DIPAKSA MENIKAH MUDA 2

DIPAKSA MENIKAH MUDA 2
Bangun sayang


__ADS_3

Denada pelan pelan membersihkan badannya Gilang, pakai air hangat dan kain basah supaya badannya Gilang tetep bersih.


" Bangun sayang, apa kamu tega membuat aku sendirian disini, sedih terus melihat kamu tidur sudah cukup lama loh sayang, kamu tidak kangen apa dengan aku." Protes Denada kesel, karena Gilang bawa motornya ngebut tanpa memikirkan akibatnya seperti sekarang, koma dan tidak bangun bangun.


Denada melanjutkan membersihkan badannya Gilang, berusaha selang infusnya tidak kesenggol dan alat medis yang ditempel di badannya Gilang tidak lepas selama dibersihkan badannya


Dilain sisi, Andika yang tidak jadi jalan jalan ke Villa, akhirnya ajak Anin untuk jalan jalan ke Ancol, dari pada seharian di rumah kesel


" Sayang, kita jalan jalan ke Ancol yuk, supaya tidak bosan di rumah seharian bagaimana?" Tanya Andika mendadak ajak jalan jalan Anin


" Sekarang? boleh saja sayang, kita beli makanan dan minuman yah untuk disana, supaya tidak ribet kitanya? apa sekalian kita ajak orang tua kita untuk ikut jalan jalan?" Tanya Anin yang ingin ajak orang tuanya jalan jalan mendadak bareng


" Yah sudah, mamah saja Vidio call di group keluarga, supaya bunda Okta, ayah Haikal, bunda Salsa, dan ayah Susanto bisa siap siap susul kita sekarang " Lanjut Andika senang jalan jalan bersama empat orang tua sekaligus, supaya orang tuanya yang bayarin wahana yang dinaikin Andika dan Anin.


" Oke papah sayang" Lanjut Anin, Anin langsung ambil handphone nya, dan langsung telefon orang tua dan mertua nya, untuk ikut jalan jalan ke Ancol sekarang


Dilain sisi, Salsa yang mendapatkan telefon dari Anin, langsung angkat telefon anaknya.


" Ada apa Anin, tumben sekali pakai telefon bunda segala dan Vidio call group lagi?" Tanya Salsa saat saluran telefon terhubung


" Anin juga telefon saya, dia tidak tahu kalo kita lagi jalan bareng." Ucap Okta kasih lihat panggilan masuk dari Anin


" Kita tidak jadi ke Villa karena Gilang koma, semalam kecelakaan motor nah sekarang kita mau ajak bunda bunda kesayangan kita ke Ancol, apa pada mau ikut?" Tanya Anin diseberang telefon

__ADS_1


" Bagaimana apa mau?" Tanya Salsa melihat Okta, Haikal, dan Susanto.


" Tidak usah, biarin mereka saja jalan jalan berdua, dan besok baru kita haiking." Ucap Susanto yang masih mau haiking bersama Anin dan Andika.


" Kita transfer saja untuk jajan kalian selama disana, awas hilang anak orang loh Andika." Ledek Haikal langsung transfer uang jajan untuk Anin dan Andika.


" Tenang saja ayah, tidak akan hilang kok, Andika ikat pakai tali cinta jadi aman Anin tidak akan hilang." Goda Andika sambil melirik Anin, yang tersipu malu karena digodain saat telefon orang tua.


" Sudah ayah transfer yah, jangan lupa beli tali cinta yang banyak biar semakin aman Anin diajak jalan jalan oleh kamu. hahaha dasar gombal terus" Ledek Haikal ketawa puas, karena balas gombalan anaknya ke Anin.


" Sudah lah Anin matikan saja telefonnya, terimakasih uang jajannya ayah." Lanjut Anin langsung cemberut setelah telefon di matikan


" Istri aku kalo cemberut habis digombalin, semakin cantik dan semakin cinta aku melihatnya." Ucap Andika yang tangannya langsung m3r3m45 p4h4nya Anin, supaya tidak marah lagi


" Hahaha maaf maaf, habisnya gemes aku." Lanjut Andika ketawa melihat Anin tidak mau digodain oleh Andika, disaat bawa mobil


Andika terus bawa mobil menuju Ancol, membuat Andika terus saja godain Anin yang masih cemberut.


Denada setelah selesai membersihkan badannya Gilang, langsung baca buku milik Gilang supaya tidak bosan selama di rumah sakit.


