
πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ
Gibran yang sudah mengetahui kebenaran mengenai kedua anak nya,dia juga sudah tau dimana kedua putri nya tinggal. Ada rasa senang dihatinya mengetahui hal itu,karena marni mau melahirkan anak nya dan membesarkannya walaupun dia tidak merawat nya tapi paling tidak marni bekerja dan mengirimkan uang pada ibu panti untuk anak nya .
Gibran segera menuju panti asuhan dimana dia sering menyumbangkan harta nya selama ini,dia akan menemui kedua putri nya. Selama ini dia tidak pernah berpikir kalau marni akan melahirkan anak nya,dia hanya tau kalau marni hamil saat itu
Gibran sudah berada didepan rumah sederhana,dia menatap kedua anak perempuan yang sedang bermain di teras depan itu. Disana juga ada bu panti dan beberapa orang didepan sana yang mengawasi anak-anak bermain,dia merasa semakin senang melihat anaknya dirawat dengan baik oleh bu panti dan yang lainnya
"selamat sore" teriak gibran menatap ke arah bu panti dan yang lainnya
"eh....sore pak gibran,hhmm....kenapa anda datang nya sore hari?" ucap ibu panti menatap ke arah gibran dengan tatapan bingung,karena biasanya gibran akan datang pagi hari dan setiap sebulan sekali saja. Apalagi kemarin dia sudah datang ,jadi ada urusan apa gibran datang kembali sekarang ini. Begitu lah yang dipikirkan oleh bu panti
"apa kabar semua nya?" tanya gibran dengan lembut menatap ke arah kedua anak nya
"baik pak...."jawab semua nya
Gibran berjalan mendekati bu panti yang duduk di bangku kayu panjang didepan teras itu,dia ikut duduk dengan mata yang masih menatap ke arah kedua anak nya
"hhmm....maaf pak gibran,apa ada yang bisa saya bantu ?" tanya bu panti yang penasaran dengan kedatangan gibran
"kebetulan saya lewat saja dan melihat anak-anak lagi bermain,makanya saya singgah sekalian ada yang ingin saya sampaikan " jawab gibran dengan serius ,bu panti masih menunggu ucapan yang ingin disampaikan oleh gibran
"saya ingin mengadopsi kedua anak kembar itu" ucap gibran dengan tegas
__ADS_1
uuuhuuuk....uuhuuk....
Bu panti terkejut dan tersedak,karena memang dia sedang minum teh yang sudah disuguhkan didepan nya dan gibran juga. Dia menatap wajah gibran,seolah mencari tau apa yang sudah diketahui oleh gibran
"anda ngak apa-apa kan bu?" tanya gibran,dia semakin yakin jika si kembar itu adalah anak nya
"ng....ngak apa apa kok ,tapi seperti nya si kembar ngak bisa di adopsi pak karena mereka masih mempunyai ibu" jelas bu panti yang mengalihkan pandangan nya dari gibran
"saya sudah mengetahui semua nya bu,mereka anak nya marni juga anak-anak ku" ucap gibran dengan suara pelan membuat mata bu panti membulat sempurna
"semalam aku bertemu dengan marni,dia tinggal dirumah nyonya barbara" jelas gibran lagi
Tubuh bu panti terasa lemas,dia merasa sedikit takut mendengar penjelasan dari gibran. Dia tau kalau selama ini laura ingin menyingkirkan marni juga kedua anak nya itu,dia tidak ingin nanti nya laura melakukannya lagi.
Memang selama ini laura bersikap baik pada marni jika berada dihadapan papa nya,dia selalu mencari perhatian sang papa. Dia juga tidak ingin papa nya tau kalau dia tidak menyukai marni,karena dia sangat tau kalau sang papa begitu mencintai marni
"tidak ada yang perlu disalahkan pak,mungkin memang takdir marni seperti ini...." jawab ibu panti dengan sopan ,dia melihat kalau gibran sudah menangis
Para pembantu yang melihat gibran menangis,langsung membawa anak-anak yang berada disana masuk kedalam rumah panti itu. Mereka tidak ingin anak-anak melihat gibran yang sudah menangis,tapi kedua anak marni malah berjalan mendekati gibran. Mereka mengenal gibran siapa,karena setiap bulan gibran sering datang mengunjungi panti
Kedua putri gibran mendekati dan memeluk tubuh gibran dengan lembut membuat gibran terkejut,gibran membalas pelukan kedua putdi nya dan menangis tersedu-sedu
"maafkan papa nak....maafkan papa hiks...hiks..." ucap gibran dan didengar oleh kedua nya,membuat mereka menatap ke arah bu panti
__ADS_1
Bu panti menganggukan kepala nya dan tersenyum,dia mengiyakan ucapan gibran. Kedua anak marni pun ikut menangis,mereka memeluk tubuh gibran dengan lembut.
"terima kasih bu panti,saya akan membawa kedua anak saya untuk tinggal bersama dengan saya" ucap gibran tapi kelapa bu panti menggeleng
"anda harus minta ijin pada mama mereka,lagi pula....saya ngak mau nanti nya mereka dilukai oleh laura,karena anda mungkin sudah tau bagaimana anak anda itu kan?" ucap bu panti menatap mata gibran dengan tajam
"anda jangan khawatir bu,laura....sedang dirawat dirumah sakit jiwa. Ternyata dia mengidap penyakit kejiwaan,saya juga baru mengetahui nya " ucap gibran yang merasa sedih karena dia tidak bisa mendidik dan merawat sang anak
Setelah istri nya meninggal,gibran sibuk dengan dunia nya. Bekerja dan bekerja,tidak pernah memperdulikan laura kecil. Sehingga laura merasa kurang kasih sayang,laura kecil merasa trauma dengan kepergian sang mama.
Selama ini laura dirawat oleh pembantu rumah tangga hingga dia remaja,dia begitu menyayangi pembantu nya itu hingga pembantu itu harus pergi meninggalkannya karena menikah. Merasa di campakkan dan tidak disayangi lagi,akhirnya laura remaja pun memutuskan untuk membunuh calon suami pembantu nya itu
Dengan uang yang dimiliki nya,dia menyuruh beberapa orang untuk menyingkirkan pria itu. Calon suami nya itu pun akhirnya harus dirawat dirumah sakit,dia mengalami kelumpuhan pada kaki nya. Tapi pembantu nya itu tetap meneruskan pernikahannya membuat laura remaja terpuruk,hal itu diketahui oleh gibran.
Gibran pun mengurung laura remaja dan mulai memberikan kasih sayang pada nya hingga akhirnya gibran bertemu dengan marni,sebelum istri nya meninggal. Mereka sering menyumbangkan sebagian harta nya untuk panti asuhan dimana marni berada,malahan istri gibran lebih dekat dengan marni.
Laura ditangani oleh dokter kejiwaan saat itu,marni ikut membantu nya karena permintaan gibran . Gibran sudah mulai menyukai marni hingga saat dinyatakan dokter kalau laura sudah sembuh,gibran pun memilih untuk menikahi marni.
Awalnya marni menolak,karena perbedaan usia yang cukup jauh juga keadaan dirinya yang hanya merupakan seorang yatim piatu saja. Tapi melihat ketulusan hati gibran dna kasihan dengan laura yang memang sangat membutuhkan kasih sayang seorang ibu ,Makanya dia memutuskan untuk menerima lamaran gibran untuk menikah
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih πππππππ
__ADS_1