
πΌπΌπΌπΌπΌπΌ
Sisil mengalihkan pandangannya,dia menatap ke arah lain dan mengambil bedak di dalam tas nya . Memoles nya sedikit,kemudian memberikan pelembab bibir yang tidak mencolok.
Semua yang dilakukan sisil terus diperhatikan oleh willy,dia tersenyum melihat sisil dengan santai nya memoles wajah nya hanya dengan pelembab saja.
"sudah ?ayo kita berangkat " ucap willy dengan lembut,dia berdiri setelah melihat sisil berdiri dan berjalan keluar kamar nya
Willy mengikuti langkah kaki sisil yang berjalan lebih dulu didepannya,beberapa wanita melihat willy sambil tersenyum menggoda.
"eh....sisil,ternyata pria seperti ini yang kamu ingin kan?pantesan kalau aku aja ML kamu ngak mau" ucap seorang pria yang sedang berjalan di dekat mereka sambil memeluk pinggang ramping wanita seksi disamping nya
Sisil hanya diam saja,dia tidak tersenyum atau pun senang. Dia jalan lebih cepat seperti biasanya,willy mengernyitkan dahi nya kemudian menatap pria yang menyapa sisil dengan tajam membuat pria itu terdiam dan tidka berkutik sama sekali.
__ADS_1
Willy sudah membuka pintu depan mobilnya,dia menyuruh sisil untuk masuk tapi sisil masih diam ditempat nya. Dia menatap willy dengan merasa ngak enak
"masa bos bukain pintu mobil untuk CS seperti ku" batin sisil tapi tiba-tiba tangannya ditarik paksa oleh willy sehingga dia masuk ke dalam bangku penumpang didepan
Willy memutar mobilnya dan masuk kedalam mobil,dia menjalankan mobil menuju perusahaan dengan cepat karena pagi ini blake akan mengadakan rapat bulanan. Tapi tak lupa dia mampir ke tempat tukang bubur ayam langganan nya yang berada dipinggir jalan ,dia ingin sarapan disana dulu seperti biasa nya .
"lho pak?kok berhenti disini?" tanya sisil dengan wajah bingung nya,dia takut terlambat
Sisil melihat sekeliling nya,tidak ada restauran ataupun cafe seperti para orang kaya makan dna nongkrong . Dia hanya melihat tukang bubur pinggir jalan yang berjualan hanya menggunakan gerobak dengan atasan terpal saja,ngak begitu banyak orang yang makan disana.
"ngak mungkin kan si bos kedua ini sarapan ditempat seperti ini" batin sisil ,memang willy sering disebut bos kedua karena memang peranan nya hampir sama seperti bos besar jika bos pertama ngak masuk. Dia yang akan menghandle semua pekerjaan nya,sisil masih merasa bingung hingga akhirnya dia melihat willy turun
Sisil ikut turun tapi dia menahan tangan willy saat willy ingin berjalan lebih dulu,membuat willy terkejut dna tersenyum. Willy berpikir jika sisil ingin digandeng,jadi dia menyatukan jari mereka dengan erat membuat sisil mengernyitkan dahi nya.
__ADS_1
"pak....kok digandeng ?" tanya sisil
"kan kamu yang mau gandengan sama aku ,ya udah ayo kita sarapan" jawab willy sambil berjalan menuju si tukang bubur
"pak....aku duluan aja ,nanti sarapannya di kantin " ucap sisil yang menarik tangannya tapi tidak terlepas dari genggaman willy hanya membuat willy berhenti
"sama-sama aja,kita sarapan sekarang. Aku juga mau jumpain pak blake,ada rapat penting pagi ini" jelas willy dan kembali menarik tangan sisil membuat sisil mengikuti nya saja
Sisil membulatkan mata nya sempurna,ternyata benar kalau willy akan sarapan disana hanya saja dia tidak menyangka jika willy mau seperti orang umum nya padahal dia kaya.
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih πππππππ
__ADS_1