DIPAKSA MENIKAH MUDA 2

DIPAKSA MENIKAH MUDA 2
Tidak usah


__ADS_3

Oki berusaha merubah sikapnya dan tidak lagi terus terang seperti tadi, supaya tidak membuat Anin menjauh dari Oki karena takut membuat Andika semakin merasa cemburu.


" Anin dan Sulis, apa kalian berdua mau saya jemput besok supaya bisa bareng berangkat ke pabrik tadi? supaya menghamat waktu dan lebih cepet berangkat bareng ke pabrik tadi?" Tanya Oki senyum manis melihat Anin, tidak peduli jika Andika marah melihat Oki tebar pesona ke Anin.


" Tidak usah terimakasih, saya bisa bersama Andika saja, mumpung besok dia berangkat siang ke kampusnya jadi bisa jemput dan anterin saya untuk kerjain tugas kita bertiga." Ucap Anin, yang tidak ingin semakin lama menguji kesabarannya Andika, karena sikap dan ucapannya Oki yang semakin keterlaluan.


" Kasihan deh ditolak oleh Anin, dia punya pacar masih saja dideketin seperti tidak punya malu sama sekali dia itu." Batin Sulis, mulai ilfil dengan sikapnya Oki yang semakin keterlaluan ke Anin.


" Sabar yah bro, temen biasa tidak akan mau ajak bareng apa lagi sudah tahu punya pacar dan pasti akan sadar diri untuk jaga jarak, demi menghargai pasangan temennya." Tegas Andika, Andika merasa diuji kesabarannya oleh Oki.


" Baik lah." Lanjut Oki kesel, Oki langsung naik taxi yang terparkir di depan cafe, Oki lebih memilih langsung pulang dari pada cemburu melihat Anin dan Andika yang terlihat romantis selama didalam mobil, ada saja Andika pegang tangannya Anin dengan sengaja.

__ADS_1


" Kamu kita anterin sampai rumah yah, karena kan tadi kamu dianterin supir dan supir kamu sudah pulang duluan kan" Lanjut Anin, yang tidak tega membiarkan Sulis pulang sendirian


" Baik lah, walaupun jadi nyamuk kalian yah tidak masalah deh." Ucap Sulis pasrah dianterin pulang oleh Anin dan Andika, dari pada pulang sendirian.


" Oke hayo" Lanjut Anin yang masuk kedalam mobilnya Andika, disusul oleh Andika dan Sulis untuk pulang, setelah selesai kasih surat untuk pabrik kecep, untuk tahu proses pembuatan kecap demi tugas yang diberikan oleh dosen


Dilain sisi, Gilang sengaja minta bik Sumini, Ochi, dan suaminya Sumini untuk ke Mall, supaya bisa belanja karena Gilang ingin sekali ajak Denada berenang berdua.


" Tidak usah nak terimakasih, Bunda tidak ingin membuat. nak Gilang harus bayarin kita belanja. tidak ingin merepotkan nak Gilang sama sekali." Ucap Bik Sumini yang tidak ingin terlalu banyak merepotkan Gilang


" Apa sih bunda, masa mau kasih uang belanja untuk mertua sendiri tidak boleh, sudah sana kalian jalan dan havefun yah." Tegas Gilang yang tidak ingin dibantah sama sekali oleh orang tuanya.

__ADS_1


" Yah sudah nak Gilang, kita turutin keinginan nak Gilang untuk belanja sekarang" Lanjut Sumini yang pasrah dipaksa untuk belanja, walaupun tanpa ada Gilang dan Denada sama sekali.


" Nah begitu dong nurut, baik lah sekarang bilang ke Denada untuk siap siap berenang mumpung dirumah sepi." Batin Gilang bahagia, karena berhasil paksa mertuanya pergi, tanpa ganggu keinginannya Gilang sama sekali.


" Kalian bawa kunci dan kunci pintu depan yah ayah, bunda, dan Ochi. selamat bersenang senang kalian." Lanjut Gilang bahagia karrna rencananya berhasil, kalo tidak dipaksa mana bisa berenang berduaan saja tanpa diganggu sama sekali.


" Baik nak Gilang permisi." Ucap Ayah nya Denada yang pasrah, karena diajak ke Mall untuk belanja sepuasnya.


Dilain sisi, Anin setelah sampai dikamarnya, langsung minta maaf ke Andika karena ulahnya Oki yang diluar akal sehat dan semakin menguji kesabarannya Andika terus.


" Papah sayang, maafin temen mamah yah sayang, karena sudah terus terang bilang kagum ke mamah dan pasti membuat papah semakin emosi. aku berusaha jaga jarak sayang" Ucap Anin langsung peluk Andika karena merasa bersalah karena ucapannya Oki, yang tega sakitin perasaannya Andika.

__ADS_1


" Aku maafin Sayang, Aku mengerti kok sayang, setiap laki laki akan seperti itu mudah sekali kagum dengan perempuan cantik seperti mamah, ada yang bisa kontrol emosi dan ada yang tidak bisa sama sekali yah seperti Oki, yang akhirnya tidak tahu malu. sudah jangan sedih dan jangan difikirin sama sekali yah sayang, aku berusaha percaya dengan mamah kesayangan aku, sudah jangan sedih terus yah." Ucap Andika, Andika yang berharap jika Anin dan Andika bisa terus seperti ini saling percaya dan saling menolak setiap lali muncul gangguan dalam rumah tangganya.


__ADS_2