
☘☘☘☘☘☘☘☘☘
Setelah mematikan panggilan dari mama nya,jordan merebahkan kepalanya di bahu reni. Dia bersikap manja pada reni ,dia tidak perduli didepan bik arum sekali pun .
Tak lama mereka sampai di gerbang desa reni,randy mulai membuka ponselnya dan ingin mencari penginapan tapi tidak ada yang terdekat dengan desa milik reni.
"tuan,sepertinya ngak ada penginapan disini " jelas randy yang merasa bingung
"di desa memang ngak ada penginapan,sebaiknya kita ke rumah pak kades saja. Mengatakan semua nya ,kemudian meminta pendapat nya untuk masalah penginapan dan acara pernikahannya " jelas bik arum,karena memang dia pernah mendengar kalau salah satu warga desa itu menikah dengan orang kota dan keluarga nya akan menginap di rumah salah satu warga
"kalau rumah kontrakan ada ngak bu?" tanya jordan sambil memejamkan mata nya dan memeluk pinggang reni
"ada,tapi tidak bisa beberapa hari . Harus sebulan atau setahun,kan mahal karena kita hanya perlu satu atau dua hari saja bila surat nya agak susah di siapkan " jawab bik arum
"baiklah,nanti kita kontrak saja. Ngak apa-apa mahal " jawab jordan
Randy langsung menuju kantor kepala desa,kebetulan mereka sampai disana saat makan siang jadi sebagian warga desa masih dirumah nya masing-masing.
Jordan memakai mobil milik hotel sebagai transportasi,karena ngak mungkin dia membeli mobil hanya untuk dipakai beberapa hari saja. Semua nya diurus oleh randy,randy memilih merental mobil di hotel itu saja.
Walaupun jordan bisa membeli mobil ,tapi randy ngak ingin mengurus masalah mobil lagi. Tadi saja sebenar nya dia juga ngak mau mengurus surat untuk pernikahan jordan,karena dia tidak ingin pergi sendiri ke desa itu . Apalagi yang dia dengar kalau wanita di desa itu cukup cantik,tapi dia sudah mempunyai kekasih. Dia tidak ingin nanti nya dia akan jatuh cinta pada salah satu wanita disana,tapi jika ada jordan juga reni. Ngak mungkin para wanita itu akan mendekati nya
Tak lama mereka pun sampai di depan kantor kades,randy turun lebih dulu kemudian jordan ,reni juga bik arum. Mereka berjalan menuju gedung yang terbilang sederhana,semua yang ada didalam yang sedang makan siang menatap ke arah pintu karena mendengar suara ketukan dari luar.
tok....tok....
__ADS_1
"maaf mengganggu,saya ingin bertemu dengan kepala desa disini " ucap randy yang mengetuk pintu lebih dulu,pintu memang sudah terbuka lebar tapi randy juga jordan tidak ingin masuk lebih dulu .
"hhmmm....pak kades sedang makan siang,kalian bisa nunggu disana " jawab salah satu wanita paruh baya yang duduk didalam bersama wanita lainnya,dia terlihat angkuh . Tangan nya menunjuk ke arah sofa panjang yang ada didalam ruangan itu,jordan menatap tajam pada wanita itu dengan kesal.
"baiklah,trima kasih bu" jawab randy yang masuk lebih dulu,jordan dan reni mengikuti randy masuk kedalam sedangkan bik arum sedang menelpon seseorang yang merupakan tetangga nya. Dia ingin menanyakan rumah kontrakan yang kosong milik bu rani,orang terkaya di desa nya.
Wanita paruh baya yang tadi menjawab ucapan randy menatap ke arah reni dengan tajam,dia seperti mengenal reni hingga karena penasaran akhirnya setelah makan. Dia pun berjalan mendekati reni yang duduk disamping jordan ,dia menatap ke arah reni.
"kamu reni kan?anak nya bik arum?yang pelayan itu?" tanya wanita paruh baya itu dengan tegas
"iya bu,saya reni" jawab reni dengan sopan
"oh....kau ada urusan apa dengan pak kades?"tanya wanita itu dengan tajam
"kau buat masalah apa dengan bapak-bapak ini?" tanya wanita itu dengan tatapan tajam nya
Jordan merasa kesal mendengar ucapan wanita itu,tapi dia berusaha tetap tenang . Dia ingin melihat apa yang akan dilakukan oleh wanita yang dia rasa tidak suka dengan reni
"kau jangan bawa-bawa pak kepala desa,jika memang kau punya masalah dengan kedua pria ini sebaiknya kau pergi saja dari sini. " bentak wanita paruh baya itu dengan kesal
"hhmmm....pak,wanita ini memang warga desa ini tapi dia sudah lama bekerja di villa jadi kalau memang dia buat masalah, sebaiknya anda bawa saja ke kantor polisi. Kami akan mengeluarkan dia dari desa ini" ucap wanita itu dengan sopan
"bu rani, anda disini?" tanya bik arum yang sudah masuk kedalam ruangan itu,dia yakin jika bu rani pemilik kontrakan itu ingin menghina reni karena memang dari dulu dia selalu begitu pada warga desa.
Suami bu rani bekerja di kota,di sebuah perusahaan yang terbilang besar disana. Gaji yang diberikan disana juga cukup banyak,sehingga bisa membuat bu rani membangun beberapa rumah kontrakan.
__ADS_1
"eh....bik arum ikut datang juga?apa reni membuat kesalahan yang fatal?" tanya bu rani dengan ketus
"hah? reni ingin menikah,jadi kami datang untuk mengurus semua nya terlebih dulu sebelum kami pindah ke kota" jelas bik arum apa ada nya,padahal bik arum hanya ingin menjawab pertanyaan bu rani bukan untuk memamerkan nya.
Bu rani membulatkan mata nya,dia merasa kesal karena reni akan tinggal dikota. Tapi dua masih yakin jika reni hanya menikah dengan pria rendahan, tidak seperti suami nya yang karyawan di perusahaan besar dikota.
"oh....begitu ya,jadi kamu mau menikah dengan satpam di kota ?"tanya wanita itu sambil tersenyum senang melihat wajah reni dan bik arum yang terkejut.
"ibu bicara apa sih? " tanya bik arum dengan bingung
"kenapa?kalian bingung bagaimana saya tau kan?ha...ha...sudah bisa ditebak bu,kalau pembantu ya nikah sama satpam mana mungkin sama pemilik rumah nya " jawab bu rani sambil tertawa mengejek.
Jordan mengepalkan tangannya dengan keras,dia menatap tak suka pada wanita paruh baya didepannya itu. Dia ingin membuka mulut nya tapi tiba-tiba seorang pria paruh baya keluar dari dalam sebuah pintu yang ada diruangan itu juga,pria itu berjalan mendekati bu rani.
Bu rani membulatkan mata nya,dia merasa kesal karena reni akan tinggal dikota. Tapi dua masih yakin jika reni hanya menikah dengan pria rendahan, tidak seperti suami nya yang karyawan di perusahaan besar dikota.
"oh....begitu ya,jadi kamu mau menikah dengan satpam di kota ?"tanya wanita itu sambil tersenyum senang melihat wajah reni dan bik arum yang terkejut.
"ibu bicara apa sih? " tanya bik arum dengan bingung
"kenapa?kalian bingung bagaimana saya tau kan?ha...ha...sudah bisa ditebak bu,kalau pembantu ya nikah sama satpam mana mungkin sama pemilik rumah nya " jawab bu rani sambil tertawa mengejek.
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘
__ADS_1