DIPAKSA MENIKAH MUDA 2

DIPAKSA MENIKAH MUDA 2
Mamah mau kado apa?


__ADS_3

Anin dan Andika setelah sarapan langsung jalan ke mobil karena Anin dan Andika sama sama kelas pagi.


" Mah, sebentar lagi kan annivessry pernikahan kita, mamah mau kado apa, atau mau jalan jalan kemana?" Tanya Andika saat masuk kedalam mobil.


" Belum tahu sayang, lihat nanti saja, kalo papah sendiri mau aku kasih apa?" Tanya Anin yang kasih kado juga untuk Andika saat annivessry pernikahan.


" Aku sejujurnya mau kado, dapat kabar bahagia, kamu mengandung Sayang, sudah dua tahun pernikahan tapi belum punya anak juga" Batin Andika sedih, karena dua tahun nikah tapi belum punya anak sama sekali, karena Andika dan Anin sama sama masih kuliah semester satu.


" Aku mau kita jalan jalan ke Bali berdua, apa lagi pas kita annivessry pernikahan pas lagi libur Kuliah jadi momentumnya pas Sayang." Lanjut Andika yang ingin menikmati jalan jalan jauh berdua


" Boleh juga sayang, semoga kita mendapatkan ijin dari orang tua yah sayang. aku juga ingin sekali ke Bali berdua dengan papah sepuasnya selama liburan kuliah." Lanjut Anin yang setuju jalan jalan ke Bali berduaa, semoga diijinkan oleh Salsa, Susanto, Okta, dan Haikal


" Semoga saja sayang" Lannjt Andika, Andika pelan pelan melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang, menuju kampusnya Anin.


Dilain sisi, Gilang yang sudah tahu kebiasaan orang tuanya, kirim chat dan telefon Sumini dan Denada sesuka hati melarang dan merendahkan istrinya terus. minta Sumini tidak lagi beliin apapun yang Denada butuh kan.


" Bunda, Gilang sudah tahu selama ini kedua orang tuanya Gilang larang kalian untuk menerima apapun yang Gilang berikan untuk Denada, sekarang Gilang mohon stop beliin apapun kebutuhan Denada biarin Gilang yang beliin karena kebutuhan Denada tanggung jawab suami, kalian tidak usah takut dengan ancaman orang tua Gilang, jika mereka ancam bunda keluar dari sini maka Gilang akan ikut kalian ke rumah kalian karena sekarang Gilang suaminya Denada punya kewajiban melindungi dan akan mencari nafkah untuk kalian jika merrka berani usir kalian dari rumah ini." Tegas Gilang, yang mau masalah yang ada harus ada solusi untuk diakhiri dan bisa berdamai.


" Yah sudah baik lah nak Gilang, jika itu keinginan nak Gilang dan bunda nurut saja apa yang terbaik untuk rumah tangga kalian." Ucap Sumini pasrah, dari pada membuat Gilang marah akhirnya berantem dengan Denada dan tidak tega melihat anaknya sedih karena ucapan kasar orangtuanya Gilang setiap hari.


" Nah begitu dong, jadi kan lega akhirnya tahu alasan kalian selalu menolak pemberian Gilang." Lanjut Gilang bahagia, karrna akhirnya tahu alasan Denada selalu menolak pemberian nya.

__ADS_1


Denada tidak tahu harus bicara apa, Karena Denada tidak ingin membuat Gilang sedih terus karrna ucapannya selalu dibantah oleh Denada.


Dilain sisi, Andika dan Anin turun dari mobil, pas sekali ketemu dengan Oki yang baru turun dari motornya.


" Selamat pagi Anin, apa sudah kerjain tugas hari ini?" Tanya Oki tanpa peduli dengan Andika yang tidak suka dengan kehadirannya Oki


" Pagi juga, saya sudah kerjain tugas bersama Andika kemarin, kebetulan belajar bersama dirumah saya." Ucap Anin sengaja, supaya Oki cemburu dan tidak mendekati Anin lagi.


