
πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ
Blake menarik tangan mala,dia menggandeng tangan mala saat keluar dari mobil. Terlihat seorang pria tua berdiri didepan pintu,membuat tangan mala dingin dan tubuh nya menegang.
"kalian sudah datang?Kenapa lama sekali?" tanya pria tua yang dari tadi tatapan nya menelisik wajah juga penampilan mala yang terbilang sederhana,jika saja dia tau kalau blake suka wanita sederhana. Dari dulu dia akan mencari wanita sederhana untuk cucu nya itu,mala tersenyum kaku sambil menundukan kepala nya.
"hhmm....ini cintya?" tanya kakek nya blake menatap ke arah mala
Seketika mala terkejut,begitu juga dengan blake karena sang kakek menyebutkan nama wanita lain didepan mala. Tubuh mala yang tadi nya tegang kini menjadi rileks,tangannya yang dingin jadi biasa. Belum lagi wajah nya yang tadi gugup dan menunduk ,kini menatap tajam pada blake.
Entah kenapa mala ngak suka mendengar kakek nya blake menyebutkan nama wanita lain,apa ada wanita lain lagi yang dekat dengan pria itu. Begitulah pemikiran mala pada blake,dia terlihat kesal dan cemburu.
"tunggu,aku cemburu pada pria ini?Ngak mungkin kan?" tanya mala dalam hati
Sementara blake menatap ke arah sang kakek dengan kesal,dia juga melirik ke arah mala yang terlihat ingin membunuh nya saat ini karena kakek nya salah mengucapkan nama wanita yang dicintai nya.
__ADS_1
"apa kakek tua ini sudah pikun ?" tanya blake dengan kesal
Dari tadi sang kakek memperhatikan sikap mala,dia yakin jika mala sudah mencintai cucu nya itu hanya saja mala belum menyadari nya. Dia juga kesal dengan blake yang saat ini memelototkan matanya pada sang kakek,padahal kakek nya hanya ingin mengetes mala saja.
"kek...siapa cintya?" tanya blake dengan ketus
"ha...ha....." tawa kakek blake dengan keras membuat mala dan blake terkejut dan juga bingung.
"kenapa kakek tertawa?" tanya blake dengan kesal
"jangan pura-pura ngak tau siapa cintya,kamu pasti ingin bawa dia kesini kan? harusnya kamu juga menikah dengan nya bukan dengan ku" ucap mala dengan ketus,ingin rasa nya dia memukul wajah blake.
"ha...ha...." sang kakek kembali tertawa membuat kedua nya terdiam dan menatap ke arah sang kakek
"ayo masuk lah,kita bicara didalam" ucap kakek setelah berhenti tertawa dengan keras nya.
__ADS_1
Kakek blake berjalan masuk lebih dulu,dia sudah merencanakan semua nya sebelum blake dan mala datang. Dia juga sudah menyiapkan pernikahan yang akan diketahui oleh semua orang,dia ingin melihat reaksi dari mantan ibu mertua mala yang kejam itu.
Setelah mengetahui kalau cucu satu-satu nya menyukai seorang wnaita,membuat nya mencari tau kehidupan wanita itu hingga akhirnya dia mengetahui masa lalu mala . Sang kakek juga sudah mengetahui kalau jordan masih hidup dan sedang berjuang untuk nyawa nya di negara lain,bagi kakek blake mencari tau seseorang itu sangat lah mudah.
Kakek blake sudah menyiapkan pengawalan untuk mala juga dokter stevani yang selama ini membantu mala,dia akan menjaga semua orang yang dekat dengan mala dan yang pasti membela mala dengan baik.
Kakek blake membawa mala dna blake ke halaman belakang sebelum makan siang ,mereka akan membicarakan mengenai pesta pernikahan nya yang akan diadakan minggu depan. Hal itu pun sudah diketahui oleh sang kakek,dia akan membuat pesta yang mewah dan megah di kota itu.
"duduklah,kita bicara disini sampai makan siang disiapkan. Ngak apa-apa kan mala ?" ucap sang kakek meminta ijin pada mala ,dia menatap wanita cantik didepannya itu.
"iya kek,ngak apa-apa kok. ....hhmmm,ini ada sedikit oleh-oleh untuk kakek. Maaf,hanya bisa saya buat saja" jelas mala dengan malu,bukan dia tidak ingin membeli makanan untuk kakek blake tapi tidak mungkin dia memberikan makanan yang murahan.
"kau membuat nya sendiri ?" tanya kakek blake menatap bungkusan yang diberikan oleh mala,mala hanya menganggukan kepala nya. Dia berharap sang kakek bisa menerima dirinya sebagai cucu menantu,entah kenapa dia tidak ingin berpisah dengan blake padahal mereka baru bertemu beberapa kali saja tapi seperti sebuah ikatan yang dia rasakan berbeda.
Tanpa menanyakan apa pun Lagi,kakek blake memasukan makanan yang berubah kue kering ke dalam mulutnya membuat asisten kepala rumah tangga terkejut karena biasa nya kakek blake itu akan merasa waspada dan menyuruh pelayan untuk mencoba nya lebih dulu atau memeriksakan nya .
__ADS_1
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih πππππππ