
πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ
"aku memang tidak mempunyai pacar,tapi aku sudah memiliki calon istri" jelas willy dengan nada ketus,dia menepis tangan celine dari paha nya membuat celine hampir terjatuh.
Celine terkejut,dia menatap ke arah willy dengan tatapan tak percaya karena selama ini yang didengar nya kalau willy tidak pernah berhubungan atau dekat dengan wanita mana pun. Jadi dia tidak percaya sepenuh nya dengan ucapan willy pada nya,dia berusaha bersikap biasa tapi tangannya kali ini dia lipat didepan dada nya sehingga membuat buah dada nya semakin menantang tapi tidak membuat willy bergairah.
"anda ingin membohongi saya?saya ngak masalah jika anda ngak ingin menjadikan saya istri,kita bisa menjadi sepasang kekasih dulu. Perlahan saja ,saya akan memberikan apa pun untuk anda " ucap celine dengan nada lembut dan menggoda
Willy tidak memperdulikan ucapan celine,dia masih memeriksa semua berkas yang ada didepannya. Celine menjadi semakin kesal,dia menatap willy yang memang terlihat sangat tampan dimata nya.
"pak willy,anda mendengar saya kan?" tanya celine dengan sedikit bentakan
__ADS_1
"Anda juga sudah mendengar saya kan?saya sudah mempunyai calon istri,sebentar saya hubungi dia dulu" ucap willy tak kalah ketus nya
Willy mengambil ponselnya,kemudian menekan nomor telpon yang baru saja dia simpan tadi malam. Dia menunggu beberapa menit,hingga akhirnya telpon itu pun diangkat oleh wanita yang dia sebutkan sebagai calon istri nya.
"kamu dimana?kenapa belum kembali ?cepat kesini sekarnag juga" ucap willy dengan nada kesal nya membuat sisil terkejut
Sisil tadi nya sudah selesai membeli makanan yang dipesan oleh celine juga willy,tapi dirinya tidak ingin segera masuk kedalam ruangan itu karena perintah dari celine.
Melihat panggilan dari nomor yang tidak dia ketahui, membuat nya malas mengangkat nya tapi telpon itu tidak mati-mati juga membuat sisil akhirnya mengangkat panggilan itu.
Sisil mengetuk pintu ruangan itu sebelum dia masuk,kemudian dia melihat wajah willy yang sudah memerah entah karena apa. Tatapan mata pria itu sudah sangat tajam menatap nya,sedangkan celine merasa masih kesal dengan ucapan willy.
__ADS_1
"kenapa kau sudah kembali ?" tanya celine dengan nada kesal nya
Sisil menjadi bingung mendengar nya,karena memang dia berpikir kalau mereka menginginkan dia secepat nya kembali
"kau memang ingin dipecat ya?Seharus nya dari dulu aku pecat kamu "bentak celine dengan angkuh nya.
"dia memang akan keluar dari perusahaan ini tanpa perlu kau pecat,lagi pula kau itu siapa berani memecat calon istri ku hah?" bentak willy dengan keras membuat celine terdiam,dia menatap ke arah sisil yang juga merasa terkejut dengan ucapan willy.
Dikamar pribadi blake,mala menahan nafas nya saat dia mendengar suara nafas teratur dari blake. Dia bergerak perlahan dan membersihkan daerah sensitif nya kemudian membersihkan kamar mandi,dia berusaha secepat nya membersihkan semua nya berharap blake tidak terbangun.
Setelah membersihkan kamar mandi,mala bersiap untuk keluar dari kamar pribadi itu tapi dia sudah melihat blake duduk bersandar diatas sofa dengan tatapan berbeda ke arah mala.
__ADS_1
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih πππππππ