
Salsa semakin lama melihat tingkahnya Oki, semakin takut menghalalkan segala cara untuk rebut Anin daari Andika.
" Bik, saya semakin takut melihat tingkah temennya Anin deh" Ucap Salsa sambil makan kue
" Takut kenapa nyonya? kan ada tuan muda disini, yang bisa jagain nona muda kan." Tanya bik Nur heran, karena Salsa bisa takut dengan tingkah temennya Anin.
" Iyah memang sih, tapi kan mereka beda kampus bik, apa sebaiknya saya minta Anin dan Andika menikah resmi dan ada resepsi pernikahan, umumkan kalo mereka sebenernya sudah menikah dari SMU dan baru diresmikannya sekarang. saya takut Anin dilukai oleh Oki dan kasihan juga Andika nantinya, Oki saja bisa nekat ke rumah terus padahal selalu ditolak ajak Anin jalan kan." Lanjut Salsa yang tidak ingin, anaknya disakitin oleh Oki yang selalu nekat deketin Anin.
" Nanti coba ibu bahas saja bersama tuan muda dan nona muda, supaya tidak membuat nyonya was was terus, saya juga tidak tega melihat ibu kwatir terus." Lanjut Bik nu, setuju jika pernikahan Andika dan Anin banyak yang tahu, supaya tidak ada lagi yang ganggu rumah tangga anak majikannya
" Ya Baik lah bik, saya bakal bahas pernikahan resmi mereka, supaya semuanya kembali tenang, tidak seperti Sekarang selalu was was" Lanjut Salsa yang setuju, kalo pernikahan Anin dan Andika banyak yang tahu, biar tidak membuat orang tua cemas terus.
__ADS_1
Dilain sisi, Anin yang biasanya tidur siang ditemani oleh Andika, harus pasrah tidur sendirian, begitu juga dengan Denada yang biasanya tidur disamping Gilang harus tidur sendirian, karena akan ketahuan jika Denada sebagai istri yang tidak dianggap.
" Apa kalian suka tidur siang? maaf yah tapi yang bisa tidur dikasur cuman Anin saja?" Tanya Gilang melihat Anin dan Andika yang sama sama main congklak
" Dirumah sih selalu tidur siang, masa disini tidur sih, mana enaklah saya, lagi temani kamu masa tidur sih" Ucap Andika yang tidak ingin tidur siang, apa lagi sendirian
" Bener kata Andika, kita kan disini untuk temani kamu main, masa ada tidur segala sih. di hanphone kalian ada games yang duel begitu tidak?" Tanya Anin, sejujurnya Anin sudah ngantuk sekali, tapi mana tega numpang tidur di rumah sakit
" Selamat siang, Maaf ganggu, saya mau anterin makan siang." Ucap perawat masuk kedalam kamar perawatannya Gilang, sambil bawa makanan untuk Gilang
" Terimakasih suster, hayo Gilang kita makan dulu." Ucap Denada langsung ambil makanan yang dibawa suster untuk Gilang
__ADS_1
" Kalo begitu saya permisi dulu" Lanjut Suster langsung pergi, setelah makanannya diambil oleh Denada
" Kita juga makan sayang " Lanjut Anin, Anin melihat pizza hut yang sudah dibelikan oleh Gilang untuk Andika, Anin, dan Denada makan.
" Oke sayang " Ucap Andika melihat Anin yang mau bukain pizza untuk Andika makan
Denada dengan pelan pelan suapin Gilang makan, Denada berusaha menjadi istri yang mau urus suami yang lagi sakit
Dilain sisi, Oki kesel sekali karena Andika, masih pagi sudah main ke rumahnya Anin.
" Sial, cara baik baik selalu gagal dan kalah cepat dari Andika, masa dari pagi sudah di datangin ke rumah sih. apa dengan cara licik saja yah untuk rebut Anin dari andika." Ucap Oki yang sudah frustasi untuk deketin Anin selalu saja tidak bisa dan gagal terus ajak jalan Anin.
__ADS_1