
πΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎ
Mala memilih untuk keluar,sedangkan blake hanya tersenyum saja melihat tingkah mala dan wajah mala yang merah. Dia yakin jika mala juga berpikiran mesum sama seperti nya,
Blake membersihkan tubuh nya, kemudian dia memakai pakaian yang sama seperti kemarin. Baru kali ini dia memakai pakaian yang sama,padahal biasanya dia akan menyuruh orang untuk mengirimkan nya pakaian tapi kali ini dia tidak melakukannya.
Blake berjalan keluar,dia melihat mala yang duduk bersama dengan dokter stevani dimeja makan kecil milik mereka.
"kau sudah bangun?duduk lah" ucap dokter stevani yang melihat kedatangan blake.
"trima kasih ma...." jawab blake,dia duduk disamping mala
Mala menyiapkan sarapan untuk blake,hal kecil tapi membuat blake senang. Dia makan dengan lahap,masakan yang dibuat oleh mala pas di lidah nya membuat nya senang.
__ADS_1
Mereka makan dengan diam,tapi tangan blake tetap berada di paha mala. Dia mengelus dari bawah meja membuat mala hampir saja tersedak, mala merasa kesal melihat blake yang suka seenaknya sama dia sekarang. Berkali-kali mala menghempaskan tangan blake,dia merasa ngak enak bila ketahuan oleh dokter stevani.
"ma....kami berangkat dulu ya,mama siap-siap untuk mengurus rumah sakit sendiri " ucap blake saat dia ingin membawa mala pergi
Dokter stevani dan mala mengernyitkan dahi nya,mereka berpikir jika blake hanya lah bercanda tapi pagi ini blake mengatakan hal itu lagi membuat mereka saling bertatapan dengan bingung.
Blake pun menjalan kan mobil nya menuju rumah utama,dimana sang kakek sudah menunggu dari tadi. Beliau sudah menyiapkan makan siang untuk menyambut mala,wanita yang bisa meluluhkan hati cucu nya itu.
Sepanjang perjalanan mala merasa gugup karena memang dia sedikit takut jika kakek blake tidak menyukai nya,tidak seperti saat bersama dengan jordan karena jordan akan memilih nya dan meninggalkan keluarga nya.
Mala hanya diam saja,dia memang merasa gugup juga takut tapi bila pun kakek blake tidak menyukai nya maka dia juga ngak akan rugi karena yang ingin menikah kan blake bukan dirinya. Tapi ada rasa sesak didada nya mengingat kalau dirinya akan berpisah dengan blake,pertemuan mereka yang masih terhitung dua hari tapi cukup berbekas dihati mala.
Tak lama mobil blake pun memasuki halaman rumah utama,mala menatap rumah besar didepannya. Rumah yang lebih besar dari rumah nyonya barbara,membuat nyali mala semakin menciut
__ADS_1
Blake turun dari mobilnya,dia membuka pintu mobil dan berjalan keluar menuju pintu mobil dimana mala masih belum keluar . Jantung nya sudah berdebar tak karuan,perasaan nya seketika tidak enak.
"ayo sayang....kenapa masih didalam saja?" tanya blake yang sudha membuka pintu dan melihat mala tidak bergerak turun sedikit pun
"kau takut ditolak? " Tanya blake dengan menatap wajah mala dengan serius,dia senang jika mala menjawab ya. Berarti mala sudah menyukai nya juga,tapi kepala mala malah menggeleng.
"Jadi kenapa?ayo lah,kakek pasti sudah menunggu kita" ucap blake dengan nada lemas karena ternyata mala belum menyukainya
"menunggu ?" tanya mala bingung
"ya....aku sudah katakan kalau kita akan datang,makanya kakek sudah menunggu kita dari tadi" jelas blake dengan tenang,sementara mala semakin merasakan jantung nya mau copot.
bersambung
__ADS_1
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih ππππππ
untuk cerita jordan,harap sabar ya....setelah mala dan blake menikah dan mala sudah mulai mencintai blake,baru aku muncul kan jordan nya ya....tapi apakah jordan akan mengingat mala?Apa mala mau balik lagi bersama dengan jordan? lalu bagaimana nasib blake? di tungguin aja cerita nya ya say....makasih