" Sayang, aku ke kampus dulu yah dan nanti sore kita belajar bareng lagi yah" Ucap Andika yang mengerti ucapannya Anin tadi ke Oki, membuat Andika langsung tahu harus bicara apa


" Oke sayang, semangat kuliahnya dan hati hati dijalan ya sayang " Lanjut Anin yang membiarkan Andika masuk kedalam mobil begitu saja, biasanya Anin mencium telapak tangannya Andika setelah keluar dari mobil


Andika langsung masuk kedalam mobil, Andika langsung jalan menuju kampusny.


" Andika pacar saya, dan kalo mau main ke rumah teman perempuan, jangan sendirian dan tolong hargai saya sudah punya pacar dan jangan berusaha merusak hubungan saya dan Andika terus. jangan membuat pacar saya marah terus karena sikap aneh kamu ke saya terus menerus." Tegas Anin yang mulai tidak suka dengan caranya Oki, yang tidak menyerah untuk merebut Anin dari Andika terus.


" Tapi saya mencintai kamu dengan tulus apa itu salah, dan kasih kesempatan saya untuk bisa memberikan perhatian ke kamu setiap saat." Lanjut Oki berharap Anin mau luluh dan memberikan kesempatan untuk Oki


" Ogah" Lanjut Anin, Anin langsung jalan masuk ke kampusnya, menuju kelasnya, Anin semakin ilfil melihat Oki yang selalu paksa Anin untuk menerima cintanya.


Oki yang mendapatkan penolakan dari Anin merasa kesal sekali, karena Anin tidak ingin memberikan kesempatan untuk Oki menjadi pacarnya Anin.

__ADS_1


Dilain sisi, Andika, Gilang, dan Denada. jalan bareng masuk kedalam kelas, disaat Andika mau duduk kursinya disamperin oleh Vivi yang datang datang bawa kotak makan.


" Ini buat Andika, Gilang, dan Denada. tadi bunda saya masak banyak dan minta saya untuk bagiin masakannya untuk temen temen dikelas." Ucap Vivi senyum manis melihat Andika, yang mau menerima kotak makan yang dibawa oleh Vivi


" Terimakasih banyak yah, pasti saya makan nanti soalnya saya sudah sarapan tadi bersama pacar saya pas jalan mau ke kampus." Ucap Andika sengaja, Andika tidak ingin basa basi yang akhirnya akan membuat peluang Vivi bisa semakin deketin Andika.


" Payah ah, dia sudah makan lagi, padahal mau modus makan bersama didalam kelas padahal." Batin Vivi kesel, karena Andika sudah sarapan pagi membuat Andika makan masakannya pas istirahat nanti.


" Terimakasih yah kotak makan nya, kita juga sudah makan sebelum ke kampus dan nanti pas jam istirahat kita makan." Ucap Denada tidak enak karena tidak langsung di makan, nasi kotak yang dibawa oleh Vivi


"Santai saja, yah sudah kalo begitu saya kembali ke bangku saya. Lanjut Vivi kecewa karena Andika sudah sarapan sebelum ke kampus, dan gagal makan bersama Andika.


Andika melihat nasi kotak yang dibawa oleh Vivi, diikutin oleh Gilang yang penasaran juga Vivi bikin sarapan apa untuk temen temennya.


" Makanan Ini, setiap hari juga Anin bikin, di foto ah, supaya Anin tahu Vivi berusaha memberikan nasi untuk saya, walaupun Gilang dan Denada juga dapat." Batin Andika, Andika langsung foto makanan yang dibawa oleh Vivi


" Kenapa difoto Andika?" Tanya Gilang saat melihat Andika, foto nasi kotak pemberian Vivi


" Tidak difoto kok, saya lagi baca chat dari Anin, alay sekali saya foto foto makanan segala." Protes Andika pura pura kesel, padahal beenr di foto untuk dikirim untuk Anin lihat.


" Oh kirain kamu foto" Lannjt Gilang percaya saja, apa yang dibilang oleh Andika

__ADS_1


Andika lega karena Gilang percaya dan tidak melanjutkan kekepoannya lagi, cuman karena melihat Andika pegang handphone didepan kotak makan yang diberikan oleh Vivi tadi


__ADS_2