DIPAKSA MENIKAH MUDA 2

DIPAKSA MENIKAH MUDA 2
Nanti pulang


__ADS_3

Anin dan Andika langsung jalan ke kampus bareng bareng, Andika berharap bisa ketemu dengan Oki sebelum meninggalkan kampusnya Anin.


" Papah, apa papah cemburu dengan kelakuan Oki kemarin dan hari ini?" Tanya Anin yang merasa bersalah dengan Andika


" Manusiawi sayang, pasti cemburu sayang siapa sih yang tidak cemburu pacarnya dideketin temen yang lawan jenis sayang, sama seperti mamah pasti akan cemburu jika ada temen kuliah perempuan yang kirim chat papah walaupun chat nya biasa saja, dan tiba tiba mampir ke rumah dengan alasan tidak sengaja lewat padahal sudah tahu sudah pacar, aku tidak marah sayang ingat kan komitment awal kita sebelum kuliah, saling percaya, terbuka, dan bisa menghargai perasaan satu dengan lainnya. Supaya tidak berantem kita sayang cuman karena temen kuliah yang berusaha deketin kita." Ucap Andika berusaha santai, Andika ingin menjadi suami yang ketika cemburu dan marah tidak mengeluarkan kata kata kasar dan tidak main fisik untuk sakitin Anin.


" Aku janji tidak akan merespon sikap baik, temen temen yang memberikan perhatian lebih ke aku, supaya tidak membuat papah cemburu lagi Maaf kan aku sayang." Lanjut Anin merasa bersalah karena sikapnya Oki yang berlebihan membuat Andika merasa cemburu


" Sudah, masuk ke kampus sana sayang, jangan pernah sembunyikan apapun dari aku yah sayang, walaupun cemburu dan sakit hati itu tidak masalah dan kita akan cari solusinya supaya tidak menjadi masalah dalam rumah tangga kita." Lanjut Andika berusaha bijaksana dan membuat Anin nyaman setiap kali berkata jujur.


" Iyah, pah, itu Oki sayang, mau turun untuk anterin aku sampai depan kampus dan pura pura jadi pacar, biar seolah olah kenalan dengan Oki." Lanjut Anin yang melihat Oki turun dari motornya


" Dengan senang hati sayang " Lanjut Andika, yang tidak sabar mau drama didepan Oki dan mau lihat bagaimana reaksi Oki, pertama kali melihat Andika yang anterin Anin ke kampus


Anin turun dari mobil dan sapa Oki, membuat Oki kaget melihat Anin dianterin pacarnya ke kampus.


" Oki tadi kata bunda, kamu mampir ke rumah yah? maaf yah saya sudah jalan duluan bersama pacar saya, tadi bunda kirim chat ke saya." Ucap Anin mulai drama, Anin berharap Andika tidak kepancing emosi.


" Oh iya, tadi kebetulan lewat dan mampir saja sekalian berangkat ke kampus bareng, itu pacar kamu?" Tanya Oki melihat Andika yang sengaja gandeng tangannya Anin.

__ADS_1


" Iyah, kenalin namanya Andika." Lanjut Anin sambil melihat Andika yang terlihat santai


" Salam kenal Oki, oh yah sayang nanti pas pulang aku jemput yah sayang. " Ucap Andika berusaha santai, ketemu langsung orang yang berusaha deketin Anin.


" Iyah sayang, semangat kuliahnya yah sayang" Lanjut Anin lega karena Andika bisa kontrol emosinya, tidak berkata kasar atau pun ajak berantem Oki yang berusaha deketin Anin


" Salam kenal juga Andika" Lanjut Oki merasa panas melihat, Andika yang selalu pegang tangannya Anin terus.


" Kamu juga sayang, ya sudah aku duluan yah." Lanjut Andika yang terpaksa meninggalkan Anin di kampusnya, Andika berusaha percaya joka Anin bisa setia.


" Astaga, karena melihat Oki tadi membuat saya lupa minta uang saku ke Andika huff, jajan sedikit deh." Batin Anin menyesal tidak minta uang jajan dulu, sebelum turun dari mobil


Anin yang melihat Andika sudah pergi, membuat Anin langsung jalan masuk kedalam kampus bersama Oki yang sengaja disamperin supaya bisa kenalin langsung dengan Andika.


" Okta, sepertinya temen kampusnya Anin ada yang mencoba deketin Anin, masa tadi pagi datang ke rumah bilang tidak sengaja lewat dan mampir ke rumah, untungnya ketemu saya didepan pager rumah." Ucap Salsa yang cerita ke Okta kalo ada yang mau deketin Anin.


" Temennya Anin apa sudah tahu, jika Anin sudah punya pacar? temen baru kan? berani sekali datang ke rumah?" Tanya Okta yang tidak akan biarkan, siapapun merusak rumah tangganya Anin dan Andika.


