
Anin menikmati makan malam yang sudah dipesan oleh Andika di kampusnya, Anin makan malam bersama Gilang dan Denada di kantin kampusnya Andika.
" Bagaimana sayang, makanannya enak?" Tanya Andika melihat Anin yang sudah mulai menikmati makanannya
" Enak sayang, aku doyan rasanya pas" Ucap Anin menikmati ayam asam manis, yang dipesan oleh Andika
" Alhamdulillah jika kamu doyan" Ucap Andika yang sudah biasa tidak panggil Anin dengan sebutan mamah ditempat umum.
" Oh yah Anin, tadi kita ajak Andika jalan jalan ke Villa, apa kamu mau ikut kita? ada Denada juga jalan jalan ke villa dari subuh dan pulang malam setelah kita makan makan di villa milik saya. jadi apa mau ikut?" Tanya Gilang berharap Anin mau ikut ke Villa juga.
" Tidak ada salahnya Anin, kita jalan jalan bersama dua cowok ini dan pulangnya malam setelah makan malam, apa dibolehkan oleh orang tua kamu?" Tanya Denada yang setuju diajak pergi ke Villa, karena diajak suami sendiri masa ditolak.
" Duh, ke villa tidak nginep mana seru sih, apa lagi bersama suami, tidak bisa bermesraan sepuasnya selama di Villa" Batin Anin, Yang keinginannya kalo ke villa enakan bermesraan bersama Andika.
" Yah sudah deh mau ikut kalian jalan jalan ke villa." Lanjut Anin pasrah, dari pada merusak acara jalan jalan Andika bersama Gilang dan Denada.
" Terimakasih sayang, mau ikut juga ke villa" Lanjut Andika bahagia, karena Anin mau diajak pergi dan Andika tidak harus pergi sendirian apa lagi jadi nyamuk ditengah tengah Gilang dan Denada selama jalan jalan.
Anin senyum melihat Andika terlihat bahagia karena jadi ikut jalan jalan ke villa, bersama Gilang dan Denada walaupun tidak nginep.
Vivi diam diam memperhatikan Anin yang lagi ngobrol santai bersama Andika, Gilang, dan Denada sambil makan bareng, langsung kesel karena tidak suka melihat Anin ada dideket Andika.
" Andika punya pacar overprotektif seperti itu kok, dipertahankan sampai sekarang aneh sekali, seperti tidak ada cewek yang percaya dengan kesibukan pacarnya selama kuliah, harus ditungguin bahkan makan bareng segala." Batin Vivi tidak suka melihat Anin, terlihat manja tidak jelas didekat Andika.
__ADS_1
" Vi, ke kelas yuk, sudah selesai makan kan?" Tanya Yuyun melihat Vivi yang terus memperhatikan perempuan yang ada disampingnya Andika terus.
" Iyah hayo, saya juga sudah selesai makan kok" Ucap Vivi berusaha santai, tidak menunjukan rasa cemburunya sama sekali, karena malu jika ketahuan cemburu melihat pacarnya andika ada di kampus.
Vivi langsung ajak Yuyun kembali ke kelas, setelah puas makan malam di kantin, dari pada panas melihat Anin masih lama di kantin.
Dilain sisi, Susanto main kembang api bersama Salsa didepan rumah, sambil menikmati malam tanppa ada anak dan menantunya.
" Bunda, kita main kembang api yuk sayang, kembang api yang dibeli oleh Anin dan Andika masih banyak, lumayan kan kita main kembang api berdua." Ucap Susanto yang ingin bernostalgia main kembang api, berdua dengan Salsa
" Boleh saja sayang, aku seneng main kembang api bersama ayah dirumah berdua, mumpung anak anak tidak ada, aku malu sudah tua masih suka main kembang api." Ucap Salsa yang langsung keluarin kembang api yang ada didalam plastik, untuk dimainin bersama Susanto berdua.
" Betul sayang kita punya menantu yang hobi ledekin mertunya, tanpa ada rasa takut saama sekali." Lanjut Susanto, kadang kesel jika Andika ledekin Susanto tapi Susanto seneng punya menantu yang tidak canggung dan menjalankan kehidupannya sendiri tanpa ada canda dengan mertuanya.
Dilain sisi, Andika merasa lega karena kelasnya selesai juga, membuat Andika langsung menghampiri Anin yang sudah ada didepan mobil.
