
🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲
Baru ini mala mengatakan cinta pada blake, membuat blake senang tapi rasa takut nya juga semakin menjadi. Dia takut jika mala akan memilih kembali pada jordan dan meninggalkan dirinya juga kedua anaknya,atau mungkin mala akan membawa kedua anak nya bersama nya.
"Sayang...kamu ngak lagi sakit kan?" tanya mala yang langsung menempelkan telapak tangannya dikening blake
Blake menggelengkan kepalanya,blake merasa sedikit pusing. Dia merasa takut kehilangan mala juga kedua anaknya,dia tidak ingin ditinggalkan begitu saja. Rasa cinta nya pada mala membuat dirinya tidak bisa berpikiran jernih,jordan mengatakan akan kembali ke kota mereka dalam waktu dekat tapi entah kapan blake ngak tau.
"Aku takut kamu bakalan kembali pada jordan dan meninggalkan ku,aku bisa gila tanpa mu " ucap blake,kali ini blake menangis tersedu-sedu membuat mala semakin bingung saja.
"Sayang....hal itu ngak akan terjadi,kami milik mu. Sampai kapan pun akan tetap milik mu,walaupun ada jordan kedua...ketiga atau semua pria menjadi jordan,kami tetap milik mu " bentak mala dengan ketus,dia tidak tau kenapa blake menjadi menangis seperti ini.
Mala memeluk tubuh blake dengan erat,dia memang tidak ingin membuat blake menangis. Ini pertama kali nya blake menangis dihadapan nya,dia sangat merasa bersalah karena sudah membuat blake menangis seperti ini.
"Sayang....aku mencintai mu,aku ngak mau kehilangan mu . Ku mohon jangan tinggalkan aku hiks....hiks..." tangisan blake semakin pecah saat mala memeluknya,mala menjadikan semakin bingung. Dia hanya bisa memeluk dan mengelus punggung blake hingga akhirnya blake tertidur didalam pelukannya.
Dengan perlahan mala meletakan kepala blake diatas bantal,dia menyelimuti tubuh blake hingga ke dada nya. Mata mala terus menatap ke arah blake, dia menghapus jejak air mata yang ada di sudut mata pria itu.
Cup...cup
Mala kembali mencium kening dan bibir blake sekilas,dia tidak tau apa yang membuat blake menjadi seperti ini . Tapi dia meyakini jika blake benar-benar mencintainya,dia merasa sangat beruntung dicintai pria seperti blake.
Mala ikut tidur disamping blake,dia merebahkan kepala nya didada bidang suami nya itu. Dia memang belum sepenuh nya melupakan jordan,tapi kehidupan terus berlanjut. Ngak mungkin dia terus mengingat pria yang sudah meninggal,apalagi saat ini mala sudah mencintai blake dengan tulus.
__ADS_1
Baginya jordan hanya lah masa lalu nya saja,dia tidak akan berpaling ke belakang dan mengharapkan yang tak pasti . Tapi dia merasa penasaran dengan ucapan blake yang mengatakan kalau jordan kembali,seolah jordan masih hidup.
Mala tidur dengan nyenyak didalam pelukan blake,selama ini dia tidak akan bisa tidur jika tidak bersama dengan blake makanya dia sering ikut blake keluar kota kalau blake memiliki tugas disana.
Pagi nya,blake bangun lebih dulu. Dia melihat mala yang masih tidur diatas dada nya,rasa senang dihatinya saat melihat mala tidur dengan pulas saat bersama nya
"apa karena kalian,makanya mama ingin selalu tidur dengan papa?" tanya blake dalam hati sambil mengelus perut mala dengan lembut.
Ada rasa sedih dihatinya membayangkan jika nantinya mala akan kembali pada jordan,dia berdiri dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya .
Setelah selesai mandi,dia melihat mala sudah tidak ada ditempat tidur nya. Rasa kehilangan langsung melekat di hati blake,dia berlari keluar dengan hanya memakai jubah mandi nya. Mencari keberadaan mala yang hilang dari dalam kamar nya,tanpa perduli apa pun dia berteriak seperti orang kesurupan.
"Sayang...ma.....sayang....kamu dimana?" Teriak blake dengan keras membuat seorang pelayan yang membantu mala didapur terkejut,begitu juga dengan sang kakek yang sedang duduk dimeja makan menunggu sarapan siap.
Mala yang mendengar suara keras blake pun ikut terkejut,dia keluar dan berjalan mendekati blake yang masih berhadapan dengan sang kakek dan membelakangi nya.
"Sayang....ada apa?" tanya mala,baru ini dia memanggil blake dengan panggilan sayang didepan umum seperti ini
Blake berbalik dan memeluk tubuh mala dengan cepat,membuat mala dan sang kakek terkejut melihat sikap blake pagi ini.
"Sayang....kamu kenapa?ada apa sih?" tanya mala dengan nada khawatir
Melihat sikap blake,sang kakek pun mencari tau melalui asisten pribadi blake. Karena memang beberapa hari ini sikap blake terlihat berbeda dari biasanya,dia selalu pulang cepat dan mencari keberadaan istri nya.
__ADS_1
Mala menarik tangan blake hingga masuk kedalam kamar mereka,dia menatap wajah blake yang terlihat pucat. Kemudian dia menangkup wajah blake dengan lembut,menatap kedua mata blake yang masih terlihat ketakutan
"sebenarnya ada apa?Kenapa kamu jadi seperti ini hhmmm?" tanya mala tapi blake hanya menggelengkan kepalanya saja.
"kalau memang ngak ada apa-apa,sebaiknya papa istirahat saja lagi . Mama akan siapkan sarapan dan membawa nya kesini" ucap mala dengan lembut,dia berdiri dan berjalan keluar dari kamar itu menuju dapur.
Didapur,kakek sudah mengetahui semua nya. Kekhawatiran blake yang tidak beralasan,kalau memang mala akan kembali pada jordan maka sang kakek yang akan bertindak mengurus semua nya.
Kakek blake merasa kasihan pada cucu satu-satu nya itu,dia tidak ingin blake menjadi seperti ketakutan begitu tapi dia juga takut mengatakan mengenai jordan pada mala.
Mala menyiapkan sarapan untuk blake,mereka makan bersama didalam kamar nya dan meninggalkan sang kakek sendiri dimeja makan. Sebelum nya mala meminta ijin pada kakek nya agar bisa makan dikamar dan sang kakek pun mengijinkan nya,karena dia tau saat ini blake takut kehilangan mala.
Waktu terus berlalu,blake selalu menempel pada mala setiap hari nya. Walaupun di kantor,blake selalu membawa mala dan memberikan tempat yang nyaman didalam ruangan pribadi nya untuk mala beristirahat.
Dua bulan berlalu,mala sudah merasakan sakit didaerah sensitif nya. Dia juga sudah mengeluarkan tanda-tanda ingin melahirkan,dokter juga sudah siaga di tempat nya.
Blake menemani mala selama mala berada diruangan persalinan,dia tidak pernah meninggalkan mala sama sekali hingga akhirnya mala melakukan pengejanan.
Blake melihat betapa susah dan sakit nya saat mala ingin mengeluarkan bayi mereka,mala diperiksa lebih dulu dan dipastikan dapat menjalankan proses lahiran secara normal.
Setelah melakukan pemeriksaan,akhirnya mala mulai melakukan apa yang di suruh oleh dokter. Perlahan tapi pasti,satu persatu bayu nya keluar dengan penuh perjuangan. Blake menyaksikan sendiri buah hati nya keluar dari daerah sensitif milik mala,dia merasa senang sekaligus bahagia.
bersambung
__ADS_1
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘😘