
Setelah semua orang sudah pulang, Viona masuk ke kamar sholat Isya dan setelah itu duduk di meja belajarnya. Dia melihat desaign-desaign yang berantakan, skripsi yang bertebaran, dan letop yang terbuka di destopnya adalah skripsinya. “Jadi aku harus fokus sekarang, satu tujuan yaitu my dream. Aku harus selesaikan semua ini dan cepat wisuda. Setelah itu aku bisa pergi ke Paris menuju masa depan aku” kata hati Viona.
Viona langsung sibuk mengetik dan menyelesaikan skripsinya. Jam sudah menunjukkan jam 00.00 wib, mama datang mengetuk pintu “mbak, ini mama”.
“Buka saja ma, nggak di kunci” jawab Viona.
“Belum juga tidur, tidur lagi besok lanjutkan lagi” mama menyuruhnya tidur.
“Iya ma, bentar lagi mbak tidur” jawab Viona.
“Jam berapa Kiki tadi pulang?” tanya mama.
“Jam 20.00 wib ma” jawab Viona.
“Mama ke kamar lagi, jangan lupa tidur” kata mama sebelum pergi.
Setelah mamanya pergi, Viona langsung menyimpan semua buku-bukunya dan dia sholat dulu sebelum tidur. Besok harinya dia bangun sholat subuh, setelah sholat dia lanjut tidur lagi dengan memakai mukennah. Semua orang sedang sarapan tapi dia juga tidak turun sarapan.
“Ma, mbak belum turun juga?” tanya papa.
“Nggak tahu pa, dek, mbak mana?” tanya mama.
“Tadi adek ke kamarnya tapi mbak masih tidur” jawab Venus.
“Ya sudah, adek ayo sama papa berangkat hari ini, mungkin mbak kecapekan semalam dia buat skripsinya” kata papa.
“Iya pa, ma adek pamit” Venus bersalaman dengan mama.
Mama setelah sarapan langsung ke kamar Viona dan membangunkannya “mbak bangun, mbak...”.
Viona terbangun “ah mama, jam berapa ma?” tanya Viona bangun.
“Jam 08.00 wib” jawab mama.
Viona kaget “ha jam 08.00 wib, adek pasti terlambat”.
“Adek sudah berangkat sama papa hari ini, kenapa tidur lagi setelah subhu?” tanya mama.
“Mbak mengantuk ma, capek kali” jawab Viona.
“Ya sudah mandi lagi, ke kampus kan? “ ucap mama.
“Iya ma” Viona langsung ambil handuk dan masuk kamar mandi.
Setelah selesai mandi dan bersiap-siap Viona langsung buru-buru ke kampus tanpa sarapan “non nggak sarapan?” teriak bibik.
“Nggak bik, nggak sempat, kalau mama nanya bilang Vio udah ke kampus buru-buru” teriak Viona sambil jalan ke garasi mobil.
Sampai di garasi Viona langsung masuk mobil “mang buka pagar ya” ucap Viona pada tukang kebunnya.
“Kemana non?” tanya tukang kebun.
“Mau ke kampus mang, doain Vio ya mang” jawab Viona.
__ADS_1
Viona langsung menuju kampus, sampai di kampus dia langsung menemui dosen. Dia buru-buru ke kampus sebab dia dapat telepon dari pembimbingnya bahwa dia harus ke kampus hari itu juga.
Viona mengetuk pintu ruang rektor “masuk” ucap orang di dalam.
Viona masuk “pak, buk, ini Viona Verdinand yang punya desaign itu dan dia juga yang di wawancara sama TV kemaren” ucap pembimbingnya.
Viona bersalaman sama mereka semua dan langsung duduk “kenapa ya buk saya di panggil ke kesini?” tanya Viona sama pembimbingnya.
“Begini Vio, bapak ini adalah bapak Ikhsan, orang yang mengurus mahasiswa berprestasi dan beasiswa untuk kuliah di luar negeri. Sedangkan ibuk ini, kamu nggak tahu sama ibuk ini” ucap pembimbingmya.
“Tahu buk, seorang desaigner terkenal di Paris yaitu Floe Criss. Tapi kenapa ya buk?” Viona masih bingung.
“You know with Diana Colection?” tanya Floe.
“Yes, I know, she is best friend my mom, why?” tanya Viona semakin bingung.
“Yeah, this is your desaign?” Floe melihatkan desaign-desaign Viona padanya.
“Yeah, this is mine” jawab Viona.
“Kamu pasti bingung sekarang kan Vio, desaign-desaign yang kamu berikan sama Diana colection itu. Kemaren desaign itu dilihatkan oleh Diana sama Floe dan dia tertarik melihat desaign-desaign kamu itu. Jadi dia akan membimbing kamu untuk lanjutkan kuliah S2 di Paris. Satu lagi kamu akan mendapatkan beasiswa kuliah disana secara free” bapak rektor menjelaskannya.
“Tapi saya belum wisuda pak dan saya masih menyelesaikan skripsi saya” ucap Viona.
