
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Rasa nikmat dan rasa lain yang tidak dapat dia katakan,dia hanya merasakan kenikmatan yang luar biasa dibawah sana . Dengan gerakan cepat juga remasan tangan mereka di masing-masing gundukan kenyal milik cintya,cintya juga kedua pria yang bercinta dengan cintya terus men de sah tak karuan hingga akhirnya mereka memasukan cairan kenikmatan milik mereka didalam sana.
Cintya tidak perduli mereka memasukan nya didalam sana,karena dia masih memakai alat kontrasepsi agar tidak hamil. Dia akan membuka nya setelah dia berlibur ke villa keluarga nya,dia ingin hamil anak jordan.
"Masukan lebih dalam,hari terakhir aku memakai alat kontrasepsi. Besok aku akan membuka nya,karena aku ingin hamil anak jordan " ucap cintya yang merasakan hangat didaerah sensitif juga bo kong nya
Mendengar hal itu,betran kembali memasukan cairan nya dengan ba ta ngan miliknya yang masih menegang. Dia kembali menggerakan nya didalam sana,begitu juga dengan teman betran. Mereka melakukannya lagi dan lagi hingga pagi tiba,mereka akan membuat cintya semakin men de sah tak karuan.
Tubuh cintya terasa remuk,kedua pria yang belum lama di kenal nya habis menggempur nya semalaman. Dia tidak diberikan waktu istirahat sebentar,padahal biasanya dia yang sangat kurang puas dengan pelayanan yang diberikan oleh jordan.
Disisi lain,jordan sudah bersiap-siap ingin ke kota dimana blake berada. Dia ingin menanyakan mengenai mimpi nya pada blake,dari dulu dia selalu terbuka apa pun pada blake. Pasti blake tau apa yang terjadi selama ini dengan nya,karena jordan merasa sedikit janggal dengan hidup nya.
Jordan berangkat lebih dulu ,dia juga sudah mengatakan pada mama dan cintya. Apalagi cintya tidak bisa dihubungi sama sekali,jadi dia hanya mengirimkan pesan singkat.
Jordan juga ngak mengatakan kalau dia akan datang ke rumah blake,selama ini dia sering maen juga menginap dirumah utama blake saat sekolah dulu.
Jordan mendengar kalau blake sudah menikah,dia juga ingin mengenal istri blake makanya saat ini jordan sudah berada di mall. Dia ingin membeli beberapa oleh-oleh,seperti makanan juga buah untuk keluarga blake.
Mala juga berada di mall yang sama bersama sisil,mereka akan membeli beberapa perlengkapan untuk bayi mereka. Sisil juga mala membawa bayi mereka masing-masing,mala menggunakan stroller bayi yang untuk dua orang.
Sisil juga membawa stroller bayi satu,mereka di bantu oleh dua perawat. Satu perawat milik Mala ,satu lagi perawat sisil. Willy tidak mengijinkan sisil kelelahan,karena selama ini semua nya dikerjakan oleh pembantu rumah tangga.
Begitu juga dengan mala,dia selalu diistimewakan oleh blake. Tidak boleh mengerjakan apa pun,kecuali jika mala yang menginginkan nya sendiri baru blake mengijinkannya.
__ADS_1
"kita makan dulu ya,aku laper" ucap sisil yang dari tadi merasa lelah karena seharian berbelanja di mall
"iya,aku juga laper" jawab mala
Mereka menuju cafe yang tidak jauh dari tempat mereka,mala dan sisil mendorong stroller bayi masing-masing sedangkan kedua perawat nya mengikuti dari belakang karena mereka membawa belanjaan yang lumayan banyak .
Mata mala celingukan mencari meja kosong,hari ini cafe itu terlihat cukup ramai sehingga hampir tidak ada meja kosong disana. Sedangkan sisil berjalan menuju kamar mandi yang masih berada didalam cafe,begitu melihat meja yang sudah kosong. Mala berjalan menuju meja itu,bersamaan dengan seorang pria yang juga sudah duduk disana.
Mata mala membulat sempurna melihat pria didepannya,dia terkejut dan tubuh nya menegang. Kedua perawat yang berada disana hanya diam saja dan ikut duduk di meja yang dipilih oleh mala,mereka sudah meletakan barang-barang mereka disana .
"maaf.....saya gabung disini ya,karena ngak ada tempat duduk lagi " ucap pria didepannya itu
Kedua perawat itu menatap ke arah mala,mereka menunggu mala untuk menjawab nya saja. Mala masih terdiam hingga akhirnya dia disadarkan oleh tepukan di punggung nya oleh sisil yang sudah kembali ke meja nya
"ah iya....silahkan,kami juga mau makan saja kok" jawab mala yang sudah menenangkan hati nya karena pria didepannya adalah jordan
"Terima kasih" jawab jordan
Tak lama seorang pelayan mendekati mereka,dia memberikan buku menu agar mereka bisa memesan makanan apa pun.
Setelah memesan makanan,mala duduk berdampingan dengan sisil juga kedua perawat nya. Mereka terlihat memperhatikan jordan yang duduk didepan mereka,sisil seperti mengenal jordan . Sedangkan mala hanya menatap ke arah jordan dengan bingung,karena yang dia ketahui kalau jordan sudah meninggal.
"saya seperti ngak asing dengan wajah anda ?Apa anda memang tinggal disini?" tanya sisil yang dari tadi penasaran dengan sosok jordan
"seperti nya dulu saya berasal dari kota ini,hanya saja Setelah kecelakaan yang hampir membuat nyawa saja hilang. Saya di bawa berobat keluar negeri,keluarga saya juga pindah kesana semua nya" jelas jordan dnegan tenang,sedangkan sisil dan mala seperti terkena serangan jantung.
__ADS_1
"nyonya barbara" ucap mala dengan pelan,tapi masih didengar oleh jordan.
"kamu mengenal ibu ku?nyonya barbara adalah mama saya" ucap jordan seolah tak percaya.
Mata mala membulat sempurna,dia menatap ke arah sisil. Pemikiran mereka seperti nya sama,pria didepannya memang jordan tapi mereka mau melakukan konfirmasi lagi .
"berarti anda tuan muda jordan ?" tanya mala dengan tegas
"hhmmm ya,apa kita pernah dekat?saya seperti nya pernah mengenal anda dengan dekat ,apa saya salah?" tanya jordan yang menatap mata mala,tiba-tiba jantung nya berdebar tak karuan.
Ada rasa aneh juga sedih didada nya saat ini,entah ingatan apa yang dia lupakan tapi tiba-tiba air mata mengalir dari mata nya. Membuat jordan tidak percaya,dada nya terasa semakin sesak dan dia seperti sulut bernafas.
"tuan....anda tidak apa-apa?" tanya sisil karena menyadari kalau jordan tidak baik-baik saja.
"tarik nafas nya dengan pelan tuan,kemudian hembuskan dan tarik kembali" ucap mala memberikan sugesti agar jordan terlihat santai
"ah....hhmmm....aah" tarikan nafas jordan sudah mulai tenang,dia kembali menatap wajah mala
"aku hilang ingatan,tapi seperti nya aku sangat dekat dengan mu. Tolong beritahu pada ku yang sebenar nya " ucap jordan sambil menangis menatap ke arah mala
Mala hanya tersenyum saja,dia yakin jika blake sudha mengetahui semuanya. Mungkin nyonya barbara melakukan hal ini untuk membuat mereka benar-benar berpisah,lagi pula untuk apa dia mempertahankan jordan sedangkan saat ini dia sudah memiliki suami juga kedua anak yang tampan.
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘
__ADS_1