DILEMA (Menentukan Pilihan)

DILEMA (Menentukan Pilihan)
Sahabat Kecilku


__ADS_3

Setelah selesai makan, mereka semua duduk di ruang tamu. Sedangkan Viona duduk sendirian di luar di tepi kolam berenang, dia sebenarnya memang merasa kecewa. Sebab tidak hanya cinta pertamanya akan menikah tapi sahabat masa kecilnya akan pergi meninggalkannya. Walaupun mereka sering berantem tapi itu yang membuat mereka tidak pernah saling membenci. Meskipun juga mereka sempat menjalin hubungan sebentar tapi itu tidak ada membuat mereka untuk saling membenci.


Kiki datang menghampiri Viona “kenapa disini sendirian”.


“Nggak kenapa-kenapa kok” jawab Viona.


“Loe nangis kan?” tanya Kiki.


“Gue minta maaf atas kesalahan gue selama ini tapi meskipun loe nikah nantinya jangan lupain gue ya, pleace!” ucap Viona.


“Walaupun kita setiap ketemu berantem tapi loe sahabat terbaik gue. Kita besar sama-sama, sekolah sama-sama, dan tidak mungkin gue lupain loe. Gue akan terus sayang sama loe dan gue juga minta maaf. Sebab gue selalu mematahkan semangat loe selama ini, sebenarnya gue bersyukur sekali teman masa kecil gue menjadi orang


berhasil” ucap Kiki.


“Sudah jangan nangis, nanti jeleknya hilang loh!” ledek Kiki.


Fuji melihat mereka berduaan, dia merasa kecewa juga melihat kemesraan mereka berdua. Lalu Viona melihat Fuji, dia langsung memanggilnya “Fuji, sini duduk”.


Fuji menghampiri mereka dan duduk di sebelah Kiki “gue tahu, pasti loe heran kan lihat kita berdua. Loe nggak usah marah sama Kiki dan gue akan jujur sama loe tentang pertanyaan loe tadi. Sebenarnya kita dulu sempat pacaran dan benar Kiki adalah cinta pertama gue. Tapi sekarang kita hanya berteman saja, gue nggak ada hubungan apa-apa sama Kiki. Kita tidak bisa saling benci sebab kita besar bersama-sama dan main pun bersama. Gue menangis sebab gue akan kehilangan teman masa kecil gue, nggak ada lagi orang yang akan mengejek gue lagi. Sebab dia termasuk motivator gue, kalau loe lihat video tadi siang, loe pasti paham” penjelasan Viona.


“Sebenarnya gue sempat juga berfikiran negative melihat kalian berdua tapi sekarang gue paham. Loe nggak usah takut, loe nggak bakalan kehilangan teman masa kecil loe. Gue lihat kok video loe itu, gue juga salut sama loe. Tapi kenapa Kiki nggak pernah cerita sama gue kalau kalian pernah pacaran. Loe tahu nggak Vio, Kiki sering cerita tentang loe sama gue. Karena video tadi siang itulah kenapa gue ingin ketemu sama loe. Benar yang dikatakan Kiki, loe orangnya baik” ucap Fuji.


“Kiki bilang gue baik, baru gue dengar dia bilang gue baik. Selama ini tidak pernah dia bilang gue baik, pasti nyebelin katanya” Viona kaget. “Oya Ji, asal loe tahu selama ini setiap cewek yang dekat sama Kiki pasti merasa sakit hati sama gue. Sebab mereka fikir gue sama Kiki ada hubungan khusus” sambung Viona.


“Dulu Vio juga pernah bilang sama aku, kalau tidak ada yang mau menerima keadaan kita berdua, nggak usah sama mereka. Berarti mereka bukan jodoh loe, tapi kalau ada wanita yang bisa menerima keadaan loe sama gue ini, dia jodoh loe. Gue orang yang pertama akan bersyukur menerima dia dan gue juga rela melepaskan loe sama


dia” ucap Kiki sambil melihat Fuji.


“Jadi gue gimana Vio?” tanya Fuji.


“Loe, berhasil. Nanti gue akan buat desaign khusus gaun pernikahan buat loe dan Kiki. Perdana gue buatkan buat kalian berdua dan gue akan jadi WO pernikahan kalian. Tapi setelah gue ujian akhir, setelah selesai semuanya gue akan hubungi kalian” ucap Viona.


