
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Blake menatap kedua wanita yang menangis didepannya, dia merasakan jika kedua wanita beda usia didepannya ini merupakan ibu dan anak kandung karena mereka saling mengasihi dan menyayangi.
"jangan menangis lagi,mama memang berhenti bekerja sendiri kok . Bukan karena apa pun,tim yang sekarang berada disana kurang mama sukai" jelas dokter stevani sambil menghapus air mata milik mala dengan lembut
"Ngak mungkin" jawab mala dengan pelan,ini tatapannya ke arah pria didepannya . Seolah meminta jawaban dari blake,karena dia yakin blake mengetahui semua mengenai dan berhubungan dengan nya.
Mala berdiri dan pindah duduk disamping blake,dia menatap blake dengan tajam karena dia ingin tau semua nya dengan jelas. Blake masih terlihat santai menghadapi tatapan tajam dari mala,dia tau wanita nya itu tidak mau di bohongi.
__ADS_1
"jelaskan pada ku sayang, aku yakin kamu tau semua nya " ucap mala dengan nada manja nya membuat blake tidak bisa lagi menolak keinginan nya,blake menatap ke arah stevani yang sudah menggelengkan kepalanya
Blake hanya tersenyum dan menarik tangannya yang digenggam oleh mala,dia membawa tangan mala ke depan bibirnya dan mengecup nya dengan lembut.
"mama diancam oleh tante barbara untuk meninggalkan mu,jika mama tidak melakukannya maka mama akan dipecat dari rumah sakit dan gelar dokter nya akan dicabut " jelas blake dengan jelas membuat mala terkejut,dia tidak menyangka jika stevani lebih mementingkan diri nya dari pada masa depannya itu.
"ma..maafkan aku,harusnya kau tidak perlu melakukan hal itu karena aku bisa tinggal sendiri di kontrakan lain nya ma" ucap mala dengan air mata yang terus membasahi pipi nya
Tangis mala semakin kencang,dia memeluk tubuh stevani yang berada didepannya. Dia tidak menyangka jika Dokter stevani benar-benar menjaga nya dari nyonya barbara,membuat nya tidak berhenti menangis sama sekali.
__ADS_1
"aku akan mewujudkan keinginan mama,rumah sakit yang cukup besar akan aku berikan pada mama sebagai ucapan terima kasih karena sudah menjaga dan membela mala selama ini"ucap blake dengan santai membuat kedua wanita beda usia itu menatap blake dengan kesal,karena blake mengucapkan hal yang tidak masuk akal.
Setelah melihat kedua wanita didepannya itu diam,blake meminum kopi yang masih terasa hangat kemudian dia berdiri dan berjalan menuju kamar mala membuat kedua wanita itu menatap nya dengan tatapan bingung.
"kalian bicara lah,aku mau istirahat. Aku capek dan juga ngantuk " ucap blake sambil berlalu meninggalkan kedua wanita itu dengan kebingungan mereka.
"hei....Itu kamar ku,kenapa kau tidak pulang saja ?" Bentak mala dengan keras tapi blake tidak peduli dan tidak menjawab apa pun membuat mala ingin sekali mengejar nya dan menarik nya keluar jika saja dokter stevani menahan tangannya.
"biarkan saja blake,kamu tidur di kamar mama. Banyak sekali yang ingin mama tanya pada mu" ucap stevani dengan lembut,dia mengambil teh yang dibuat mala tadi dan menghabiskan nya Kemudian dia membawa nampan itu ke dapur.
__ADS_1
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘😘