DIPAKSA MENIKAH MUDA 2

DIPAKSA MENIKAH MUDA 2
Saya tidak takut.


__ADS_3

Andika memberikan uang saku untuk Anin, karena tadi Haikal kirim uang jajan untuk Andika dan Anin.


" Mah, ini uang jajan mamah, dihabiskan yah sayang, jangan takut kurang yah." Ucap Andika memberikan amplop coklat kecil untuk Anin.


" Bagaimana bisa kurang sayang, Papah saja mendapatkan dobel sayang, dari ayah Haikal dan ayah Susanto juga!" Protes Anin heran, karena Andika seolah olah takut pemberiannya kurang, padahal lebih dari cukup.


" Alhamdulillah sayang, rezeki orang tua kita lancar, membuat mereka dengan mudah memberikan kita rezeki yang lebih." Lanjut Andika, Andika masuk kedalam mobil.


" Betul sekali sayang, yuk ke kampus sayang." Lanjut Anin langsung pakai sabuk pengaman.


Andika mencium kening Anin, sebelum menjalankan mobilnya.


Dilain sisi, Sulis tidak menyangka jika ART nya Gilang kuliah di kampusnya, disaat Sulis dan Denada ngobrol asik tiba tiba melihat Oki masuk kedalam kelas. Membuat Denada langsung ingat kejadian di Mall waktu itu.


" Orang aneh itu, tidak boleh ganggu Anin lagi, karena Anin milik Andika seutuhnya tidak boleh direbut rebut." Batin Denada, yang akan selalu ikutin kemana pun Anin pergi supaya Oki tidak lagi sakiti Anin.

__ADS_1


" Kamu kenal dia? Kenapa lihatin orang itu sampai melamun?" Tanya Sulis merasa aneh, karena Denada menatap Oki sampai melamun segala.


" Tidak kenal banget sih, cuman ketemu sekali saja dan pas ketemu dia bersama pacarnya di Mall, pas saya, Anin, dan Andika jalan-jalan di Mall, eh ketemu dia deh pas mau pulang." Ucap Denada terus terang, tidak menyangka ada saja mahasiswa yang tidak bisa setia dengan satu cinta.


" Seriusan? Pasti seru dong, Oki melihat Anin dan Andika jalan bareng, dan pas sekali ketemu dengan pacarnya Oki juga?." Tanya Sulis penasaran, apa Oki dihajar oleh Andika.


" Tidak sama sekali, karena Andika kan orangnya tenang dan tidak sembarangan main fisik seperti itu. Jadi cuman dikasih tahu apa saja yang dilakukan oleh Oki selama ini ke Anin dan langsung pergi begitu saja." Lanjut Denada terus terang, Denada mengerti kenapa Salsa minta Denada untuk menemani Anin selama di kampus dan minta Denada datang duluan sebelum Anin tiba.


Dilain sisi, Gilang sengaja bangun subuh, untuk melihat kedua orang tuanya yang akan berangkat ke kantor masing-masing.


" Sebenarnya saya anak mereka bukan sih? Seperti diabaikan, soal uang Meraka mudah sekali tinggal suruh chat dan uang langsung dikirim?." Tanya Gilang dengan pelan, Gilang semakin tidak mengerti sebenernya orang tuanya mau apa, dengan kehadiran Gilang di rumah mewahnya.


" Sabar Tuan muda, lebih baik Tuan muda, mulai sekarang tidak usah pedulikan mereka saja dan Tuan muda lakukan apapun yang diinginkan, disini kenakalan remaja lebih bebas Tuan muda. Dari pada memikirkan mereka yang tidak ada akhirnya sama sekali." Ucap ART nya Gilang, dari pada anak majikannya sedih terus karena orang tuanya terlalu egois dan tidak bisa dibilang sama sekali.


" Saya tidak ingin bebas Bik, karena ditanah air saya punya istri, sebentar lagi saya ke tanah air untuk ketemu istri saya." Lanjut Gilang, yang akan berusaha setia, walaupun selalu jauh dengan Denada.

__ADS_1


Gilang langsung jalan ke kamarnya, karena sudah cukup lega melihat orang tuanya pergi kerja di jam yang masih sangat pagi.


Dilain sisi, Oki berusaha merobek undangan pernikahan, yang diberikan oleh Anin yang sengaja undang Oki untuk datang.


" Saya tidak setuju, kamu dan laki laki itu nikah, karena kamu cuman milik saya!." Tegas Oki, Oki merobek undangan yang dipegangnya.


" Kamu sudah punya pacar, tapi masih saja deketin saja, mana bisa karena saya calon istrinya Andika dan cuman dia suami saya." Ucap Anin, Anin tidak peduli undangannya disobek karena dengan adanya undangan, kasih tahu Oki kalo Anin dan Andika akan menikah.


" Obsesi kamu, jangan bikin kamu gila, sudah temen temen kita tinggalin orang ini, tidak ada gunanya sama sekali." Ucap Denada dengan lantang, Denada tidak akan membiarkan Anin disakiti oleh Oki.


" Ingat Anin! Jika kamu berani menikah dengan Andika, saya akan membuat acara kalian berantakan. Karena saya tidak memberikan restu kalian menikah!" Ancam Oki dengan menatap Anin, dengan tatapan tajam.


" Saya tidak takut, Orang tua dan keluarga besar pasti tidak akan membiarkan siapapun, merusak acara bahagia saya bersama Andika dan Andika juga tidak akan membiarkan kamu seenaknya ke kita." Ucap Anin, berusaha tidak takut dengan ancamannya Oki, jika Anin takut akan membuat Oki senang.


Anin dan Denada kembali ke kursinya, Anin berusaha tenang dan nanti saja cerita ke Andika karena sekarang lagi kuliah dan tidak tega membuat Andika tidak fokus kuliahnya, karena memikirkan keadaan Anin sekarang.

__ADS_1


__ADS_2