DILEMA (Menentukan Pilihan)

DILEMA (Menentukan Pilihan)
Menjemput Venus


__ADS_3

Dua hari kemudian, sebelum berangkat ke bandara Vandi menemui Viona di kamarnya. Vandi mengetuk pintu kamar Viona, Viona langsung membuka pintu kamarnya.


“Ada apa mas?” tanya Viona.


Vandi memberikan desaign yang sudah mereka pilih “ini desaign kemaren, ini yang mas pilih sama kak Vina dan ini yang nggak kita pilih”.


Viona mengambilnya “mas mau berangkat kemana? Berapa hari?” tanya Viona.


“Mas berangkat ke korea selama 3 hari, kenapa?” ucap Vandi.


“Ok, setelah mas dari Korea, kita pergi fiting baju ya, nanti mbak bilang sama unty Diana” ucap Viona.


“Ok, mas berangkat ya! Mbak mau kemana hari ini?” tanya Vandi sebelum pergi.


“Hari ini di rumah saja, mau selesaikan desaign untuk Kiki sama Fuji” jawab Viona.


“Kalau gitu jemput adek nanti ya, soalnya mobil yang biasa di pake adek sama mama ada di bengkel. Mobil papa di pakai papa pergi meeting” ucap Vandi.


“Mama mana mas?” tanya Viona lagi.


“Mama di rumah bibi, lihat paman lagi sakit, mama pulang sama papa nanti” jawab Vandi.


“Carefull mas” ucap Viona sambil menutup pintu.


Viona kembali melanjutkan mendesaign baju buat Kiki dan Fuji. Kemudian dia ingat dengan desaign yang di pilih Vandi sama Vina. Dia langsung mengambil ponselnya dan menelepon Diana.


“Assalamualaikum unty” ucap Viona.


“Waalaikumsalam Vio, bagaimana kabarnya sekarang? Semenjak di kontrak sama Floe Criss udah jarang ke butik unty!” ucap Diana.


“Vio sehat unty, bukan gitu unty, sekarang Vio sibuk ngurus pernikahan mas. Unty gimana, sehat?” Viona merasa segan.


“Unty sehat, unty bercanda kok Vio, jangan ambil hati ya. Ada apa televon unty, pasti ada yang mau dikatakan kan?” tanya Diana.


“Iya unty, besok unty free nggak, Vio mau datang kesana?” tanya Viona.


“Kesini saja, buat Vio akan selalu free. Tapi kalau boleh tahu ada apa?” Diana penasaran.


“Ini soal pernikahan mas unty, unty bisa tolong Vio kan!” ucap Viona.


“Iya, nanti unty bantu, kesini saja” ucap Diana.


Viona melihat jam sudah jam 13.00 “unty udah dulu ya, Vio mau jemput adek ke sekolah”  kata Viona.

__ADS_1


“Iya ya, assalamualaikum” Diana menutup telepon.


“Waalaikumsalam” jawab Viona.


Viona langsung ke kamar mandi ambil wudhu sholat dzuhur. Setelah sholat dia langsung siap-siap menjemput Venus ke sekolah. Sampai di sekolah Venus, dia belum keluar, jadi Viona menunggu Venus di kafe depan sekolah. Tidak lama kemudian Viona melihat orang-orang sudah keluar, dia langsung menelevon Venus.


“Assalamulaikum dek” ucap Viona.


“Waalaikumsalam mbak” jawab Venus.


“Dek, mbak tunggu di kafe depan sekolah, kesini ya” ucap Viona.


“Iya mbak, adek tampak mbak kok, adek kesana” Venus menutup telepon.


Tidak lama kemudian datang Venus “assalamulaikum mbak”.


“Waalaikumsalam, sini dek, makan dulu” ajak Viona.


Venus duduk di sebelah kakaknya dan langsung memesan makanan. Waktu mereka makan, datang sekelompok siswa yang pergi makan disana. Mereka terus-terusan melihat Viona dan Venus yang sedang makan. Viona hanya diam dan lanjut makan, sedangkan Venus merasa risih dengan mereka.


“Kak, kita balik yuk” ajak Venus.


“Habiskan makanannya dulu, baru balik, emang kenapa?” tanya Viona.


“Cuekin aja, itu nggak usah adek ladani” ucap Viona.


Venus semakin tidak suka melihat mereka, dia langsung marah-marah menghampiri mereka. “Eh kalian punya mata bisa dijaga nggak” ucap Venus.


Mereka semua bingung dengan tingkah Venus “loe kenapa Ven, kita bukan lihat loe tapi cewek itu” ucap salah satu dari cowok itu.


Ternyata mereka adalah musuh-musuhnya Venus di sekolah “pokoknya loe lihat gue juga, gue nggak suka” Venus tetap kesal.


Viona menghampiri mereka “adek udah, maafin adek mbak ya!” ucap Viona.


“Jadi cewek ini kakak loe Ven” cowok itu kaget.


“Iya, emang kenapa?” Venus bete.


“Mbak kenalin, gue Kenzi teman sekelas Venus. Mbak yang ada di TV itu kan” Kenzi memperkenalkan dirinya.


Viona menjawabnya “iya, nama mbak Viona kakak kandung Venus”.


“Mbak boleh minta nomor mbak” Kenzi langsung to the point.

__ADS_1


Venus kaget “nggak boleh, ayo mbak” Venus menarik Viona pergi.


“Tunggu mbak belum bayar” Viona langsung memberikan uang pada kasir “ini mbak, kembalian kasih sama mereka” Viona menunjuk teman-teman Venus.


“Terimakasih mbak” teriak mereka semua.


“Adek kenapa? Ada masalah dengan mereka?” tanya Viona sambil masuk mobil.


“Dia selalu ngerjain adek kak, dia itu selalu bikin adek kesal di kelas, pokoknya adek nggak suka sama dia” jawab Venus ngambek.


Viona tersenyum melihat tingkah Venus, mereka langsung pulang ke rumah.


Besok harinya Viona datang ke butik Diana “assalamualaikum unty”.


Keluar seorang laki-laki “maaf ada yang bisa saya bantu” ucap cowok itu.


“Unty Diana ada?” tanya Viona.


“Dia sedang keluar, sebentar lagi balik. Mbak siapa?” ucap laki-laki itu.


“Viona, Viona Verdinand” jawab Viona.


“Ok, mbak Viona, silakan duduk dulu, tunggu saja di dalam” kata laki-laki itu.


Viona langsung duduk menunggu Diana, sedangkan laki-laki tadi langsung masuk ke dalam. Laki-laki itu bertanya pada salah seorang karyawan disana, siap Viona.


“Tina, siapa cewek itu, kenapa dia cari bunda” tanya laki-laki tadi.


“Mas Delon nggak tahu, dia Viona Verdinad, mahasiswa berbakat yang viral di youtobe itu” jawab Tina.


“Owh.. cantik juga dia aslinya” ucap Delon.


“Apa mas, jangan-jangan mas suka ya” ledek Tina.


“Apaan sih, kerja sana, buatin dia minum” ucap Delon.


--


--


--


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2