
πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ
Reni menganggukan kepalanya,dia juga ngak bisa lagi lari dari pria didepannya ini. Mungkin mereka memang sudah terikat pada malam itu,walaupun kedua nya belum saling cinta tapi bayi yang didalam kandungan nya akan menjadi pengikat mereka berdua.
cup
"aku akan mengatakan pada mama,kita pulang sekarang saja . Tidak usah menunggu siang" ucap jordan dengan nada senang,reni hanya mengangguk.
Jordan mengambil ponsel nya,dia menghubungi asistennya dan menyuruh nya untuk memajukan keberangkatannya.
Jordan sudah berdiri saat melihat reni yang masih duduk dengan memakan buah apel ditangannya,reni benar-benar menikmati apa yang diberikan oleh jordan. Jordan tersenyum dan mendekati reni yang masih makan buah.
"Sayang....ayo kita berangkat " ajak jordan sambil mengambil buah anggur dan memasukannya ke dalam mulutnya
Reni berdiri dan menggenggam tangan jordan ,karena jordan menyodorkan tangannya ke arah reni. Entah kenapa dia menerima sikap jordan ,tidak ada canggung sama sekali membuat jordan semakin menyukai reni.
Ceklek
Saat membuka pintu dan ingin keluar,bik arum sudah berada didepan kamar dan menatap ke arah reni.
"kamu ngak apa-apa kan sayang?" tanya bik arum dengan nada khawatir
"aku ngak apa-apa bu,ibu kenapa disini?" tanya reni dengan penasaran karena jordan belum menceritakan mengenai ibu nya
"oh iya,aku lupa. Ibu akan ikut kita mulai saat ini,beliau ngak akan bekerja di villa itu lagi" jawab jordan
"beliau?" gumam reni,dia menatap ke arah jordan yang benar-benar menghormati ibu nya . Ada rasa senang dan bangga ,karena ada yang menghargai ibu nya .
"apa....apa saya ngak merepotkan anda tuan?" tanya bik arum,awalnya dia hanya akan berhenti dari pekerjaan nya dan mencari pekerjaan lainnya .
"kenapa harus merepotkan saya?ibu adalah ibu mertua saya,bagaimana mungkin saya membiarkan ibu mertua saya jauh dari anak nya " jelas jordan
__ADS_1
"ibu mertua?" tanya bik arum dengan bingung,karena dia belum mengetahui semua nya dengan jelas.
Memang semalam jordan membantu reni juga dirinya keluar dari villa cintya,tapi ngak mungkin kalau jordan akan menikahi reni. Begitu lah pemikiran bik arum,apalagi dia tau siapa jordan. Pria yang akan dijadikan suami oleh cintya ,makanya dia masih terkejut dipanggil ibu mertua.
"tuan ,semua nya sudah siap tapi untuk tiket pesawat nya. Saya ngak akan memajukan nya,sebaiknya kita ke desa nona reni dulu untuk mengurus semua surat-surat nya. Apalagi warga desa juga harus tau kalau nona reni akan menikah dengan tuan,karena nama baik ibu mertua anda akan tercemar jika anda langsung membawa mereka begitu saja. Bukan saya ngak bisa mengambil surat-surat nya,hanya saja lebih baik kita ke desa saja . Mumpung masih disini" jelas randy dengan tegas,dia sudah tau bagaimana kehidupan di desa.
Jordan menatap randy dengan tajam hingga randy menundukan kepalanya karena merasa bersalah,dia tau kalau dia sudah menasehati dan menyuruh jordan ke desa untjk menyelesaikan semua nya sendiri. Tapi menurut nya,semua yang dia katakan benar ada nya.
Setau randy,di desa tempat reni berada pasti akan menanyakan kenapa reni tidak datang mengurus semua nya sendiri saat akan menikah. Apalagi mereka pasti akan memikirkan yang tidak-tidak mengenai reni,anak yang entah siapa ayah nya .
Jordan mulai memikirkan ucapan randy,reni dan bik arum pun masih menunggu keputusan dari jordan. Mereka berdiri didepan kamar hot jordan,hingga akhirnya jordan menarik tangan reni.
"ayo.....kita memang harus ke desa,kita menikah di desa saja Setelah itu baru biat pesta minggu depan di kota " ucap jordan
"kau akan dapat bonus ran, telpon mama dan pesan kan tiket ke sini. Aku akan menikah besok,jadi kita cari penginapan di desa untuk malam ini" jelas jordan dengan tenang,dia menarik tangan reni dengan lembut dan berjalan keluar dari hotel itu .