" Sudah tahu kalo Anin punya pacar, dan bilang kalo mampir ke rumah tidak sengaja lewat dan mau ajak Anin berangkat bareng." Lanjut Salsa yang kesel sekali, dengan alasannya Oki tadi.

__ADS_1


" Tidak sengaja lewat, tapi sudah tahu Anin sudah punya pacar, awas Salsa jangan kasih ijin temen temennya Anin ambil kesempatan untuk Deket dengan Anin dan apa di rumah kamu, ada kamar untuk Anin kalo menerima temen temennya main ke rumah?" Tanya Okta yang gemes sekali, karena ada yang berani deketin Anin.


" Pasti dong Okta, saya tidak akan biarkan siapapun merusak rumah tangga anak anak kita, kamar khusus sih ada Okta, mereka sendiri yang minta kamar untuk pura pura dan mereka sendiri yang merapihkan kalo tiba tiba ada temen Anin main ke rumah, supaya tidak panik dan tidak membuat semuanya berantakan." Lanjut Salsa, Salsa akan selalu ingetin Anin dan Andika tidak tergoda dengan ucapan manis lawan jenis, dan Salsa membiarkan Anin pakai kamar tamu untuk isi buku buku kampusnya dan beberapa barang pribadinya, takut sewaktu waktu temen temennya main ke rumah.


" Semoga anak anak bisa lewatin cobaan baru dalam kehidupan mereka, terutama Andika semoga bisa sabar menghadapi orang yang mencoba deketin istrinya." Lanjut Okta berharap kalo anaknya, bisa bijaksana menghadapi apapun cobaan yang dihadapi.


Dilain sisi, Oki sengaja beli minuman untuk Sulis dan Anin saat belajar bersama didalam kelas, sambil nunggu bel berbunyi.


" Ini untuk kalian, supaya semangat baca bukunya." Ucap Oki yang berusaha deketin Annin, walaupun sudah tahu Anin sudah punya pacar.


" Terimakasih yah" Ucap Sulis yang terpaksa menerima minuman yang dikasih oleh Oki


" Kamu kenapa Sulis? seperti lagi kesel dengan Oki?" Tanya Anin melihat Sulis, yang cemberut saat melihat Oki masuk kedalam kelas.


" Bagaimana tidak kesel coba Anin, kemarin pulang kuliah pas anterin saya pulang, Oki selalu tanya tentang kamu sampai rumah, dan malam hari tanya rumah kamu, menyebalkan sekali sih Oki, padahal dia tahu kalo kamu sudah punya pacar dan saya sudah kasih tahu Oki jangan terlalu deketin Anin tidak enak kalo Oki datang ke rumah kamu, pas Andika datang kan pasti jadi tidak enak nantinya. temen baru kok keponya keterlaluan sih." Protes Sulis yang tidak suka cara Oki, yang sepertinya manfaatin Sulis untuk mencari tahu soal Anin.


" Oh jadi kamu bohong, bilang pura pura tidak sengaja lewat rumah saya? kenapa harus bohong dan maaf kita baru kenal sikap kamu yang berlebihan membuat saya tidak nyaman berteman dengan kamu, berteman dengan wajar Oki dan jika sikap kamu yang tidak tahu batas terus menerus kamu lakukan, maaf saya tidak mau berteman dengan kamu, karena saya tidak enak jika pacar saya tahu kamu sering datang ke rumah dengan alasan yang berbeda. tolong hargai saya yang sudah punya pasangan dan jaga batas kewajaran kamu untuk berteman Oki." Tegas Anin, yang berusaha menjaga perasaannya Andika, jika tahu Oki sering datang ke rumahnya dan sering tanya soal Anin ke Sulis terus, membuat Anin jadi tidak enak ke Sulis.


" Maafin saya Anin, saya terpesona dan kagum melihat senyum manis kamu, maaf yah Sulis kalo saya keterlaluan banyak tanya soal Anin ke kamu kemarin yah, apa kita bisa berteman baik?" Tanya Oki terus terang, Oki tidak ingin jauh dari Anin cuman karena Anin sudah punya pasangan.

__ADS_1


" Tidak mau, lebih baik tidak usah berteman sama sekali, saya tidak ingin temen sekelas saya merusak hubungan saya bersama pacar saya." Tegas Anin, Anin tidak ingin punya temen yang sudah berani menunjukan rasa sukanya seperti Oki


Oki yang mendapatkan penolakan dari Anin, merasa kesal sekali, Oki langsung kembali ke tempat duduknya dari pada membuat Oki malu karena sudah terus terang didepan Anin dan langsung ditolak.


__ADS_2