" Sayang, maaf yah aku lama keluar kelasnya, soalnya kelas aku jauh sekali dari parkiran mobil, apa mamah sudah ngantuk? mau langsung pulang atau jalan jalan malam?" Tanya Andika pelan, supaya tidak ada yang denger panggilan sayangnya Andika untuk Anin.
" Aku baru bangun tidur sayang, jadi tidak ngantuk sama sekali, boleh juga jalan jalan Sayang. " Ucap Anin sengaja tidur setelah makan malam tadi, supaya bisa jalan jalan bersama Andika sebelum pulang ke rumah, Anin sengaja temani Andika sampai malam, supaya bisa menikmati malam bersama Andika sambil jalan jalan
" Oh begitu yah sayang, oke sekarang kita jalan jalan kalo begitu sayang." Lannjut Andika lega, karena Anin tidak ngantuk sama sekali, dan Andika tidak tega jika tidak ajak Anin jalan jalan karena sudah nungguin Andika sampai pulang dari Kuliah nya.
Anin langsung masuk kedalam mobil, membuat Andika juga nyusul Anin untuk masuk kedalam mobil.
__ADS_1
Dilain sisi, Gilang ingin sekali belanja di pasar malam, untuk beli daster untuk Denada pakai karena daster yang dimiliki oleh Denada cuman sedikit
" Bunda, kita sekarang ke pasar malam yah, untuk beli daster soalnya daster bunda cuman sedikkt di rumah. " Ucap Gilang, sambil menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang.
" Tidak usah sayang, daster aku masih bagus kok walaupun tidak banyak tapi masih layak pakai kok." Ucap Denada, yang takut menerima pemberian Gilang, karena orang tuanya Gilang setiap hari selalu larang Denada untuk menerima pemberian Gilang apapun alasannya.
" Ada apa sebenernya sayang? kenapa bunda tidak pernah mau menerima pemberian aku Sayang? apapun yang aku berikan selalu bunda tolak, aku ini suami bunda yang punya hak, memenuhi kebutuhan bunda dalam bentuk apapun Sayang?" Tanya Gilang kesel, Gilang selalu berusaha untuk perhatian ke Denada tapi selalu ditolak oleh Denada terus.
" Maafin aku sayang, tapi beneran daster aku masih bagus Sayang. jadi tidak usah beli daster Sayang. " Lanjut Denada yang sejujurnya takut, melihat Gilang terlihat marah, karena menolak pemberian Gilang untuk beli daster.
Gilang tidak jawab ucapan Denada, tapi Gilang menepikan mobilnya, untuk periksa hanphone nya Denada, Gilang curiga jika Denada menolak pemberian nnya karena chat yang dikirim oleh orang tuanya.
" Ayah, kenapa kita menepi sayang?" Tanya Denada yang ketakutan melihat Gilang marah, sampai menepikan mobilnya.
" Aku mau melihat hanphone bunda, sini hanphone bunda mau aku lihat sekarang" Tegas Gilang yang mulai emosi, Gilang curiga dengan penolakan Denada ada kaitannya dengan orang tuanya.
" Baik Sayang " Lanjut Denada, Denada pasrah memberikan hanphone nya ke Gilang, dari pada membuat Gilang, semakin marah dengan Denada.
Gilang melihat handphone nya Denada, terlihat banyak panggilan masuk dari bunda nya, Gilang juga melihat chat masuk didalam handphone nya Denada, lebih banyak chat yang dikirim oleh bunda nya bahkan setiap hari mengirimkan chat ke Denada tanpa Gilang tahu.
" Kita sekarang pulang dan akan bahas soal ini di rumah" Tegas Gilang emosi, setelah puas baca isi chat yang dikirim oleh bunda nya ke Denada selama ini, Gilang bener bener tidak menyangka jika Bunda nya selama ini tega menghina dan merendahkan Denada karena Denada menikah dengan Gilang.
" Iyah sayang" Lanjut Denada semakin ketakutan karena akhirnya ketahuan juga, apa saja yang dikirim oleh orang tuanya Gilang ke Denada tanpa sepengetahuannya Gilang
__ADS_1
Gilang langsung menjalankan mobilnya menuju rumah, Gilang tidak menyangka jika orang tuanya selama ini larang Denada untuk menerima apapun pemberian dari Gilang.