Sewaktu mereka sedang asyik bercakap-cakap, tiba-tiba ponsel Viona berdering “sebentar ya, gue angkat telepon dulu” Viona meninggalkan mereka berdua.

__ADS_1


“Assalamualaikum abang, kemana saja, dari tadi Vio telepon nggak di angkat” ucap Viona.


“Eh eh, kenapa nih. Waalaikumsalam, kenapa?” tanya Indra.


“Sorry, kemana aja abang?” tanya Viona.


“Vio tahu kan, abang kerja shift malam hari ini. Pasti karena wawancara tadi tuh!” ucap Indra.


Viona tersenyum “hehe abang bisa saja, gimana pendapat abang?”.


Fuji duduk dekat Kiki “Sayang, siapa tuh yang telepon, kenapa Vio happy sekali?” tanya Fuji pada Kiki.


“Sepertinya abang angkatnya, abang Indra” jawab Kiki.


“Owh, kata aku tadi pacarnya tadi” ucap Fuji.


“Dia tidak pernah pacaran setelah putus dari matannya Radit, sekitar hampir 3 tahun kalau nggak salah” ucap Kiki.


“Berarti yang dikatakan waktu wawancara itu benar. Terus yang telepon waktu makan tadi orang tua Radit kan?” tanya Fuji.


“Tahu apa saja yang mau aku tanyakan lagi” ucap Fuji.


“Tahulah, apa yang di fikirkan di kepala kamu sekarang aku juga tahu” tebak Kiki.


“Apa, ayo!” kata Fuji.


“Kenapa Vio nggak mau punya pacar, alasannya aku nggak tahu” ucap Kiki.


Kembali pada Indra dan Viona, “Iya bang, kata mas Vandi juga gitu tadi, thanks ya bang” ucap Viona.


“Dimana Vio sekarang? Sama siapa?” tanya Indra.


“Di rumah sama Kiki, oya bang Kiki mau nikah tiga bulan lagi” jawab Viona.

__ADS_1


“Beneran? Mana dia, abang mau bicara sama dia?” ucap Indra.


“Sebentar bang” Viona mengasih ponselnya sama Kiki “buruk, ini abang mau bicara”.


Kiki mengambil ponselnya “assalamualaikum abang ganteng”.


“Waalaikumsalam Kiki buruk. Ha, ini mau nikah nggak bilang-bilang sama abang” ucap Indra.


“Siapa yang bilang bang, ini pasti Vio jelek yang bilang sama abang. Susah ya kalau rahasia sama si jelek ini, pasti di bilang sama abang. Pasti kalau nelvon mas Vandi nanti juga dia bilang” ucap Kiki.


“Kamu nggak tahu saja si jelek itu mana pernah rahasia sama abang dan mas Vandi. Benar nggak yang di bilangnya?” tanya Indra.


“Iya bang, aku akan nikah 3 bulan lagi, abang harus datang loh” jawab Kiki.


“Pasti, emang calon kamu itu nggak cemburu sama si jelek. Nanti kalau lihat tingkah kalian berdua pas ijab kabul dia lari lagi” ledek Indra.


“Astaugfirullahuladzhim, doa abang lagi. Kalau yang ini sudah lulus ujian dari Viona, kalau nggak mana aku diizinin sama si jelek itu bang. Abang kan tahu syarat dari si jelek, susah sekali” sambung Kiki.


“Iya ya abang tahu, kalau gitu udah ya, abang mau lihat pasien dulu. Titip salam sama si jelek, fighting, assalamualaikum” Indra tutup telepon.


“Waalaikumsalam” jawab Kiki “ini Hp loe, salam dari abang dan fighting” Kiki mengasih sama Viona.


Viona mengambilnya “waalaikumsalam, apa kata abang?” tanya Viona.


“Dia mau lihat pasien katanya. Kalau gitu kita pamit ya, hari sudah malam. Mama sama papa pasti sudah ke kamar, bilang sama mereka kita pamit” Kiki pamit.


“Iya bawel, hati-hati, sampai ketemu lagi Fuji” ucap Viona.


“Iya, thanks ya” ucap Fuji.


--


--

__ADS_1


--


BERSAMBUNG


__ADS_2