
Andika bantuin Susanto dan Haikal bersihin kulit jagung yang akan dipakai untuk jagung bakar dan masukin daging kedalam tusukan.
" Memang perempuan itu unik yah, sudah cape bikin jagung bakar dan harus bikin sate juga, padahal sudah sih makan malam pakai jagung bakar dan cemilan saja, tidak harus pakai sate segala mana nyambung sih heran deh." Protes Andika bener bener heran, dengan idenya Salsa yang mau makan sate saat camping
" Biarin saja lah Andika, suka suka bunda kamu, jika kita tolak bisa bisa disuruh cari makanan sendiri lagi mana enak sih, bikin kan supaya tidak cape sendirian." Ucap Susanto yang malas bikin sate sebenernya, tapi perempuan jika ditolak keinginannya bisa lama ngambeknya
" Lagian mereka yang bersihin kulit daging ini, potong kecil kecil, dan kasih bumbu segala. kita tugasnya masukin daging kedalam tusukan ini saja, dan dibakarnya jjga bersama mereka kan." Ucap Haikal yang malas ngeluh, karena istrinya sudah cape sendirian kemarin sebelum ikut camping.
" Bener jjga sih, perempuan memang luar biasa yah, tidak ngeluh cape dan beda dengan laki laki pasti ngeluh cape." Lanjut Andika sadar diri, yang lebih banyak ngeluh dari pada Anin.
Andika walaupun kesel cape harus masukin daging ke tusukan sate dan kupasin kulit jagung supaya bisa dibakar setelah magrib
Dilain sisi, Anin bantuin Salsa dan Okta buat bumbu satenya, Anin selalu senang bisa masak bersama kedua orang tuanya
" Apa kamu betah camping sayang?" Tanya Okta melihat Anin, yang kupasin cabe rawit.
" Betah bunda, Anin suka camping seperti ini soalnya bisa menyatu dengan alam." Ucap Anin, yang paling seneng haiking dari pada ke pantai.
" Alhamdulillah kalo betah, kalo tidak betah tidak tega juga kan membiarkan Anin disini sampai besok siang." Lannjut Okta lega, karena menantunya betah ikut camping ide Salsa dan Okta yang mendadak untuk camping bareng.
" Alhamdulillah yah, kita bawa banyak makanan dan minuman insya allah selama disini tidak merasa kekurangan makanan sama sekali." Lanjut Salsa yang tidak merasa repot bawa banyak makanan dan minuman
" Lebih baik bawa banyak makan bunda, dari pada kekurangan makanan. apa lagi kita kan jauh dari jalan." Lannjut Anin yang tidak pernah ngeluh, setiap kali Salsa suruh bawa bekel banyak untuk jaga jaga.
__ADS_1
" Bener juga." Lanjut Salsa yang setuju, karrna camping bawa makan sedikit takut tiba tiba merasa lapar, dilihat nya kasihan harus menahan lapar sampai besok.
Dilain sisi, Denada membersihkan badannya Gilang, sambil cerita masa kecilnya Denada, Denada tidak peduli bicara sendirian didepan Gilang yang masih setia dengan tidurnya, yang penting bisa curhat sesuka hati.
" Sayang, waktu aku masih kecil, aku sering main di kali yang biasa kamu cari ikan setiap main ke rumah aku, aku main air di kali, untungnya waktu aku masih kecil kalinya masih bersih dan enak dilihatnya. " Ucap Denada yang selalu pelan pelan bersihin badannya Gilang.
Denada bersyukur sekali karena Gilang banyak kemeja, yang bisa dikancing membuat Denada tidak terlalu sulit untuk gantiin bajunya Gilang.
" Selamat sore, Gilang lagi dibersihkan yah, saya mau memberikan makanan dan obat untuk Gilang" Ucap Suster yang masuk kedalam kamar perawatan Gilang
" Sore juga suster, iyah nih biar tetep bersih badannya, silahkan saja berikan makanan dan obatnya." Ucap Denada merasa lega, karena suster datang Gilang sudah pakai baju dengan rapih.
