
💙💙💙💙💙💙💙
Tak lama bu rani dengan beberapa paperbag ditangannya sudah berdiri didepan mereka,dia menatap ke arah jordan dan reni juga pada kedua anaknya yang menghalangi jalan masuk kedalam rumah nya.
"ayo tuan muda,nona silahkan masuk" ucap bu rani,dia tidak ingin suami juga kedua menantu nya mendapatkan masalah di perusahaan jordan.
"kau tidak lihat?mereka menutupi jalan nya,kalau saja ada hotel mewah dekat sini. Mungkin aku akan menginap disana saja dengan istri dan mertua ku,dari pada di sini. Tapi karena tidak ada ,makanya kami memilih untuk tinggal disini sementara " bentak jordan dengan kesal
"ah.....maaf tuan,saya akan membereskan mereka" ucap bu rani
Bu rani sudah menatap kedua anak nya dengan tajam,dia ingin sekali menarik tangan kedua nya tapi tangan nya penuh dengan belanjaan milik jordan dan reni.
"kalian....cepat pergi ke rumah yang disebelah ,jangan cari masalah " bentak bu rani menatap tajam pada kedua anak nya
"ma....ini si reni,mama ngak ingat?yang bekerja jadi pelayan di villa milik keluarga nona cintya " jawab wanita yang tadi mengatai reni.
"kalian....mama bilang cepat pergi,jangan cari masalah " bentak bu rani,dia akan menjelaskan semua nya di rumah kontrakan yang akan mereka tempati untuk sementara nanti
Kedua wajah anak itu terlihat kesal,dia tidak suka melihat reni dari dulu,tapi kenapa mama nya malah membela mereka. Mereka masih diam ditempat hingga akhirnya randy mendekat dengan paperbag yang juga berada ditangannya,dia yakin jika kedua wanita didepan mereka ini sedang mencari masalah juga.
"silahkan masuk tuan,nanti malam akan diadakan acara lamaran di aula desa jadi anda dan nona muda bisa istirahat sebentar" ucap randy dengan sopan
"kau tidak lihat " bentak jordan dengan kesal
__ADS_1
"kalian berdua menyingkir dari depan pintu,tuan muda jordan dan istri nya ingin masuk kedalam. Atau kalian mau suami juga papa kalian di pecat secara tidak hormat dari perusahaan tuan muda jordan ?jika iya,maka saya akan segera menelpon bagian personalia untuk memecat mereka" ancam randy dengan wajah nya yang tenang
Kedua mata mereka membulat sempurna,dengan segera mereka menyingkir dari depan pintu tapi masih berdiri disamping nya.
"minta maaf pada istri ku kalau tidak ,aku tidak akan membiarkan suami kalian bekerja di perusahaan ku karena kalian sudah menghina istri ku" ucap jordan dengan santai
"ma....maafkan kami tuan muda" ucap wanita yang dari tadi menghina reni
"bukan dengan ku,tapi dengan istri ku karena kau sudah menghina nya jika dia memaafkan kalian maka aku akan melepaskan kalian" ucap jordan
"sayang...sudah lah,jangan diperpanjang lagi " bisik reni sambil meletakan wajah nya didada jordan,entah kenapa dia suka sekali berada disana. Terasa nyaman dan menenangkan,aroma tubuh jordan membuatnya ingin tidur saja.
"maaf kan kami ren,kami ngak akan mengganggu kalian lagi. Kami permisi dulu" ucap wanita yang dulu merupakan teman satu sekolah di desa,walaupun mereka tidak dekat.
Dengan wajah cemberut juga kesal,keduanya berjalan meninggalkan mereka. Jordan yang merasa senang karena dipanggil suami oleh reni langsung duduk dan menarik tangan reni untuk masuk kedalam rumah nya,dia mengikuti jordan .
"selamat datang tuan,nona,dan nyonya" sapa seorang wanita paruh baya yang menundukan sedikit kepalanya didepan jordan,reni dan bik arum.
"ina?" tanya bik arum menatap wanita paruh baya didepannya.
Bik Ina adalah salah satu warga yang bekerja di rumah pak burhan dan bu rani,dia sudah bekerja menjadi pelayan disana karena dia punya hutang yang cukup banyak dengan bu rani. Bik ina juga merupakan teman nya bik arum dulu,dia ingin ikut bekerja dengan bik arum tapi karena dia sudah ada hutang lebih dulu dengan bu rani sehingga dia harus bekerja dengan nya.
"arum?" tanya bik ina dengan bingung,karena dia di suruh menyambut kedatangan bos besar pak burhan. Dia juga disuruh melayani mereka selama berada dirumah itu,makanya dia menyambutnya didepan tanpa melihat siapa bos besar pak burhan.
__ADS_1
"kenapa kau bisa disini?" tanya bik ina menatap bik arum ,reni dan jordan secara bergantian
"nak jordan adalah calon suami nya reni,makanya sekarang kami ada disini karena setelah reni menikah kami akan pindah ke kota " jelas bik arum
Kini bik arum juga bik ina saling berpelukan,ibu arum tau betul bagaimana keadaan bik ina sebagai pembantu dirumah bu rani. Bu rani dan kedua anaknya suka semena-mena pada nya karena hutang nya yang cukup banyak,apalagi setiap bulannya bik ina digaji dengan sedikit bahkan tidak digaji sama sekali karena langsung dipotong hutang nya.
Bik ina pernah mengadukannya pada bik arum,bu rani akan melepaskan bik ina jika semua hutang nya lunas . Tapi saat itu bik arum tidak punya uang untuk membantu bik ina,bik ina berhutang karena suami nya sakit parah saat itu dan sekarang suami nya sudah sembuh dan ikut bekerja di rumah itu juga sebagai supir .
"reni....jadi bos besar pak harun adalah suami mu ?" tanya bik ina sambil menghapus air mata nya,dia menatap ke arah reni yang merupakan teman anak nya saat sekolah dulu
Anak bik ina merupakan teman sekolah reni,dia sudah menikah dan punya anak. Tapi keadaan nya juga tidak baik,karena menikah dengan sesama teman nya di desa juga. Suami nya bekerja di perkebunan di desa itu sebagai tukang galas, karena pak burhan tidak mau mengajak menantu nya bekerja sebagai sekuriti di kota.
Semuanya diatur oleh bu rani,Agar anaknya bik ina tidak bisa membantu membayar hutang mereka. Jadi bu rani ngak perlu cari pembantu dengan harga murah,apalagi bik ina termasuk orang yang rajin dan cekatan.
Reni hanya menganggukan kepala,jordan menatap wanita paruh baya didepannya yang hampir sama dengan bik arum. Dia tersenyum sopan dan memperkenalkan diri nya dengan baik,karena menurut nya bik ina adalah teman mertua nya
"saya sudah siapkan kamar untuk tuan muda jordan dan nona reni " ucap bik ina dengan sopan
"bik....kenapa manggil aku nona ?aku masih reni yang dulu hanya saja karena mengandung anak tuan muda saja,tapi bik ina ngak perlu manggil aku nona " jelas reni dengan cemberut,dia ngak suka dipanggil nona karena menurut nya mereka semua sama.
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘
__ADS_1