dinikahi tuan muda

dinikahi tuan muda
Gibran


__ADS_3

☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘


Marni menepuk kening nya,dia merasa kesal menatap ke arah mala yang terlihat polos. Dulu marni memang gadis yang polos,tapi menikah dengan pria yang lebih tua dari nya membuat marni belajar menjadi wanita dewasa.


"apa pria itu tampan?" tanya marni yang masih penasaran


"hhmm....ya,tampan juga sih" jawab mala sambil mengingat wajah jordan


"besok kalian pergi lah jalan-jalan keluar ,agar dapat bertemu dengan pria" ucap bik manik yang dari tadi hanya mendengarkan pembicaraan mala dan marni


"terima kasih bik...." teriak kedua nya dengan lantang


Malam ini mereka sengaja tidur bersama dikamar bik manik,karena kamar bik manik lebih besar dari kamar mereka.


Keesokan hari nya,mala dan marni membantu bik manik lebih dulu. Setelah itu mereka pergi jalan-jalan ke sebuah plaza yang tidak terlalu besar dikota itu,mereka membeli beberapa pakaian yang disconan disana.


Mereka berjalan-jalan cukup lama,hingga hari hampir sore. Mala dan marni benar-benar menikmati keseruan mereka seharian penuh,mereka bermain game juga berbelanja seada nya saja. Membeli make up juga beberapa cemilan untuk mereka dirumah


"marni"


Suara seorang pria terdengar memanggil nama marni,marni merasa terkejut. Dia ingin lari tapi ditarik oleh pria yang cukup dikenal nya,pria yang pernah mengisi hati nya.


"sayang....kau masih hidup?sayang...." ucap pria yang terbilang cukup tua tapi masih terlihat tampan


Mala menatap wajah marni yang terlihat pucat,dia terkejut melihat pria didepannya. Ada rasa rindu juga senang dihati nya,dia ingin sekali memeluk tubuh pria itu Tapi dia tahan

__ADS_1


Tapi pria itu sudah memeluknya dengan cepat, dia menangis sambil memeluk tubuh marni dengan erat.


"pak....anda salah orang ,saya bukan wanita yang anda maksud" jelas marni yang mendorong tubuh pria tegap didepannya


"tidak....aku ngak salah,kamu marni istri ku...sayang,maaf kan aku. Selama ini aku ngak tau kalau laura sudah berusaha membuat mu celaka,maafkan aku hiks...hiks..." ucap pria paruh baya didepannya itu,dia tidak merasa malu menangis di depan umum


Marni masih terdiam,dia menatap ke arah pria yang dicintai nya itu. Dia sangat mencintai nya dari dulu hingga sekarang,tapi dia masih takut untuk bersama dengan pria yang merupakan suami nya itu.


"sayang....pulang lah,aku merindukan mu" ucap gibran dengan lembut


"maaf pak....aku ngak bisa,aku ingin hidup sendiri saja....lagi pula kita ngak ada hubungan apa pun,karena menurut ku kita ngak ada urusan lagi." jelas marni


"maafkan aku,aku benar-benar tidak tau apa pun" ucap gibran dengan nada memohon


"anak kita,apa mereka baik-baik saja?" tanya gibran dengan mata yang masih basah


"mereka sudah meninggal,jadi kita ngak perlu bersama lagi....bapak harus menjaga diri bapak,cari lah wanita yang diingin kan oleh laura " jelas marni,dia tidak ingin nanti nya kedua anak nya diambil oleh gibran


"sebaiknya kita bicara ditempat lain" ucap mala yang dari tadi diam,dia melihat kerumunan disana mulai banyak makanya dia menarik tangan marni agar berbicara ditempat yang lebih pantas lagi


"tidak ada yang perlu dibicarakan lagi pak,kami masih ada pekerjaan . Kami permisi dulu,semoga anda sehat dan bahagia " ucap marni yang kini menghapus kedua mata nya yang berair


Marni menarik tangan mala,dia berjalan lebih dulu meninggalkan gibran sendiri disana. Tapi gibran tidak patah semangat,dia mengejar marni dan mala. Dia melihat marni menaiki bhs di halte dekat plaza itu, dengan cepat gibran menyuruh supir pribadi nya untuk mengikuti bus itu


Gibran tidak ingin kehilangan marni lagi,saat ini laura sedang dirumah sakit. Dia merasa bersalah karena sudah membuat papa nya seperti mayat hidup,selama marni menghilang. Gibran tidak pernah bicara pada siapa pun,dia hanya diam saja hingga dia mengetahui kalau laura lah penyebab semua yang menimpa marni.

__ADS_1


Gibran tidak menyangka jika laura melakukan hal mengerikan seperti itu pada ibu tiri nya,ingin sekali gibran menghukum laura tapi dia tidak sanggup melakukannya hingga akhirnya dia memilih untuk pindah ke rumah minimalis kecil yang dibeli nya.


Laura merasa kehilangan sang papa,dia bahkan seperti orang kesurupan yang selalu merasa bersalah karena sudah membuat papa nya seperti itu. Apalagi gibran mendiamkan dirinya dan meninggalkan perusahaan, gibran memilih duduk diam dirumah nya sambil menunggu kabar mengenai marni.


Walaupun sudah beberapa tahun,tapi gibran tidak pernah menyerah untuk mencari istri nya dan selalu berharap kehamilan marni baik-baik saja sehingga anaknya sehat


Marni dan mala tidak merasa kalau mereka diikuti,mereka sudah sampai didepan rumah nyonya barbara. Marni langsung berlari masuk ke dalam kamar nya ,membuat bik manik bingung


"ada apa?apa terjadi sesuatu?" tanya bik manik yang melihat marni menangis sambil berlari


Mala menceritakan pada bik manik mengenai pertemuan mereka dengan gibran,membuat bik manik terkejut . Bik manik pun menyusul marni ke dalam kamar nya,mala juga mengikuti nya hingga mereka melihat marni memeluk bingkai foto yang tidak diketahui itu foto siapa karena ditutupi oleh marni


"sudahlah....jangan menangis,kalau memang kalian berjodoh pasti kalian akan bersatu kembali. Tuhan sudah mengatur jodoh dna rejeki untuk kita,jodoh kita pun ngak akan tertukar jika memang pak gibran adalah jodoh mu maka kalian akan kembali bersama " nasehat bik manik dan marni pun menganggukan kepalanya


Mala memeluk tubuh marni,dia ikut merasakan sakit yang dirasakan oleh marni . Bik manik pun ikut memeluk tubuh marni dan mala,dia menenangkan kedua wanita yang saat ini sudah dianggap nya sebagai anak.


Waktu terus berlalu,supir yang gibran suruh mengikuti marni waktu itu menyatakan kalau marni tinggal dirumah nyonya barbara dan bekerja disana sebagai pembantu. Pantas saja dia tidak bisa melacak keberadaan marni karena perlindungan yang dilakukan oleh nyonya barbara tidak main-main,tapi dia bersyukur karena hal itu. Jika saja dia menemukan marni lebih cepat,mungkin laura akan merencanakan pembunuhannya kembali


Setelah mengetahui keberadaan marni,g9btan pun menyuruh orang untuk mencari tau mengenai kehidupan marni sebelum nya. Dia mengetahui kalau marni sudah melahirkan anak nya,dengan wajah senang nya gibran akan menemui sang anak


bersambung


jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘


.

__ADS_1


__ADS_2