" Kenapa kisah cinta kita seperti ini, kenapa pendidikan aku berhenti cuman karena turutin ke inginkan kamu saja Gilang. bingung mau turutin ke inginan orang tua kamu, kamu yang terluka dan turutin keinginan kamu membuat orang tua kamu membuat. orang tua kamu marah bahkan memutuskan biaya kuliah aku dan akan paksa bawa kamu ke US, apa hubungan kita tidak pantas dilanjut karena perbedaan status sosial diantara kita." Ucap Denada sambil nangis, Denada pegang tangannya Gilang karena tidak sanggup hidup harus pisah dari Gilang orang yang sudah memberikan kasih sayang dan perhatian,sekaligus yang memberikan air mata karena tidak mendapatkan restu dari orang tuanya.


Tanpa Denada sadari, Gilang meneteskan air mata, saat mendengar ucapannya Denada.

__ADS_1


Dilain sisi, Andika beliin Anin gulali, Andika tahu makanan yang disukai Anin setiap kali diajak jalan jalan bareng.


" Sayang, koleksi foto kita banyak juga yah, apa mau di cetak? nanti aku beliin album foto kalo mau?" Tanya Andika yang melihat koleksi foto foto, yang ada di galeri handphone nya, sambil nungguin Anin selesai makan.


" Boleh juga pah, kita edit dulu supaya bisa ke cetak semua yah, terutama foto kita nikah terus merayakan anniversary pernikahan kita, dan foto foto disaat kita jalan jalan, kita simpan dikamar ayah dan bunda supaya aman." Ucap Anin setuju cetak foto keluarga, supaya ada kenang kenangan.


" Oke aku setuju sayang, supaya ada kenang kenangan foto kita ijab kabul yah, setelah lulus kuliah mau ijab kabul lagi dan resepsi atau resepsi saja sayang? karena kan kita harus meresmikan hubungan kita supaya punya buku nikah?" Tanya Andika jadi kepikiran nikah resmi setelah lulus kuliah


" Soal itu nanti kita bahas bersama orang tua saja sayang, kita nurut saja apa mau mereka yang penting kita bahagia saja tanpa mikirin nikah lagi atau tidak nya." Lanjut Anin yang tidak ingin memikirkan apapun yang belum terjadi dari pada pusing terlalu lama memikirkan pernikahan resminya


" Iyah sayang, aku setuju deh, habis ini mau beli apa lagi sayang?" Tanya Andika nurut saja, untuk tidak bahas pernikahan resminya karena memang masih lama untuk dibahas sekarang


" Pulang saja sayang, aku sudah puas naik banyak wahana, terimakasih sudah ajak aku ke Ancol berdua sayang." Lanjut Anin seneng karena pertama kalinya, diajak ke Ancol berdua.


" Iyah sayang yuk pulang" Lanjut Andika langsung merapihkan bekas makan bersama Anin


Dilain sisi, Denada yang mendapatkan kabar, kalo rumahnya Gilang sudah laku dijual, orang tuanya Gilang minta Denada rapihkan barang barang pribadinya Gilang.


" Bik, tolong rapihkan barang barangnya Gilang yah, bawa ke rumah sakit yah karena semua isi rumah saya sudah laku terjual, termasuk mobilnya Gilang juga sudah saya jual, nanti Gilang sudah sadar baru saya kembali ke tanah air." Ucap Bunda nya Gilang diseberang telefon, orang tuanya Gilang sudah anggap Denada sebagai ART nya seperti Sumini dulu


" Baik nyonya, saya akan bawa semua barang barang tuan muda, kalo sudah rapih akan saya bilang ke nyonya dan tuan." Ucap Denada berusaha tidak tersinggung, karena dianggap pembantu oleh mertuanya sendiri.


" Bagus bik, jaga baik baik anak saya dan barang barang anak saya, sampai saya dan suami saya datang." Lanjut Bunda nya Gilang langsung mematikan teleponnya, supaya tidak terlalu lama telefon dengan Denada.

__ADS_1


" Sayang, aku ijin ke rumah kamu, untuk merapihkan barang barang kamu dulu yah, selama aku pergi kamu dijagain oleh suster yah sayang." Ucap Denada melihat Gilang masih memejamkan matanya, Denada membersihkan wajahnya yang basah karena air mata, supaya keluar dari kamar perawatan Gilang tidak terlihat basah.


__ADS_2