
❣❣❣❣❣❣❣❣
Mala menatap ke arah blake yang terlihat panik,dia kembali memeluk tubuh blake dan menenangkannya. Blake menatap mata mala yang sudah tersenyum,wanita didepannya ini sangat tenang padahal baru bertemu dengan suami nya yang dia ketahui sudah meninggal.
"tenang lah sayang....mas jordan akan baik-baik saja,dia sudah pernah melewati masa kritis dulu. Jadi pastinya dia akan kembali seperti semula" jelas mala sambil mengelus rahang tegas suami nya
"ka....kamu ngak akan.." ucap blake dengan gugup,matanya masih menatap tajam pada mala tapi dengan tatapan sendu. Mala memotong ucapan blake dengan sebuah ciuman,membuat semua yang ada disana terkejut.
cup....
"aku istri mu,jordan adalah masa lalu. Sampai kapan pun dihati ku hanya ada kamu,jordan merupakan suami ku yang sudah meninggal. Aku tidak ada hubungan apa pun dengan jordan ,kamu masa depan ku dan anak-anak kita" jelas mala dengan lembut
Blake merasa lega,dia kembali memeluk tubuh mala dengan erat. Dia bersyukur karena mala memilih diri nya bukan jordan,membuat nya semakin merasa senang.
Blake menyuruh perawat dan sisil untuk pulang lebih dulu bersama dengan supir mereka,sedangkan mala dan blake menyusul jordan dirumah sakit. Biar bagaimana pun ,jordan masih sahabat blake dan mala ngak mau merusak persahabatan mereka.
Mala tau bagaimana ketergantungan nya jordan pada blake saat dirinya merasa di lepaskan oleh mama nya,dia yakin jika blake juga seperti itu. Apalagi selama ini ternyata blake menyembunyikan semuanya,karena takut kehilangan dirinya.
Sesampainya dirumah sakit ,blake menanyakan keadaan jordan. Mala menemani blake didepan ruangan gawat darurat, dia merasa sedih melihat kondisi jordan saat ini karena ulah mama nya sendiri.
"bagaimana keadaan nya dok?" tanya blake dengan nada khawatir,sedangkan mala terus menggenggam tangan blake dan berusaha menenangkan nya.
"saat ini keadaan tuan muda jordan sudah membaik,kami akan pindah kan ke ruangan rawat inap dan kami akan memeriksa kondisi nya setelah beliau sadar" jelas Dokter yang memeriksa keadaan jordan
Blake hanya mengangguk,dia duduk kembali bersama mala sambil menunggu jordan dipindahkan kedalam ruangan yang sudah di pesan oleh blake.
__ADS_1
Tak lama perawat pun keluar dari ruangan dan mendorong tubuh jordan ,mereka akan memindahkan jordan ke ruangan inap. Setelah sampai disana,mereka pin mengangkat tubuh jordan dan memindahkannya ke ranjang pasien dikamar itu.
Blake dan mala masih menunggu didalam. ruangan,mereka menunggu jordan siuman tapi belum juga terjadi. Mala mendapatkan telpon dari rumah kalau kedua anak nya menangis dan membutuhkan asi nya,karena meminta jadwal menyusui .
"sebaiknya kamu pulang saja,aku akan menunggu jordan disini" ucap blake dengan lembut
Mala hanya mengangguk dan berjalan menuju mobil blake berada,disana sudah ada supir pribadi keluarga mereka yang menunggu mala. Mala kembali kerumah nya ,dia mengurus kedua anak nya sambil melakukan video call dengan blake.
Didalam ruangan jordan sudah mulai sadar,dia memegang kening nya yang masih sedikit pusing. Mata nya menatap sekeliling ,dia mendapati blake. Tatapan tajam tertuju pada sahabat nya itu,blake menyadari hal itu.
"kau sudah sadar?bagus lah....aku akan panggilkan dokter untuk memeriksa mu kembali" ucap blake yang merasa bersyukur jika jordan sudah sadar.
