ucap Vandi.
Seseorang mengangkat tangan “saya mas, kenapa Viona dibawa ke rumah sakit?”.
“Mas, apa kata dokter mengenai kesehatan Viona?” teriak seorang wartawan.
“Viona kecapekan dan dia butuh istirahat, kalian tahu kan seberapa sibuknya dia kemaren” jawab Indra.
“Berapa lamanya Viona akan istirahat, mas?” tanya wartawan lagi.
“Selama seminggu” jawab Vandi.
“Tapi bukannya sabtu besok Viona akan wisuda, mas?” ucap wartawan.
“Iya mas, tapi kita doakan Viona bisa ikut wisuda nantinya. Kita akan minta bantuan sama dokter untuk memberi Viona vitamin” sambung Indra.
Semua wartawan sudah diam “mas terimakasih sudah menjawab pertanyaan kita semua. Kita doakan supaya Viona cepat sembuh dan kembali menciptakan karya-karyanya lagi” ucap wartawan.
“Iya, kita dari keluarga juga mengucapkan terimakasih” jawab Vandi.
Semua wartawan sudah pergi dan suasana kembali seperti semula. Tidak lama datang Jesika, Luna, dan Lala. Mereka langsung menghampiri Vandi dan Indra yang sedang jalan mau masuk.
“Mas... bang... tunggu..” teriak Jesika.
Mereka berdua berhenti “ada apa dengan wartawan-wartawan itu tadi, mas?” tanya Luna.
“Mereka ingin menanyakan keadaan Viona” jawab Vandi.
__ADS_1
“Kita bisa kan lihat Viona, mas?” tanya Lala.
“Bisa, Viona sedang istirahat di ruang rawat” jawab Vandi.
“Kalau gitu ayo kita masuk” ajak Indra. Mereka semua berjalan masuk ke tempat rawat Viona.
***
Sedangkan Sari baru dapat berita dari temannya seorang wartawan kalau Viona dibawa ke rumah sakit. Sari langsung memberitahu Dandi yang sedang rapat di kantornya. Sari mengetuk pintu lalu langsung masuk dan menghampi Dandi.
“Ada apa berisik?” tanya Dandi.
Sari langsung berbisik pada Dandi “kita baru dapat berita bahwa Viona dibawa ke rumah sakit tadi pagi”.
Dandi terkejut “apa, dia kenapa?”
“Bos sudah di tunggu sama Beno di ruang siaran, dia yang dapat berita tentang Viona” ucap Sari.
Dandi langsung memberhentikan rapat “maaf sebelumnya, saya harus pergi. Rapat ini dilanjutkan sama sekretaris saya, saya sudah di tunggu. Sebelumnya saya minta maaf pada bapak dan ibuk semuanya” Dandi pergi bersama Sari.
***
Indra, Vandi, Jesika, Lala, dan Luna sampai diruang rawat Viona. Jesika, Lala, dan Luna langsung bersalam dengan orang yang ada disana.
“Om, tante, bisa kita melihat Vio?” tanya Jesika.
“Sekarang belum bisa Jes, soalnya Vio baru diberi obat tidur sama dokter. Mungkin kalau siang Vio udah sadar bisa kita masuk” jawab papa.
“Kalau gitu gimana kita keluar dulu, pergi kemana saja atau makan, nanti siang kesini lagi” saran Luna.
“Benar juga kak, adek ikut sama kakak ya” ucap Venus.
“Iya, kalau gitu kita keluar dulu tante, om, kak, mas, bang” ucap Lala.
Mereka minta izin keluar “gimana papa sama mama pulang saja dulu. Biar mas sama Vani disini dulu” kata Indra.
“Iya pa, ma, lagiang abang kan bentar lagi masuk kerja. Dia juga bisa jagain mbak disini” sambung Vandi.
“Kalau gitu kita ayo pulang dulu ma, sore nanti kita kesini lagi” ajak papa sama mama.
“Mama sama papa pamit pulang dulu” ucap mama.
--
--
--
BERSAMBUNG
__ADS_1