DIPAKSA MENIKAH MUDA 2

DIPAKSA MENIKAH MUDA 2
Alhamdulillah sampai


__ADS_3

Andika bantuin bawain barang barang bekas camping nya dibawa kedalam rumah, karena tidak tega melihat Anin keberatan bawa tas ransel isi baju ganti dan juga tenda yang sengaja dimasukkan kedalam tasnya Andika.


" Selamat istirahat anak anak, setelah bangun tidur dan mandi kalian minum teh manis hangat yah, supaya badan pegel hilang setelah minum air hangat." Ucap Okta yang ingin Anin dan Andika, minum teh manis hangat supaya menghilangkan pegel pegel di badan.


" Sekarang-sekarang saja bunda, biar setelah minum teh manis hangat kita tidur dan pas bangun tidur badan sudah enakan bunda" Ucap Anin yang setuju minum teh manis hangatnya tapi maunya sekarang saja sebelum tidur.


" Yah sudah yuk ke dapur, bunda buatkan teh manis hangat untuk kita sebelum tidur." Lanjut Salsa yang setuju minum teh manis hangat sebelum tidur.


" Lagi cape seperti ini, Anin pasti nolak diajak olahraga sebelum tidur." Batin Andika yang lagi kepengen tapi takut ditolak Anin.


Andika ikutin Salsa, Anin, dan Susanto untuk jalan ke dapur. untuk minum teh manis hangat bareng bareng.


Dilain sisi, Okta dan Haikal, masuk kedalam rumah setelah liburan keluarga haiking dan camping bareng. Okta ajak Haikal ke dapur untuk minum air dingin setelah badan pegel semua.


" Nih ayah, minuman penyegar nya sayang, supaya badan enakan" Ucap Okta memberikan minuman kaleng untuk Haikal

__ADS_1


" Terimakasih sayang, kapan kapan kita jalan jalan lagi yah bersama besan dan anak anak kita." Ucap Haikal minum air yang diberikan oleh Okta


" Boleh juga sayang, Alhamdulillah yah, kita mendapatkan besan yang baik, selalu ajak jalan bareng, dan mau saja melakukan kegiatan bareng yah." Lanjut Okta yang seneng, karena Salsa dan Susanto, ada saja ide jalan keluarga bareng bareng


" Betul, apa lagi tidak melakukan kegiatan masing masing yah, aku yakin sekali, jika Anin dan Andika seneng melihat kita berempat kompak dan bisa diajak jalan bareng bareng." Lanjut Haikal yang juga seneng bisa jalan bersama Susanto, yang asik diajak mancing dan main catur bareng.


Dilain sisi, Denada merawat Gilang sebaik mungkin, walaupun bukan suaminya lagi, tapi Denada mau berbakti dengan suami sebelum dipisahkan selamanya oleh orang tuanya Gilang


" Ijinkan aku, membersihkan badan kamu yah supaya bersih, karena aku tahu kamu pasti sudah gatel kan badannya." Ucap Denada yang masih mau membersihkan badannya Gilang.


" Aku tahu cara bisa kembali dengan Denada, walaupun ini nekat tapi biar lah dari pada selamanya tidak bersama Denada." Batin Gilang yang punya ide mendadak, supaya bisa bertahan dengan Denada.


" Boleh saja, aku kunci pintu dulu yah mumpung jam segini bukan waktunya dokter dan suster masuk ruangan kamu." Lanjut Denada, yang memperbolehkan Gilang menjalankan kewajiban suami memberikan vitamin untuk istrinya walaupun terakhir kalinya.


Denada sudah kunci pintu, dan siap siap menerima vitamin dari Gilang, Denada setelah selesai mendapatkan vitamin dari Gilang, ijin mandi dulu dan baru membersihkan badannya Gilang.

__ADS_1


" Ini untuk kamu, kamu simpan baik baik ini yah, hak kamu sebagai istri wajib menerima rezeki dari suami. dan aku harap setelah aku ke US kita saling komunikasi yah walaupun diam diam, aku janji akan cari cara untuk bisa ke sini lagi " Ucap Gilang saat melihat Denada selesai mandi, Gilang berharap rencana terakhirnya bisa membuat Denada dan Gilang tidak bisa dipisahkan dan bisa nikah resmi.


" Ya ampun Gilang, baik lah aku terima dan terimakasih yah, boleh saja saling komunikasi." Ucap Denada, Denada merasa lemah sekali tidak seperti biasanya dan Denada langsung pakai baju, supaya bisa istirahat disebelah Gilang.


" Semoga tuhan, berpihak dikita yah sayang, supaya rencana terakhir aku berhasil supaya kita bersatu lagi, beberapa bulan tinggal disana lihat apa mereka sibuk sekali atau akhirnya sadar bahwa saya butuh mereka sebagai anak ingin sekali bisa jalan bersama orang tua. jika masih sama bisa ada alasan terakhir kalinya kembali kesini tanpa mereka, karena hidup harus ada akhir dan harus bahagia tidak bisa sedih dan kesel terus.


" Tidur siang sini, pasti sangat lelah kan" Lanjut Gilang seneng, karena Denada terlihat lemah sekali.


Denada ngangguk dan setuju tidur siang disampingnya Gilang, setelah Gilang dibersihkan badannya oleh Denada.


Dilain sisi, Anin baca chat yang dikirim oleh Denada, kalo Gilang sudah sadar dari komanya dan Denada ajak Anin dan Andika untuk ketemu Gilang karena dua hari lagi Gilang akan dibawa ke US.


" Papah, mau ke rumah sakit tidak? kata Denada kalo Gilang sudah sadar dan dua hari lagi Gilang diajak ke US oleh orang tuanya?" Tanya Anin sambil merapihkan kasur setelah tidur siang


" Boleh saja hayo, kita bisa ketemu dengan Gilang tiga kali, dan harus happy yah mah, jangan bikin sedih Gilang dan jangan bahas tentang kuliah." Ucap Andika yang mau saja diajak ketemu Gilang

__ADS_1


" Iyah aku tahu sayang, aku setuju untuk tidak bahas soal kuliah sama sekali. yuk siap siap ke sana." Lanjut Anin yang ngerti perasaannya Denada dan Gilang, yang sama sama sedih karena harus putus kuliah karena orang tuanya Gilang tidak mau bayarin kuliahnya Denada lagi dan paksa Gilang untuk pindah ke US


Anin dan Andika siap siap ke rumah sakit, untuk jenguk Gilang dan makan malam bersama Gilang dan Denada di rumah sakit.


__ADS_2