
πππππππππ
Dengan rasa kesal mala berjalan ke arah depan,dia ingin menemui gibran dan memberikan tamparan karena berani membuat marni menangis
plaΓ aak
Tamparan yang cukup kuat mendarat dipipi gibran membuat gibran terkejut,dia menatap ke arah mala dengan tatapan tajam. Dia masih menunggu mala mengeluarkan suara
"dasar pria ku rang a jar,berani nya menindas wanita yang lemah. Aku yakin anda memiliki rencana dibalik semua nya ini kan?" bentak mala dengan keras
Gibran masih diam,dia memang terlihat terkejut tapi dia yakin jika wanita didepannya ini menyayangi marni nya. Makanya dia mendatangi dirinya dan memberikan tamparan yang cukup kuat di pipinya
"kenapa anda ingin mengambil anak nya marni ?apa anda ingin menyakiti mereka lagi ?" tanya mala dengan tatapan tajam nya
Gibran bukannya marah ,dia malah terlihat tersenyum membuat mala terkejut juga penasaran. Mala yakin jika gibran memiliki rencana pada marni juga anaknya,mala juga yakin jika gibran ngak akan menyakiti merek. Gibran pasti menyayangi kedua anaknya juga marni,tatapan mata mala seperti dimengerti oleh gibran
"aku hanya ingin mengambil kembali orang-orang yang aku sayang,kau tau sendiri kalau marni menolak ku untuk kembali. Jadi aku..."jelas gibran yang tau kalau mala menyayangi marni sebagai saudara nya,dia berusaha menjelaskan semuanya pada mala dan berharap mala membantu nya tapi ucapannya dipotong oleh mala
"anda menggunakan kedua anak mbak marni agar anda bisa melakukan sesuatu pada mbak marni kan?saya tau kalau anda benar-benar mencintai mbak marni,tapi bisakah dilakukan tanpa melibatkan anak-anak?" tanya mala dengan tatapan sinis nya
"anak-anak masih di panti,aku ngak akan membuat anakku terluka. Aku hanya ingin membuat anak yang baru agar marni ku tidak pergi dari ku lagi" ucap gibran dengan sangat pelan tapi masih terdengar oleh mala
__ADS_1
Mala terkejut,dia baru mengerti rencana yang akan dilakukan oleh gibran kemudian dia tersenyum dan mengakui kalau gibran memiliki pemikiran rencana yang matang. Mala tau kalau marni masih mencintai gibran hanya saja dia tidak tau bagaimana membuat kedua nya menyatu,kemudian dia teringat dengan anak nya gibran yang bernama laura
"laura?" tanya mala dengan rasa khawatir
"laura sekarang dirumah sakit jiwa,dia memiliki gangguan jiwa yang cukup parah dan masih dalam pengobatan. Tapi tolong jangan katakan apa pun pada marni,aku yang akan memberitahukannya setelah dia hamil. Aku harus melakukannya beberapa kali untuk memastikan dirinya benar-benar hamil" jelas gibran dengan nada memohon
Mala mengangguk,mungkin dia hanya bisa membantu marni seperti ini. Marni sering sekali mengigau memanggil gibran saat tidur bersama nya, rasa cinta marni sangat besar pada gibran makanya mala hanya bisa mendukung mereka kembali bersama saja
Tak lama marni datang bersama dengan bik manik,bik manik ingin melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh mala. Dia ingin membuat gibran pergi dari sana dan meninggalkan marni,tapi tangan mala menahan tangan bik manik membuat bik manik bingung
"biarkan saja bik,nanti aku jelaskan setelah mereka pergi" bisik mala di dekat bik manik,membuat bik manik terdiam dan hanya melihat kepergian mereka
Setelah mengatakan semuanya,bik manik dan mala mulai membereskan halaman belakang lagi. Disaat yang sama,nyonya barbara pulang. Dia mencari bik manik karena ingin meminta bik manik membuatkan jus buah kesukaannya dan cemilan,juga mala untuk memijat tubuh nya yang lelah
Pijatan mala terasa pas ditubuh nyonya barbara,makanya setiap nyonya barbara melakukan perjalanan keluar kota untuk urusan bisnis atau sekedar jalan-jalan dengan teman-temannya pasti setelah pulang dia akan mencari mala dan meminta mala untuk memberikan pijatan refleksi yang bisa membuat tubuh nya kembali segar
Mala mempelajari hal itu saat kedua orang tua nya masih hidup,ayah nya yang lelah setelah pulang bekerja akan di pijat oleh nya tapi itu dulu. Kini kemampuannya dapat di lakukan nya lagi untuk membuat tubuh majikannya nyaman,dia juga ingin membuat tubuh suami nya nanti nyaman
"ah....kalian disini ?" tanya nyonya barbara yang dari tadi mencari keberadaan mereka
"nyonya....anda sudah kembali ?" tanya bik manik yang segera berdiri dan berjalan mendekati nyonya barbara
__ADS_1
"ya....bik,kau buatkan aku jus buah kesukaan ku seperti biasa ya dan kau mala....ikut aku ke kamar ,tapi bersihkan dulu tangan mu itu " ucap nyonya barbara seperti perintah pada kedua nya
Nyonya barbara masuk kesana kamar nya,dia menunggu jus buah kesukaan nya dan cemilan dari bik manik juga kedatangan mala untuk membuat tubuh nya kembali segar. Sambil menunggu kedua nya,dia mengambil ponsel nya dan menghubungi jordan
"sayang....mama sudah pulang,malam ini kita makan bersama ya....mama kangen dengan mu" ucap nyonya barbara dengan lembut pada putra semata wayang nya itu
"ini nyonya,anda mau diletakan dimana?" tanya mala yang membawakan jus buah dan cemilan kesukaan nyonya barbara,tadi nya bik manik yang ingin membawakannya tapi mala menawarkan diri nya karena memang dia sekalian jalan ke sana
Jordan mengernyitkan dahi nya,dia mendengarkan suara mala di ponselnya yang terhubung dengan mama nya itu. Suara yang sama persis dengan suara wanita yang selama ini selalu hadir di dalam mimpi nya,membuatnya menatap ke arah ponsel nya
"disana saja mala,kamu ambilkan minyak herbal yang aku beli didalam tas ku itu...."ucap nyonya barbara tanpa sadar kalau dia masih terhubung dengan jordan
Mala hanya mengangguk,dia meletakan nampan yang dibawanya ke atas meja dekat sofa dan mengambil tas nyonya barbara . Mala memberikan tas tersebut pada pemiliknya,dia tidak ingin mengambil sendiri minyak herbal yang disuruh oleh nyonya barbara. Walaupun itu permintaan pemiliknya,itu lah yang disukai oleh nyonya barbara pada mala.
"ma..." ucap jordan,dia tidak ingin mama nya menyadari kalau dirinya sedang penasaran dengan suara wanita yang didengar nya itu
"eh...sayang,kamu belum matiin ya?mama pikir kamu sibuk dan langsung kamu matikan,ya sudah ya....mama mau di pijat dulu,tubuh mama lelah sekali" ucap nyonya barbara dengan terkejut
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih ππππππ
__ADS_1