
Susanto dan Haikal setelah melihat Oki pulang, langsung masuk kedalam rumah supaya bisa bicara langsung dengan Anin soal jaga jarak dengan temen kampus.
" Anin, apa kamu tahu akan datang ke sini temen kampus kamu?" Tanya Susanto, melihat Anin dan Andika jalan ke ruang tamu
" Tahu ayah dan Oki tadi kirim chat kasih tahu kalo lagi dijalan kesini, minta anin siap siap untuk ikut ke care free day." Ucap Anin santai, karena Andika sudah tahu kalo Oki mau ke rumahnya
" Kamu tidak marah Andika? istri kamu dideketin temen kuliahnya?" Tanya Haikal melihat Andika terlihat tenang
" Marah sih pasti, tapi biasa saja ayah, karena Andika tahu laki laki itu pernah menyatakan cinta ke Anin bahkan rela jadi selingkuhannya Anin, dan kedatangan kesini Andika juga tahu, karena ada kalian pasti kalian yang hadapi orang tadi, kalo tidak ada pasti Andika dan Anin cari cara kasih tahu orang nekat itu." Ucap Andika dengan santai, Andika sejujurnya semakin cemburu dan kesel dengan kenekatan Oki, tapi Andika tidak ingin emosi berlebihan
" Sudah jangan dibahas orang tidak penting itu, kita kan mau jalan jalan harus bahagia dan tidak boleh pusing pusing memikirkan apapun selama jalan jalan" Lanjut Anin, yang tidak ingin kehadiran Oki merusak acara jalan jalan keluarganya
" Anin bener, kita kan sudah bikin orang itu pergi kan, sekarang kita harus kembali happy tidak boleh emosi tidak penting bapak baapk dan ibu ibu." Lannjt Andika yang tidak ingin bahas soal Oki lagi, supaya tidak merusak liburan keluarga sama sekali.
" Ya sudah yuk jalan, supaya tkdak terlalu lama dijalannya." Lannjut Haikal yang langsung pakai tas ransel untuk haiking
Susanto ikutin Haikal pakai tas ransel, baru keluar dari rumah untuk masuk kedalam mobil dan jalan jalan bareng bareng ke gunung pancar di kota Bogor.
Dilain sisi, Denada merasa lega karena di kanrin rumah sakit, banyak menu makanan yang bisa Denada nikmaati.
" Beli buat makan siang dan malam juga ah, biar tidak usah bulak balik ke sini, supaya Gilang tidak terlalu lama ditinggal beli makan." Ucap Denada langsung beli beberapa makanan untuk persediaan makan siang dan malam, Denada juga beli cemilan dan minuman, Denada juga catat apa saja yang dibelinya supaya bisa dilaporkan ke orang tuanya Gilang.
Dilain sisi, Oki kesel sekali karena gagal ajak Anin jalan, karena ada orang tuanya Anin dirumah.
__ADS_1
" Sial sial, begitu susah sekali ajak jalan Anin, pengganggunya dari Andika, ibu nya, dan hari ini ayah nya. menyebalkan sekali sih. memangnya temen biasa apa tidak boleh ajak jalan Anin. " Ucap Oki kesel, karena gagal terus ajak Anin jalan.
Oki kendarai mobilnya sambil marah marah karena tidak bisa ajak jalan Anin, bagaimana bisa deket jika tidak ada kesempatan untuk deket sama sekali.
Dilain sisi, Anin dan Andika kaget karena orang tuanya ajak camping, selain mendaki gunung pancar di kota Bogor
" Anak anak, kita sudah ijin ke kampus kalian, kalo besok kalian tidak masuk kuliah karena ada acara keluarga, enaknya ijin pas kuliah ini yah, jadi ajak kalian nginep tidak ada yang curiga sama sekali." Ucap Okta yang sudah chat dosen dosen di kampusnya Andika.
" Betul jadi kan aman ajak kalian, untungnya temen yang dikenal juga tidak ada yang curiga juga. bagaimana ide dadakan kita, apa kalian suka?" Tanya Salsa, yang punya ide mendadak untuk camping bersama.
