DILEMA (Menentukan Pilihan)

DILEMA (Menentukan Pilihan)
Peresmian Butik


__ADS_3

Satu bulan kemudian, tiba saatnya untuk peresmian butik Viona. Selama satu bulan itu Delon benar-benar menghilang. Semua urusan diserahkan sama Rian asistennya dan sama Diana bundanya. Viona sudah berusaha menghubungi Delon tapi nomor Viona sudah di blok oleh Delon. Viona juga sudah tanya sama Diana, tapi Diana memang benar tidak tahu Delon dimana. Viona juga sudah coba tanya sama Dian, dia juga tidak tahu diamana Delon. Viona pernah juga minta tolong sama Indra untuk menghubungi Delon, tetap sama Delon tidak menjawab panggilan Indra. Satu-satunya orang yang tahu Delon adalah Rian asistennya, tapi percuma bertanya sama Rian, tidak akan dijawab olehnya.


Viona sedang rapat dengan Rian “hei Rian, please kasih tahu gue dimana Delon. Gue hanya ingin dia datang ke acara peresmian ini nantinya” Viona marah sama Rian.


“Nona, sekali lagi saya katakan. Bos tidak akan datang, dia tidak ada di Indonesia. Percuma saja nona marah-marah sama saya, saya juga tidak bisa membantunya” ucap Rian.


“Loe ini.. nyebelin bangat sih” Viona ngambek.


Rian menahan senyumnya melihat tingkah Viona seperti anak kecil. Sebenarnya Delon selalu ada di setiap mereka rapat atau pertemuan. Sebab Delon sudah berjanji sama Floe Criss untuk membantu Viona sampai selesai. Delon juga tidak ingin mengecewakan Viona, meskipun dia pernah kecewa sedikit sama Viona. Delon sudah melupakan masalah waktu itu, sebab Indra sudah memberitahu semuanya mengenai masa lalu Viona. Setiap selesai Rian bertemu dengan Viona, dia selalu tertawa mendengar cerita dari Rian.


***


Rian menemui Delon di rumahnya “bos, sampai kapan saya harus berurusan sama nona Viona itu. Saya sudah tidak tahan menghadapi dia, dia sangat jutek dan cerewet sekali, bos” Rian mengeluh.


Delon tertawa “kamu sabar saja, besok kan sudah peresmian” ucap Delon.


“Bos, bilang sabar terus tapi yang menghadapinya saya bos” ucap Rian.


“Menurut loe, gue gak pernah merasakan apa yang loe rasakan. Asal loe tahu Yan, gue pernah berdebat dan bertengkar sama dia di restoran. Gue sering merasakan apa yang loe rasakan itu, jadi loe tidak usah bilang seperti itu sama gue. Sebab gue sudah duluan merasakannya” ucap Rian.


***


Viona datang ke rumah Radit, sampai disana Viona membunyikan bel rumah. Tidak lama kemudian Leo membuka pintu “assalamualaikum” ucap Viona.


“Waalaikumussalam” Leo membuka pintu dan kaget melihat Viona “mbak, Vio” Leo langsung memeluk Viona.


Viona pun membalasnya “ini untuk Leo, yang lain mana?” Viona memberikan hadiah.


“Ada didalam, mbak. Ayo masuk” ajak Leo.


“Siapa, Leo?” tanya Rara yang sedang memasak di dapur.


“Hai, Ra” ucap Viona.


“Mbak Vio” Rara langsung berlari menghampiri Viona dan memeluknya.


“Bagaimana kabar kamu, udah selesai kuliahnya” tanya Viona.

__ADS_1


“Belum, mbak. Sebentar lagi” jawab Rara.


“Ini untuk kamu” Viona memberikan paper bag pada Rara.


Rara mengambilnya “makasih mbak, ini apa” Rara membuka dan kaget melihat hadiah dari Viona.


“Kata mas, kamu marah ya sama mas, karena dia gak sengaja merobek novel itu waktu itu” ucap Viona.


“Iya mbak, dimana mbak tahu?” tanya Rara.


“Mas waktu itu menghubungi mbak, dia sudah mencari disetiap tokoh buku di Jakarta tapi semuanya sudah habis. Jadi mas tanya sama mbak, masih ada gak novel tersebut, terus dia ingin memberikan sama kamu” cerita Viona.


Radit melihat Viona datang dari lantai atas “iya mbak, mas itu emang nyebelin. Tunggu, bukannya mbak sama mas....” ucap Rara.


Viona langsung jawab “iya, tapi sebelum itu mas minta bantuan sama mbak, makanya mbak bantu”. “Mami, papi, Dea, sama Rian mana?” Viona mengalihkan pembicaraan.


