DIPAKSA MENIKAH MUDA 2

DIPAKSA MENIKAH MUDA 2
Ganti rugi


__ADS_3

Denada merasakan kedua pipiny terasa panas sekali, karena ditampar oleh mertuanya, Denada berusaha untuk tidak nangis apa lagi marah merasakan panas dan perihnya dikedua pipinya.


" Ini semua karena kamu sudah menggoda anak saya, jika kamu bisa bekerja dengan bener tanpa kecentilan pasti anak saya tidak akan tergoda oleh gadis kampung seperti kamu!" Bentak Bunda nya Gilang penuh emosi, karena kehadiran Denada membuat Gilang beubah.


" Maaf nyonya, tapi saya tidak pernah godaan tuan muda sama sekali, tuan muda lah yang selalu deketin saya, ajak nikah, bahkan paksa saya untuk menerima pemberiannya karena tuan muda anggap itu tanggung jawab seorang suami. terima lah kenyataan jika tuan muda yang suka dengan saya bahkan nyonya sendiri yang mau membiayai pendidikan saya, jangan selalu salahin saya terus nyonya.saya berusaha menolak ajak deket sampai sekarang sudah sah menjadi suami istri tapi tuan muda yang selalu paksain keinginannya nyonya, karena tuan muda seneng ada yang perhatian dan rumah tidak sepi karena ada keluarga saya, terima kenyataan dan jangan egois nyonya dan tuan muda tidak butuh harta banyak yang dia butuh kan kehadiran orang tua yang selalu ada untuk tuan muda tidak merasa kesepian terus" Ucap Denada terus terang, yang tidak ingin selalu disalahkan karrna kedeketan dengan Gilang murni Gilang yang nmau


" Sembarangan kamu bicara, anak saya tidak serendah itu suka dengan gadis kampung seperti kamu, dssar perempuan penggoda pasti bahagia dong cara deketin anak saya berhasil. bikin malu saja anak saya berhasil digoda oleh gadis kampung seperti kamu!" Bentak Ayah Gilang tidak percaya jika Gilang lah yang deketin Denada duluan.


" Sudah lah, waktu kita tidak banyak karrna harus segera kembali ke US, kamu saya gaji untuk upah kamu tungguin anak saya sampai sadar, pas anak saya sudah sadar langsung kita ke US, supaya tidak terlalu lama disini bikin kita semakin malu kalo anak kita tergoda lagi dengan rayuan orang kampung seperti kamu." Lanjut Bunda nya Gilang, lempar amplop coklat tepat didepan wajahnya Denada


" Kamu sudah putus kuliah dan kuliah Gilang akan mulai dari awwl lagi di US, seharusnya kamu tidak digaji supaya jagain Gilang sebagai ganti rugi biaya pendidikan kamu. tapi kita kasihan perempuan matre seperti kamu pasti butuh uang kan dan jaga dengan baik anak kita, jangan kemana mana kamu mengerti" Tegas Ayah nya Gilang, senyum sinis melihat Denada yang menghalalkan cara kotor untuk mendapatkan kemewahan.


" Berangkat yuk ayah, pesawatnya kan sebentar lagi tiba." Lanjut Bunda nya Gilang, bersihin taanggannya pakai tissu basah habis nampar Denada


Orang tuanya Gilang, langsung pergi dari rumah sakit untuk kembali kerja, membuat Denada semakin prihatin melihat kedua orang tuanya Gilang yang gila harta dan mudah mengabaikan anak


Denada langsung jalan ke kamar perawatan Gilang, untuk tungguin Gilang sampai Safdar


Dilain sisi, Andika melihat Gilang berbaring di tempat tidurnya, merasa tidak tega melihat Gilang koma seperti itu.

__ADS_1


" Gilang, kenapa harus begini lagi, kita kan mau jalan jalan Gilang, tahu tidak sih kalo istri saya sudah rela buatin puding dan kue untuk kita bawa saat jalan jalan hari ini untuk kita tahu." Protes Andika tidak tega, saat ingat Anin mendadak membuat kue untuk jalan jalan di villa


" Sayang, kenapa bicara seperti itu sih, namanya juga kecelakaan mana ada yang mau dan tahu sayang. " Protes Anin heran karena Andika curhat ke Gilang yang lagi koma


" Habisnya kesel sayang, Gilang selalu seperti ini sayang, setiap kali merasa kesepian pasti ngebut terus Gilang ini." Lanjut Andika kesel, karena Gilang jika marah bukannya cari solusi tapi justru seenaknya bawa motornya yang akhirnya kecelakaan


Anin sama seperti Andika yang kesel dengan Gilang, yang tidak pernah kuat menghadapi cobaannya selalu saja berakhir di rumah sakit.