Sedangkan bik arum dan randy berjalan dibelakang mereka,randy sibuk dengan ponselnya karena dia harus segera menghubungi mama nya jordan. Dia bersyukur memiliki keberanian untuk mengatakan pendapat nya tadi,akhirnya dia mendapatkan bonus yang menggiurkan.
Tak lama mereka sampai didalam mobil,randy menjalankan mobilnya dengan cepat. Hanya perlu sekitar satu jam dari hotel ke desa reni,reni duduk ditengah-tengah karena reni ingin dekat dengan ibu nya.
"tuan....anda pikir kan lagi,anda ngak salah kan mau menikahi reni?dia hanya seorang pelayan di villa,saya yang ibu nya juga seorang kepala pelayan. Anda akan malu,apalagi keluarga anda pasti ngak akan mau menerima kami menjadi keluarga " ucap bik arum,dia masih merasa sedikit takut jika nanti nya reni mendapatkan perlakuan buruk dari keluarga jordan.
"Saya sudah tau siapa reni bu, ibu hanya ibu angkatnya saja tapi ibu dan reni sudah seperti ibu dan anak kandung nya jadi saya menerima semua nya dengan baik. Apalagi ada anakku didalam sini " jelas jordan sambil mengelus perut reni dengan lembut,reni hanya tersenyum saja.
"tapi keluarga anda tuan?mengenai anak ini,,anda bisa menganggap nya tidak ada. Kami akan mengurus nya dan tidak akan meminta uang anda sepeser pun " ucap bik arum,tadi nya dia memang ingin merawat reni dan anaknya dengan mencari kerja lain karena dia tau kalau keluarga orang kaya seperti jordan dan cintya tidak akan menerima orang miskin seperti mereka
"mama ku merestui kami,ibu tidak perlu khawatir mengenai hal itu " jawab jordan dengan santai
kriiing....kriiing ...
Tak lama ponsel jordan berdering,dia menatap panggilan video dari nyonya barbara. Pasti mamanya itu terkejut mendengar ucapan randy,makanya dia ingin memastikan semua nya dari jordan.
__ADS_1
"ya ....ma" jawab jordan dengan menunjukan wajah nya ke layar ponselnya
"oh ya ampun sayang,mama lupa kalau reni dari desa. Kamu pintar juga memilih menikah dulu disana, baru minggu depan membuat pesta nya di kota. Kenapa ngak bilang tadi pagi sih,mama jadi buru-buru ke bandara ni " ucap nyonya barbara dengan bersemangat, dia senang karena jordan sudah bisa membuka hati nya dan akan menikah juga memiliki anak
"itu.....randy yang punya ide nya,aku hanya mengikuti saja" jawab jordan dengan tenang ,randy yang sedang berada dikemudi hanya tersenyum tipis saja
"oh ya?berikan bonus untuk nya,mama akan berangkat sekarang " ucap nyonya barbara dengan cepat
"hhmmm.....jordan,dimana reni?mama mau lihat calon istri mu " ucap nyonya barbara yang sedang tersenyum
Jordan mengarahkan kamera ponselnya ke wajah reni,reni langsung tersenyum lembut. Membuat nyonya barbara senang,dia melihat seorang wanita di samping reni tanpa sengaja.
"kamu terlihat pucat sayang,sesampainya disini nanti kita harus periksakan kondisi mu ya " ucap nyonya barbara dengan lembut ,reni hanya mengangguk
"itu....siapa di samping mu sayang?" tanya nyonya barbara dengan penasaran
"ini...ini...ibu saya nyonya" jawab reni dengan gugup sambil mengarahkan sedikit kamera nya pada wajah bik arum yang sudah tersenyum ramah
"mama....kenapa nyonya?" ucap nyonya barbara dengan melotot ke arah reni
"hallo bu,saya mama nya jordan. Kita besanan ya,nanti kita bicara di sana ya. Ini saya mau berangkat dulu,mobil nya sudah siap." ucap nyonya barbara pada bik arum
"iya nyonya,silahkan . Hati-hati dijalan " jawab bik arum
"ya ampun,knapa nyonya juga sih? panggil ibu saja bu,atau nama saya juga boleh. Saya barbara" jelas nyonya barbara dengan ramah
"baiklah....kalau begitu saya matikan dulu ya,sampai jumpa disana " jawab nyonya barbara dengan pelan
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih πππππππ
__ADS_1