" Anda baik sekali, jagain anak majikannya mau dibersihkan segala, apa tidak risih maaf yah kalo saya kepo" Lanjut Suster penasaran karena Denada, selalu membersihkan badannya Gilang
" Andaikan suster tahu, Gilang ini suami saya dan mana mungkin saya risih untuk bantuin Gilang untuk bersihin badannya." Batin Denada yang merasa sedih, karena pernikahannya akan selamanya menjadi rahasia dan tidak ada yang tahu sama sekali.
" Oh seperti itu yah, kalo butuh apa apa bilang saja yah, maaf kalo saya kepo dan permisi." Lanjut Suster merasa tidak enak, tanya Denada yang risih atau tidak bersihin badannya Gilang.
" Iyah suster " Lannjut Denada, Denada lega melihat Gilang sudah diberikan obat dan makanan oleh suster melalui selang infusan.
Denada mencium wajahnya Gilang yang sudah dibersihkan oleh Denada, Denada selalu menciumi wajahnya Gilang setelah Denada membersihkan badannya Gilang.
Dilain sisi, Anin menikmati sate buatan sendiri, karena Andika mau kipas kipas sate untuk Andika sendiri.
__ADS_1
" Yang membuat bumbu sate siapa sayang? enak sekali." Ucap Andika menikmati bumbu sate
" Aku sayang, apa enak buatan aku, bunda Salsa dan bunda Okta cuman kasih tahu saja cara bikin sambal matah untuk sate sayang, sama bumbu kacangnya.? " Tanya Anin, Anin seneng sekali semakin bisa masak setiap kali Okta dan Salsa pelan pelan ajarin Anin masak
" Enak sayang, rasanya juga pas sayang aku suka sekali."Lanjut Andika yang menikmati makan sate, sambil bikin api unggun.
" Alhamdulillah sayang, aku sedikit sedikit jadi bisa masak sayang karena kedua bunda kesayangan aku selalu ajarin aku masak." Lannjt Anin bahagia, Karna Okta mertua yang selalu mau ajarin menantunya supaya bisa masak.
Andika senang sekali karena Okta selalu ajarin Anin masak dan selalu seneng melihat Anin kompak setiap masak bersama Okta dirumah.
Dilain sisi, Denada senang sekali karena keranjang tempat tidurnya Gilang lumayan luas, membuat Denada bisa tidur disampingnya Gilang dan pintu kamar perawatan Gilang dikunci takut ketahuan tidur bersama Gilang.
" Obat sudah diberikan, sudah diperiksa juga, makan sudah diberikan, makan saya juga sudah dibeli. jadi bisa tidur bersama Gilang tanpa ada yang curiga dan jadi salah faham." Ucap Denada lega, karena bisa tidur bersama Gilang, sebelum Gilang sadar dan dibawa ke US untuk selamanya.
Denada siap siap tidur dan temani Gilang yang masih setia memejamkan matanya
Dilain sisi, Haikal yang bawa gitar dari rumah, berusaha mainin gitar bersama keluarga menantunya.
" Ayah bisa main gitar?" Tanya Anin melihat Haikal pegang gitar.
" Lumayan bisa Anin, kita nyanyi nyanyi bersama yah, menikmati malam dialam bebas malam ini." Ucap Haikal, Haikal ingat masa sekolah yang selalu hacking selalu bawa gitar dan latihan supaya bisa main gitar bersama temen temen selama haiking
" Dirumah juga ayah sering main gitar, katanya main alat musik bisa menghilangkan kegelisahan yang ada dan kembali happy" Ucap Andika yang sering mendengar Haikal main gitar sambil nyanyi dirumah
__ADS_1
" Yuk semuanya, kita nyanyi bareng dan percaya diri saja dengan vocal yang kita miliki, nyanyi itu kuncinya utama suara enak didengar." Lanjut Haikal yang selalu percaya diri, setiap nyanyi sambil main gitar
Haikal mulai main gitar membuat Anin dan Andika mulai ikutin Haikal nyanyi sambil main gitar