Dilain sisi, Salsa ajak Okta ke salon, sekalian belanja di supermarket sekalian jalan jalan bersama besan.


" Okta ke salon yuk, sekalian kita belanja bagaimana?" Tanya Salsa yang sengaja ke rumahnya Okta untuk ajak jalan bareng


" Malas bunda, main catur saja lah bersama Susanto dan kalian berdua saja yah yang belanja biar yang cowok cowok dirumah saja." Ucap Haikal yang selalu kalah main catur, tepi selalu ajak Susanto main catur


" Betul tuh, sekali kali kalian belanja berdua tanpa ditemani suami ganteng kalian ini" Ucap Susanto paling tidak bisa lagi serius main catur tapi diganggu.


" Huh kalian ini, biarin saja kita digodain laki laki, diajak makan bareng dan kita foto yah ke kalian." Lanjut Okta pura pura serius, Okta paling tahu jika Haikal paling tidak suka jika ada yang godain Okta selama diluar rumah


" Baik lah, kunci mobil mana? hukumannya kita berenang setelah dari salon yah, karena sudah paksa suami untuk ikut belanja padahal tahu kalo aku lagi malas kemana mana!" Ancam Haikal pura-pura marah, Haikal tahu jika Okta paling tidak suka diajak berenang setelah dari salon, berasa perawatan nya sia sia.

__ADS_1


" Dasar yah, ayah ini bisa saja balas aku setiap ayah lagi malas kemana mana, yah sudah lah jadi intinya mau ikut atau tidak?" Tanya Okta kesel, karena suaminya selalu begitu setiap dipaksa temani belanja dan lagi malas kemana mana.


" Jadi lah, hayo belanja dari pada ada yang genitin bidadari surga aku." Goda Haikal yang paling seenang melihat wajah cemberutnya Okta setiap kali digodain oleh Haikal


Susanto dan Salsa cuman jadi penonton, perdebatan unik besannya dan tidak enak terlalu banyak komentar.


Okta langsung ajak Salsa untuk jalan duluan ke mobil dan biarkan suami suami nyusul dari belakang.


Dilain sisi, Denada minta maaf ke Anin dan Andika jika selama ini ada salah, karena Denada mau pamit tidak akan satu kampus lagi, karena kedua orang tuanya Gilang tidak mau bayarin kuliahnya lagi.


" Anin dan Andika, jika selama ini saya ada salah ke kalian selama kenal sehari hari maupun di kampus, saya mulai kemarin sudah berhenti kuliah dan jika Gilang sadar, saya akan kembali ke kampung halaman ssya. " Ucap Denada sedih, karena harus putus kuliah, karena kedua orang tuanya Gilang marah.


" Kenapa putus kuliah? maaf kepo, apa orang tua Gilang yang tidak ingin membiayai pendidikan kamu lagi? padahal kamu nilai nilai kuis dari dosen selalu bagus loh?" Tanya Andika yang menyayangkan, Denada putus kuliah karrna urusan pribadi.


" Iyah betul Andika, saya juga tidak ingin paksain orang tuanya Gilang tetep membiayai pendidikan saya, yang kalian tahu Gilang sadar langsung dibawa ke US oleh orang tuanya. oleh sebab itu saya putus kuliah karena Gilang akan dibawa ke US" Lanjut Denada yang tidak ingin minta tetep di biayai kuliah, tapi dalam hidup serba salah, turutin keinginan kedua orang tuanya Gilang pasti Gilang yang sedih dan marah, dan jika turutin keinginan Gilang pasti kedua orang tuanya yang marah pasti bahasa kasar mereka ucapin


" Maaf yah kita tidak bisa bantu masalah kamu, tapi terimakasih sudah menjadi temen yang baik dan seru yah selama ini"Ucap Anin sedih, karena tidak bisa bantu apapun masalahnya Denada sama sekali.


" Santai saja, kita nikmati pertamanan kita, sebelum saya kembali ke kampung dan Gilang sebelum diajak ke US oleh orang tuanya." Lanjut Denada yang seneng berteman dengan Anin dan Andika, yang tidak pernah memandang perbedaan dengan bullyan sama sekali.

__ADS_1


__ADS_2