"jangan banyak bicara,kenapa kau bisa bersama mala?" tanya jordan dengan kesal
"heh....aku ngak salah dengar?mala adalah istri ku,kami menikah karena saling mencintai dan aku rela meninggalkan semua nya demi dia" bentak jordan dengan ketus,dia tidak percaya jika blake menikahi mala karena yang dia ingat saat ini kalau mala adalah istri nya.
Tak lama dokter yang memeriksa keadaan jordan datang,blake menekan tombol panggilan dokter di dekat ranjang pasien milik jordan makanya dokter itu segera datang.
"bagaimana keadaan anda tuan?apa ada yang sakit?" tanya dokter itu dengan sopan
"hanya kepala saya yang sedikit pusing" jawab jordan dengan pelan,dia memijat kening nya dengan pelan juga.
"maaf kalau saya lancang,tapi apa anda mengkonsumsi obat penghilang ingatan?" tanya dokter itu membuat jordan mengernyitkan dahi nya.
Jordan bingung mendengar pertanyaan yang diajukan oleh dokter itu,dia hanya menggelengkan kepalanya. Dia masih berpikir, untuk apa dia mengkonsumsi obat penghilang ingatan.
__ADS_1
"Dari pemeriksaan yang kami temukan,anda mengkonsumsi obat penghilang ingatan. Mungkin sudah cukup lama,karena obat itu sudah menyatu dengan darah anda. Anda harus menghentikan nya segera,jika tidak maka anda akan hilang ingatan selama nya " jelas Dokter itu dengan tegas
"Saya ngak pernah mengkonsumsi obat penghilang ingatan" jawab jordan dengan anda bingung,kemudian dia terdiam sebentar. Seolah mengingat apa yang terjadi selama ini.
"tapi...sebentar" ucap jordan lagi,dia mengeluarkan botol plastik kecil polos dari kantung jas nya.
"coba cek obat ini,apa ini obat penghilang ingatan ?kalau benar,berarti selama ini yang saya minum bukan vitamin " jelas jordan sambil memeberikan botol kecil itu pada dokter didepannya.
"baiklah,saya akan mengecek obat ini. Mungkin sore nanti baru bisa kita ketahui hasil nya " jelas Dokter ,Jordan hanya menganggukan kepala nya.
Blake berjalan mendekati ranjang rumah sakit milik jordan,dia menatap jordan dengan tatapan kasihan. Tapi jordan masih memikirkan kemungkinan yang dilakukan oleh mama nya,karena selama ini yang memaksakan jordan untuk minum obat itu adalah mama nya.
"kau tau,kau pergi cukup lama. Semua orang menganggap mu sudah meninggal,termasuk mala . Dia terpukul karena kepergian mu juga anak kalian,mama mu bahkan ingin melenyapkan nyawa mala juga dokter stevani. Dokter yang selama ini merawat mala dan menganggapnya sebagai anak,karena itu juga mama mu ingin melenyapkan nya. " jelas blake membuat jordan terkejut.
"mungkin kau belum ingat semuanya,tapi kecelakaan terakhir kali saat kau menyelamatkan mala. Semua itu atas perintah mama mu,dia ingin melenyapkan mala dan anak kalian sehingga kau bisa menikah dengan wanita pilihannya " jelas blake lagi ,membuat jordan kembali mengingat apa yang dilakukan oleh mama nya selama ini.
Melihat jordan yang hanya diam saja,membuat blake merasa yakin jika jordan belum mengingat semuanya. Dia masih ingin memberitahu apa yang dilakukan oleh nyonya barbara pada mala dan ornag yang dekat dengan mala,agar jordan bisa melindungi ornag yang dicintai nya suatu saat nanti.
"aku pergi dulu....sebaiknya kau cari tau semua nya,aku ngak akan mengatakan apa pun pada mu. Karena aku yakin kau tidak akan percaya pada ucapan ku sepenuhnya " ucap blake
Blake berjalan meninggalkan jordan,dia keluar dari ruangan itu dan meninggalkan jordan dengan segala ingatannya yang mulai kembali menyatu.
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘😘
__ADS_1