
πΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌ
Sisil sudah berada di mesin atm,mata nya masih membulat sempurna melihat isi tabungannya . Berkali-kali dia mencoba menghitung angka nol yang ada disana,tapi tetap saja tidak seperti biasanya hingga akhirnya dia mencoba menarik uang dengan jumlah yang cukup banyak dan berhasil membuat nya semakin bingung.
Setelah mengambil uang,sisil pun membelanjakan banyak bahan makanan. Dia bahkan membeli beberapa makanan lainnya untuk si bibik yang merupakan wanita paruh baya yang selalu membereskan rumah willy apalagi dia tau kalau si bibik memiliki cucu yang dijaga nya maka nya si bibik tidak bisa tinggal dirumah willy.
Semenjak ada sisil dirumah willy,setiap hari nya si bibik membawa cucu nya yang perempuan untuk bermain dengan sisil disana. Sisil mendandani anak perempuan itu, mengkucir rambut nya dan memakaikan pita cantik disana sini. Karena itu lah dia membeli beberapa gaun kecil yang cukup murah ,juga perlengkapan untuk rambut anak-anak.
Sisil juga membeli cemilan untuk anak-anak,dia akan menghabiskan waktu bersama dengan cucu nya si bibik. Sisil merasa kasihan karena ternyata anaknya si bibik sudah meninggal dunia karena kecelakaan saat akan pergi bekerja,saat itu si bibik yang menjaga nya dan sekarang anak itu sendirian. Hanya ada si bibik saja yang merupakan keluarga nya,tidak ada yang lain nya.
Kriiing....kriiing....
"bagaimana keadaan mu?" tanya suara pria yang begitu dikenalnya,sisil belum lagi mengatakan hallo. Si pria sudah berkata lebih dulu,membuat bibir sisil tersenyum tipis.
__ADS_1
"aku baik,kapan kamu pulang ?" jawab sisil,dia tidak boleh lagi memanggil willy dengan sebutan bapak karena willy tidak suka. Tapi seketika dia sadar apa yang ditanyakan oleh nya,kenapa dia mengharapkan willy pulang kerumah.
"kenapa?kau merindukan aku hhmmm?" tanya willy dengan lembut
"ng...ngak kok,aku hanya ingin tanya saja . Bagaimana bisa anda mengirimkan uang sebanyak itu ke rekening ku?" tanya sisil dengan tegas,dia memang merindukan willy tapi tidak mungkin hal itu dia katakan .
"uang?hhmm....apa kurang?" willy malah bertanya.
"lebih malahan pak,kenapa kasih aku uang segitu banyak nya? untuk apa?" jawab sisil dengan bingung.
"anda bilang apa pak?" tanya sisil yang masih terkejut
"pak?aku bilang sudah cukup jelas,tolong beli yang bagus dan mahal. Aku akan mengajak mu ke suatu tempat besok" jawab willy dengan tenang.
__ADS_1
"hhmmm.....baiklah pa" ucap sisil dengan wajah yang memerah.
"Pa?baiklah mama,sampai jumpa nanti malam" jawab willy dengan senyuman mengembang dibibir nya,dia langsung menutup panggilan telponnya tanpa menunggu jawaban dari sisil.
Sisil tersipu malu,kemudian dia berjalan menuju kerumah willy yang tak jauh dari supermarket depan . Jantung nya berdebar tak menentu,dia melihat kedua wanita mendekati nya dengan wajah garang.
"hei....kau siapa nya kak willy?" bentak salah seorang dari mereka membuat sisil bingung
"dengar ya,dia adalah kekasih kak willy jadi jangan coba-coba menggoda kak willy" jelas wanita itu lagi membuat sisil mengernyitkan dahi nya karena bingung.
"kekasih?ngak salah?aku istri nya pa eekkhm.....willy" bentak sisil yang ngak kalah garang ,kemudian dia dengan cepat pergi menuju kerumah willy yang tinggal dua rumah lagi.
Dengan wajah kesal sisil masuk kedalam rumah willy,dia melihat si bibik sudah berada didalam bersama dengan cucu nya. Wajah sisil yang tadi nya cemberut langsung tersenyum,dia mendekati cucu si bibik dan menggendong nya. Sejenak sisil menyingkirkan rasa kesal nya,dia bermain bersama dengan cucu si bibik.
__ADS_1
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih ππππππ