“Ada diatas mbak. Leo, panggi semua orang, bilang mbak Viona datang” Rara menyuruh Leo.


Leo langsung pergi “mas, ada dirumah Ra?” tanya Viona.


“Oh... apa pekerjaan mas sekarang, Ra?” Viona duduk.


“Bantu papi di kantor, mbak. Semenjal kak Diandra meninggal mas sudah kerja dengan papi” ucap Rara.


Tidak lama kemudian semua orang turun, kecuali Radit. Semua duduk di ruang keluarga dan Viona langsung memberikan hadiah buat semua orang. “Ada apa Vio datang kesini?” tanya papi.


“Mi, pi, sebenarnya kedatangan Vio kesini mau minta maaf sama mami dan papi. Karena Vio, mas jadi berubah. Vio datang mau mengasih undangan peresmian butik Vio besok pagi. Vio harap semuanya datang, sebab mami dan papi selalu memotivasi Vio selama ini” Viona memberikan undangan.


Mami mengambilnya “Vio, Vio tidak ada salah. Tidak seharusnya Vio yang mintak maaf. Seharusnya kami sekeluarga yang minta maaf karena mas sudah mengecewakan Vio” ucap mami.


“Sudahlah mi, semua sudah berlalu” ucap Rara.


“Iya benar. By the way mas mana mi?” tanya Viona.


“Mungkin di ruang musik Vio, kalau mau ketemu langsung kesana saja” ucap mami.


Viona langsung  pergi ke lantai tiga, ke ruang musik Radit. Sampai disana Viona tidak melihat Radit, dia melihat semua pemberian Viona ada disana. Kemudian Viona menuju lemari besarada di sudut, Viona membuka lemari tersebut. Dia kaget, karena lemari itu isinya adalah semua baju yang dibelikan Radit untuk Viona sewaktu tinggal

__ADS_1


disana.


“Maaf, terpaksa aku pindahkan kesini. Sebab kamar kamu dulu dipakai Diandra sama anaknya, kata Rara. Makanya semua barang-barang kamu dipindahkan Rara kesini, sebab orang-orang tidak akan mengetahui ruangan ini” suara Radit mendekatinya.


Viona tersenyum “tidak masalah, di buang pun tidak masalah. Kalau gak disedekahkan lebih baik” Viona menunduk menahan tangisnya.


“Kenapa? Jangan nangis, aku sudah tidak mau buat kamu nangis lagi. Sudah cukup 5 tahun kamu nangis karena aku, sekarang kamu harus tersenyum” Radit menghapus air mata Viona.


“Mas, aku mau tanya. Apa alasan mas dulu memutuskan Vio?” Viona menatap Radit.


“Tidak kenapa-napa. Aku tidak akan pernah mengatakannya, itu memang kesalahan aku jadi biar aku saja yang tahu” Radit tetap tidak mau jujur.


“Ya sudah kalau gitu, ini buat mas” Viona memberikan paper bag.


Radit mengambilnya “ini apa” tanya Radit.


 “Nanti aja buka. Besok jangan lupa datang ya, besok peresmian butik Vio” ucap Viona.


“Maaf ya, besok aku harus ke Kalimantan ada kerjaan” Radit tidak bisa datang.


“Ya tidak apa-apa kok, tapi kapan-kapan datang ke butik. Vio pamit, mungkin sekarang Vio datang tidak nginap, sampai ketemu lagi” Viona pergi meninggalkan Radit.


***


Esokan paginya semua tamu dan wartawan sudah datang untuk melihat peresmian butik Viona. Viona berharap Delon datang disaat peresmian ini, karena butik ini tidak pemikirannya sendiri tapi gabungan dari Delon juga. Peresmian akan segera dimulai, MC sudah meminta Viona untuk mengatakan sepatah kata. Setelah itu Viona akan menggunting pita tanda butik akan di buka.


“Delon, gue minta maaf, mungkin loe sudah terlalu kecewa sama gue. Tapi gue berharap loe ada disamping gue, menemani gue untuk menggunting pita ini. Dengan bismillah butik desaign kita berdua ini resmi gue buka, ini semua gue sembahkan buat loe yang tidak tahu diamana” kata Viona dalam hati sambil menggunting pita.


Setelah itu semua orang bertepuk tangan dan memberikan selamat sama Viona. Ada yang meminta foto dan wartawan ada yang mewawancarai Viona. Tapi Viona memang tidak ada semangat buat itu semua, dia berusaha tersenyum di tengah-tengah semua orang. Keluarga dan sahabat yang bersama dia merasa memang Viona berbeda dari biasanya, tapi tidak ada seorang pun yang berani bertanya sama Viona.


--


--


--


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2