“Iya itu betul, skripsi kamu sudah di lihat oleh Floe dan dia sendiri yang langsung ACC. Kamu bisa langsung wisuda tanpa ujian akhir tapi kamu mau kan kuliah di Paris dibawa bimbingan Floe?” tanya pembimbingnya.
“Mau sekali buk, itu yang saya impikan buk” jawab Viona senang.
“Saya setuju pak” jawab Viona.
“Vio, Floe akan mengambil desaign-desaign kamu dan akan dibawanya ke Paris. Kamu tidak usah lagi buat desaign buat Diana colection sebab kamu akan langsung di kontrak oleh Floe sebagai seorang desaigner untuk butiknya di Paris selama 2 tahun. Selama kamu kuliah disana kamu juga bisa kerja disana, setelah kamu selesai S2, kamu bisa buka butik sendiri di Jakarta” ucap pembimbingnya.
“Betul buk” ucap Viona dengan happy.
“Yes, all right. You follow me to Paris. I like to all your desaign” ucap Floe.
“Thank you miss” ucap Viona.
“Sekali lagi selamat Vio, sampai ketemu lagi” ucap Ikhsan. Mereka keluar dari ruangan rektor tersebut, diikuti dengan Floe Criss.
“Selamat Vio, seminggu lagi kamu harus siapkan semuanya, sebab kamu akan ikut sama bapak ke dinas pendidikan” ucap rektor.
“Iya pak, makasih” jawab Viona.
“Ayo kita keluar, ada yang mau ibuk bicarakan” ajak pembimbingnya.
“Ada apa buk?” tanya Viona keluar dari ruang rektor.
“Ibuk benar-benar happy sekali, sekarang kamu nggak usah perbaiki skripsi kamu kemaren sebab semua itu sudah dilihat sama Floe. Yang ibuk salahkan kemaren sebenarnya itu tidak salah kata Floe, karena itu adalah ciri khas dari kamu” ucap pembimbingnya.
“Jadi semuanya benar buk?” tanya Viona.
“Iya, kamu print aja semuanya dan siapkan surat-surat untuk ke dinas minggu depan. Sekalian syarat-syarat untuk kamu wisuda 3 bulan lagi, sekarang nggak ada yang kamu takutin lagi” jawab pembimbing.
__ADS_1
“Terimakasih banyak buk, semua ini karena bimbingan ibuk” ucap Viona.
Pembimbing langsung memeluknya “sama-sama, ibuk juga senang” ucap ibuk meninggalkan Viona.
Viona sangat bersyukur dan senang, dia langsung pergi ke taman kampus untuk menghilangkan beban di fikirannya. Tidak lama kemudian datang sahabatnya menghampirinya di taman. Mereka langsung memeluk Viona, sebab mereka baru tahu kalau Viona mendapatkan beasiswa kuliah di Paris.
“Selamat Vio” ucap mereka bersamaan.
“Iya, gue juga ucapkan terimakasih sama kalian” ucap Viona.
“Bagaimana bisa loe dapatkan semua itu Vio?” ucap Jesika.
“Iya, dapat beasiswa lagi dan ketemu Floe Criss, seorang desaigner terkenal di Paris” sambung Lala.
“Apa kata mereka Vio?” tanya Luna.
“Gue nggak perlu ujian akhir lagi dan gue bisa wisuda 3 bulan lagi. Seminggu setelah wisuda gue harus berangkat ke Paris. Gue langsung di kontrak sama Floe dan kerja dengan dia selama 2 tahun menjadi seorang desaigner untuk butiknya di Paris” cerita Viona.
“Bagusnya lagi, selamat!” ucap Jesika.
“Seminggu lagi gue harus ke dinas untuk mengurus keberangkatan gue, lepas sudah beban gue satu lagi” ucap Viona lega.
“Jadi setelah semuanya selesai kamu bisa nulis donk” ucap Luna.
“Oh iya, jadi loe gimana keputusan loe pada penulis kemaren?” tanya Lala.
“Gue akan gabung sama mereka, tapi sepertinya setelah gue kuliah baru gue kasih sama mereka cerita gue. Sebab gue mau fokus dulu sama mimpi gue yaitu jadi seorang desaigner profesional. Kalau menulis itu hanya hobi gue karena dulu gue nggak tahu apa yang mau gue kerjakan” jawab Viona.
“Oh gitu, kita akan tunggu kan guys” ucap Luna.
“Iya” jawab Lala dan Jesika.
“So traktirannya kapan?” tanya Lala.
“Gimana setelah gue urus semuanya, gue selesaikan surat-surat keberangkatan gue dan syarat wisuda gue?” ucap Viona.
“Siap, kita tunggu” ucap Jesika.
“Sepertinya kita memang nggak bakalan wisuda bareng kan?” Lala cemberut.
“Nggak usah cemberut seperti itu, walaupun kita nggak wisuda bareng yang penting kita kan tetap bersama” Viona menenangkan mereka.
“Iya nggak apa-apa guys, kita kan tahu Viona memang nggak akan bisa kita lawan” sambung Luna.
“Gue sayang kalian” Viona memeluk sahabat-sahabatnya.
--
--
--
BERSAMBUNG
__ADS_1