
❣❣❣❣❣❣❣❣
Jordan mengikuti langkah kaki mala ke arah dapur,dia juga tidak tau kenapa tapi dia ingin slalu dekat dengan mala. Mala menghentikan langkah nya saat menyadari kalau jordan mengikuti nya
"pak faldi?kenapa ngikutin aku ?" tanya mala dengan bingung
"faldi?" tanya jordan dalam hati,kemudian dia tersenyum
"aku haus, aku mau minum dulu baru ke ruang kerja tuan muda" jawab jordan dengan tenang
"oh....sebentar" ucap mala yang kini berjalan ke arah lemari pendingin,dia menuangkan jus buah milik nya yang dibeli nya di pasar waktu itu. Dia meletakan di lemari pendingin dapur belakang ,dimana tempat para pembantu seperti nya
"ini....minum lah,semoga anda suka pak....karena ini jus kesukaan ku" ucap mala sambil menyodorkan minuman kesukaan nya yang terbuat dari buah anggur
"anggur?kau tidak takut mabuk?" tanya jordan sambil meneguk gelas pemberian mala
"mabuk?ha...ha...ini jus anggur bukan anggur alkohol yang seperti begituan " jawab mala dengan tawa di bibir nya membuat mala semakin terlihat cantik di mata jordan
"panggil jor eekkhm....faldi saja,jangan pake pak biar lebih akrab" ucap jordan dengan lembut,dia hampir membongkar identitas nya sendiri
"oke...aku mala" jawab mala yang langsung menyodorkan tangannya kedepan jordan,jordan menyambutnya. Jordan cukup lama memegang tangan mala,membuat mala berdehem
eekkhm...
"eh...maaf,habis nya tangan kamu lembut banget" jawab jordan yang mengalihkan pembicaraan nya
"oh ya....padahal ada yang bilang kalau kulit tangan ku cukup kasar,makanya seperti tangan laki-laki" jelas mala sambil mengelus telapak tangannya sendiri
__ADS_1
"hhmm...ngak kok...ak" ucap jordan tapi terhenti karena suara ponsel nya
kriiing....kriiing
Jordan menatap ke arah layar ponselnya,dia melihat panggilan dari faldi. Dengan cepat dia angkat,dia tidak ingin mala tau siapa dirinya
"ya....tuan,saya akan segera jalan ke sana " ucap jordan dan langsung menutup panggilan telponnya dengan cepat,sedangkan faldi yang berada diujung telpon merasa terkejut dipanggil tuan. Berkali-kali dia mengecek nomor panggilan yang dipanggilnya tadi,tapi ternyata memang tidak salah
"tuan muda jordan?pasti berkas nya penting,cepat kamu ambil terus kamu antarkan " jelas mala dengan cepat
"dia tau nama ku,tapi untungnya dia ngak tau wajah ku" batin jordan dengan tersenyum
"berapa no telpon mu?lain kali kita cerita -cerita lagi" ucap jordan yang memberikan ponselnya agar mala mengetik no ponselnya disana
"aku ngak punya ponsel,kamu aja yang datang ke dapur " ucap mala ,karena memang mala ngak punya ponsel.
Mala merasa ngak penting punya ponsel,apalagi tidak ada saudara atau pun sahabat yang dekat dengan nya jadi dia juga ngak perlu menghubungi siapa pun makanya dia tidak ingin memiliki ponsel. Saat ini baginya hanya ada bik manik dan mbak marni yang selalu dianggapnya keluarga,menghubungi mereka juga hanya dengan mendatangi kamar mereka saja. Tidak perlu menggunakan ponsel
"ini....malam ini kau harus menghubungi ku,aku akan menunggu mu" jelas jordan dan ingin segera berlalu karena berkali-kali faldi mengirimkan pesan singkat kalau sebentar lagi akan diadakan rapat
"eh...tunggu dulu,aku hubungi pake apa?" tanya mala,karena dia tau kalau bik manik ngak punya ponsel sedangkan mbak marni sedang keluar dengan gibran . Mala yakin jika marni akan pulang besok ,tidak malam ini
"hhmm....kalau begitu,malam ini kita ketemu dihalaman belakang. Tapi diam-diam saja ,jangan bilang pada siapa pun " jelas jordan
"aku harus pergi,kalau tidak fal eekkhm...maksud ku tuan muda pasti akan marah " ucap jordan lagi,dia sudah berlalu meninggalkan mala
Mala terdiam,dia akan menunggu faldi malam ini. Jika dia tau kalau faldi adalah pria yang ditolong nya saat di pasar,mungkin dari kemarin dia akan meminta no faldi pada nyonya barbara
__ADS_1
Didalam mobil,jordan terus tersenyum senang. Suara wanita yang selama ini hanya terdengar dalam mimpi nya kini nyata dihadapannya,dia terus bersenandung sepanjang perjalanan menuju perusahaan nya
Sedangkan mala kembali ke kamar nya,seharian bergelut dengan tanah dan memijat tubuh nyonya barbara membuat nya merasa lelah juga. Dia memilih untuk tidur saja,dia langsung terlelap saat kepala nya sudah menyentuh bantal
Di perusahaan rapat berjalan lancar,apalagi jordan terus tersenyum sepanjang rapat dan memberikan keringanan pada pegawainya yang melakukan kesalahan. Tidak seperti biasanya ,dia selalu bersikap ketus bahkan tidak akan melepaskan pegawai nya yang berbuat salah lepas begitu saja.
Sore menjelang,bik manik sudah mendatangi kamar marni dan meminta mala untuk bangun karena bik manik membutuhkan bantuan nya apalagi marni tidak berada dirumah nya . Mala pun beberes,kemudian membantu bik manik memasak untuk makan malam.
Nyonya barbara sudah berada di meja makan ,karena memang jadwal makan malam sudah tiba. Jordan sudah berada di meja makan dengan senyum-senyum sendiri,dia membayangkan akan bertemu dengan mala nanti malam setelah makan malam di halaman belakang
"sayang.....kau baik-baik saja?" tanya nyonya barbara,dari tadi dia memperhatikan wajah putra nya yang terlihat berseri-seri
"ngak apa-apa ma,biasa aja kok" jawab jordan yang terus menikmati makan malam nya
Nyonya barbara sedikit curiga dengan sikap jordan,dia yakin jika jordan sedang merasa senang tapi karena apa. Dia harus mencari tau setelah makan malam ini,dia ingin menelpon faldi dan menanyakan mengenai jordan setiap hari ini
Setelah makan malam selesai,nyonya barbara memperhatikan jordan yang memasuki kamar nya dengan senyuman di bibir nya membuat nyonya barbara semakin merasa penasaran. Dia pun ikut masuk kedalam kamar nya,dia duduk dan mengambil ponselnya lalu menelpon faldi
"ya nyonya ,ada yang bisa saya bantu?" tanya faldi ,dia yakin jika nyonya barbara akan menanyakan sikap bos nya saat ini
"apa ada terjadi sesuatu di kantor?kenapa jordna tersenyum terus menerus?" tanya nyonya barbara langsung ke inti nya
"tidak ada nyonya,dari tadi siang setelah nyonya menelpon tuan jordan keluar kemudian kembali dengan wajah yang tersenyum terus-terusan bahkan beliau melepaskan pegawai yang salah dengan catatan harus memperbaiki kesalahan yang ada dilaporan nya "jelas faldi
"kemana dia?" tanya nyonya barbara lagi
"saya juga ngak tau nyonya,saat saya telpon beliau menjawab nya pun dengan aneh" jelas faldi lagi yang ingat kalau jordan memanggilnya tuan muda
__ADS_1
bersambung
Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