" Asik juga camping, dulu camping tidur sendiri dan sekarang ada yang temani, sambil makan berdua didalam tenda. " Ucap Andika sambil melihat Anin yang rebahan di pangkuannya Andika dikursi belakang mobil
" Dasar yah, otak sudah dewasa yah begini, dasar modus." Protes Anin kesel, ada saja modusnya Andika.
" Terimakasih bunda bunda, sudah siapin barang barang untuk kita selama haiking sampai besok." Lannjut Andika seneng, karena orang tuanya mau siapin kebutuhannya Andika dan Anin
Dilain sisi, Denada makan sambil melihat Gilang yang masih tidur beberapa hari di rumah sakit.
" Gilang, tidak kangen apa mau makan bersama saya? sepi tahu makan sendirian seperti ini dan beli makan sendirian, harus jalan jauh ke ujung rumah sakit cape tahu. biasanya dimanja oleh kamu dan sekarang melakukan apapun sendirian berasa tidak enak sama sekali tahu Gilang." Protes Denada kesal, karena Gilang masih betah tidur berhari hari.
Denada jadi inget bagaimana perhatiannya Gilang ke Denada, membuat Denada bahagia sekali dengan perhatian yang diberikan oleh Gilang selama menjalani rumah tangga.
Dilain sisi, Anin dan Andika yang sudah lama tidak haiking, berasa bahagia sekali karena akhirnya bisa haiking lagi bersama Anin dan sekarang haiking bersama orang tua.
__ADS_1
"Apa kalian siap naik gunung pancar sampai puncak? apa ada yang merasa tidak enak badan? supaya kita ke atas naik mobil saja?" Tanya Haikal yang tidak ingin paksakan untuk jalan, takutnya semakin memburuk kalo dipaksa sampai puncak gunung
" Tidak ada sayang, insya allah semuanya sehat dan mampu sampai ke puncak gunung sampai besok." Ucap Okta yang merasa sehat, dan sanggup untuk mendaki
" Andika juga sanggup mendaki ke atas ayah dan bunda, yuk buruan mendaki semuanya" Ucap Andika yang merasa tidak sabar, mau pasang tenda dan istirahat setelah mendaki.
" Kalo ada yang merasa cape harus bareng bareng istirahat yah, dan jangan sampai ada yang kesasar yah." Ucap Susanto yang tidak ingin berpencar jalannya.
" Yah ayah, yuk buruan jalan, takut hujan juga kan." Ucap Anin, yang tidak ingin kelamaan dibawah keburu hujan dan akhirnya tidak jadi mendaki.
" Hayo hayo" Ucap Salsa yang juga tidak sabar cepet sampai
Salsa, Susanto, Okta, Haikal, Anin, dan Andika. langsung jalan masuk kedalam gunung pancar bersama pemandu wisata gunung pancar.
Dilain sisi, Denada melihat dokter periksa kondisinya Gilang, dan suster pun memberikan obat melalui selang infus Gilang.
" Kondisinya bagaimana dokter?" Tanya Denada berharap kondisinya Gilang ada perubahan
" Masih sama, semoga saja ada kewajiban untuk Gilang sadar, anda harus sabar nunggu Gilang dan terus ajak bicara supaya ada respon untuk Gilang" Ucap Dokter yang sudah periksa kondisinya Gilang
" Selalu dokter saya ajak bicara Gilang, supaya ada respon dari Gilang" Ucap Denada berharap ada keajaiban Gilang sadar dari koma
" Baik lah, kita pamit dulu dan kalo ada apa apa jangan takut untuk panggil kita, supaya secepatnya diperiksa oleh saya." Lanjut Dokter langsung pergi diikuti suster setelah memberikan obat dan makanan melalui selang infus untuk Gilang.
__ADS_1
" Oke Dokter, terimakasih banyak dokter dan suster sudah periksa Gilang dan memberikan obat juga makanan untuk Gilang" Lannjt Denada sambil merapihkan selimutnya Gilang